Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

5 Hal Tentang Pemakaman Khamenei: Berlangsung 6 Hari hingga 'Matilah Amerika'

Teheran, Iran — Prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran yang wafat, resmi dimulai pada Sabtu (4/7) pagi. Seluruh rangkaian upacara akan berlangsung selama enam hari penuh,

Jul 06, 2026 - 12:57
0 0
5 Hal Tentang Pemakaman Khamenei: Berlangsung 6 Hari hingga 'Matilah Amerika'

Teheran, Iran — Prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran yang wafat, resmi dimulai pada Sabtu (4/7) pagi. Seluruh rangkaian upacara akan berlangsung selama enam hari penuh, menjadi momen duka nasional terbesar bagi Republik Islam sejak wafatnya Ayatollah Khomeini. Media kami melaporkan, jenazah Khamenei disemayamkan siang dan malam di kompleks Grand Mosalla hingga Senin mendatang, memberi kesempatan luas bagi jutaan rakyat Iran dan tamu negara untuk memberikan penghormatan terakhir.

1. Prosesi Enam Hari yang Dimulai di Grand Mosalla

Sesuai laporan Beritaseputar.com, prosesi dimulai pada Sabtu pagi dengan pengamanan super ketat di seluruh Teheran. Jenazah Khamenei ditempatkan di aula utama Grand Mosalla, pusat ibadah dan peristiwa politik terbesar di ibu kota. Selama tiga hari berturut-turut, para peziarah dapat mengunjungi tempat penyemayaman dari pagi hingga malam. Tidak hanya warga biasa, para pemimpin kelompok perlawanan regional dan pejabat tinggi militer diperkirakan akan hadir secara bergilir dalam enam hari tersebut. Panitia pemakaman menyusun agenda padat yang meliputi salat jenazah, pawai pelayat, dan akhirnya pemakaman di mausoleum yang telah dipersiapkan khusus.

2. Khamenei Tewas Bersama Keluarga dalam Serangan Rudal

Pemimpin berusia 86 tahun itu tewas pada 28 Februari lalu ketika rudal Amerika Serikat dan Israel menghantam kompleks kediaman sekaligus kantornya di pusat Teheran. Serangan tersebut tidak hanya menewaskan Khamenei, tetapi juga sejumlah anggota keluarganya yang saat itu sedang berada di lokasi. Beritaseputar.com memantau bahwa insiden ini menjadi titik balik paling dramatis dalam sejarah Iran modern, karena untuk pertama kalinya seorang pemimpin tertinggi gugur dalam serangan militer negara asing.

3. Jenazah Disemayamkan Siang-Malam untuk Jutaan Pelayat

Aula Grand Mosalla dirancang untuk menampung puluhan ribu orang sekaligus, namun panitia pemakaman tetap memperpanjang waktu penyemayaman hingga Senin. Kebijakan disemayamkan penuh waktu siang dan malam ini memungkinkan warga dari provinsi-provinsi jauh berbondong-bondong datang ke Teheran. Media kami mencatat bahwa bus-bus dari Tabriz, Isfahan, dan Mashhad terus berdatangan sejak Jumat malam. Pemerintah Iran bahkan menyiagakan rumah sakit lapangan di sekitar Grand Mosalla untuk mengantisipasi kelelahan para pelayat akibat panas dan padatnya kerumunan.

4. Tiga Puluh Tujuh Tahun Kepemimpinan yang Berakhir

Wafatnya Khamenei menandai akhir dari 37 tahun kepemimpinannya sebagai simpul utama Republik Islam. Naik tahta pada 1989 menggantikan Khomeini, Khamenei menjadi pemimpin terlama yang memegang kendali atas militer, kebijakan nuklir, dan poros perlawanan regional. Selama masa penyemayaman, panitia pemakaman juga menyiapkan ruang khusus yang memamerkan foto-foto dan memorabilia perjalanan sepak terjangnya, termasuk keputusan-keputusan kontroversial yang membentuk arah geopolitik Timur Tengah hari ini. Usia 86 tahun Khamenei menjadikannya salah satu tokoh paling tua dalam lingkaran kekuasaan Iran.

5. Slogan ‘Matilah Amerika’ Menggema di Antara Tangis

Di sela-sela lantunan doa dan isak tangis, massa pelayat secara serentak meneriakkan “Marg bar Amrika” atau “Matilah Amerika”. Seruan itu tidak hanya datang dari barisan pemuda, tetapi juga dari keluarga-keluarga yang merasa kehilangan pemimpin yang selama ini menjadi simbol perlawanan terhadap Washington. Beritaseputar.com mengamati bahwa teriakan ini menjadi ekspresi kemarahan sekaligus kesetiaan terhadap garis kebijakan Khamenei yang keras terhadap Barat. Para analis menilai bahwa teriakan ini juga menjadi sinyal bahwa Gedung Putih harus bersiap menghadapi gelombang sentimen anti-Amerika yang kian memuncak di jalan-jalan Teheran selama masa berkabung nasional.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
andika-rivaldi

Reporter Ekonomi. Reporter isu ekonomi yang memengaruhi gaya hidup.

Comments (0)

User