Meta memilih wajah yang tidak biasa untuk produk kecerdasan buatan (AI) paling ambisiusnya. Maskot bernama Jolly itu bulat, berbulu, dan bisa didandani sesuka hati—lengkap dengan pipi merah membulat yang langsung mengingatkan banyak orang pada karakter televisi anak-anak. Namun ada satu ironi besar: produk yang diwakili Jolly justru dilarang untuk anak-anak.
Jolly adalah wajah dari Muse, asisten AI terbaru Meta yang dirancang untuk menyelesaikan tugas digital penggunanya. Aplikasi Muse melambung ke puncak tangga unduhan berkat kemampuannya mengerjakan berbagai hal, sementara maskot bulunya ikut menempel erat pada arus budaya pop. Namun di balik tampilan menggemaskan itu, Meta menetapkan batas usia yang tegas: Muse hanya boleh digunakan oleh orang berusia 18 tahun ke atas.
Maskot Menggemaskan dengan Aturan Keras
Sepanjang peluncurannya, Jolly tampil dalam berbagai kostum. Saat acara Meta Connect, maskot berbulu milik CEO Mark Zuckerberg itu mengenakan toga dan mahkota daun. Di iklan Instagram, Jolly mengenakan pakaian olahraga sambil memamerkan bantuannya mencapai target kebugaran. Pada akhir tahun ini, Meta berencana menjual perangkat bergaya Tamagotchi untuk karakter Muse tersebut—sebuah langkah yang membuat para peneliti anak semakin waspada.
"Kami mewajibkan setiap pengguna aplikasi Muse menyertakan tanggal lahir, memblokir pengguna yang kami deteksi kemungkinan berusia di bawah 18 tahun, dan melakukan pemeriksaan tambahan untuk memastikan mereka yang mengaku dewasa benar-benar berusia di atas 18 tahun."
Meta menyampaikan pernyataan tersebut melalui juru bicaranya, Daniel Roberts, saat dikonfirmasi soal kebingungan publik atas desain maskot. Sementara itu, Mona Sarantakos, Wakil Presiden Manajemen Produk Meta Superintelligence Labs, menjelaskan bahwa desain Muse sengaja mengusung elemen yang menyenangkan agar pengguna merasa lebih nyaman dibanding sekadar berbicara dengan "logo perusahaan".
"Mirip Teletubby", Kata Advocator Anak
Para advokat perlindungan anak langsung angkat bicara. Josh Golin, direktur eksekutif organisasi nirlaba Fairplay yang pernah melobi praktik penargetan anak oleh Meta, menyebut desain itu sangat jelas ditujukan untuk balita.
"Ya Tuhan, itu terlihat seperti Teletubby. Ini jelas karakter yang akan menarik bagi anak-anak sangat kecil. Orang-orang yang mempelajari media anak memahami bahwa bentuk-bulat seperti itu khusus menarik bagi anak usia prasekolah."
Kritik ini muncul di tengah sorotan luas terhadap Meta dan kecerdasan buatan generatif. Survei dan berbagai lembaga kajian sebelumnya juga telah mengingatkan orang tua agar berhati-hati dengan mainan berbasis AI untuk anak-anak, terutama usia di bawah lima tahun. Common Sense Media bahkan menyarankan orang tua menghindari mainan AI untuk anak usia lima tahun ke bawah dan mewaspadai penggunaannya pada anak enam hingga 13 tahun.
Desain Imut yang Menjaga Pengguna Tetap Pasif
Namun tidak semua ahli meyakini bahwa Jolly memang dirancang untuk menarik anak-anak. Sebagian ahli membandingkannya dengan tradisi panjang Jepang yang memakai karakter lucu untuk memasarkan teknologi. Dari gumaman mengganggu Clippy milik Microsoft hingga lobster merah OpenClaw, asisten AI memang sering mengambil wajah antropomorfik.
Apapun usianya, sosok menggemaskan yang mewakili alat AI dapat meluluhkan kewaspadaan. Julian De Freitas, profesor pemasaran dari Harvard yang fokus pada teman AI, menyebut faktor lucu membuat produk terasa hangat dan tidak mengancam. Masalahnya, Meta memiliki reputasi yang sulit dipulihkan setelah kasus kecanduan media sosial yang baru saja diselesaikan dengan komitmen membayar ganti rugi hingga US$16,7 miliar.
Jathan Sadowski dari Monash University lebih tegas. Menurutnya, fitur desain yang lucu dan tanpa gesekan adalah cara licik agar orang menurunkan pertahanan. "Agen seperti Muse mencoba meyakinkan kami bahwa mereka hanya makhluk lucu yang hidup di saku, bukan portal terbuka menuju server perusahaan pengawasan besar," ujarnya.
Hal yang Perlu Diketahui Orang Tua
- Muse hanya untuk usia 18+, meski tampilannya menyerupai mainan anak.
- Meta meminta tanggal lahir dan melakukan pemeriksaan tambahan untuk menyaring pengguna di bawah umur.
- Interaksi Muse dipakai melatih model AI Meta kecuali pengguna menolak (opt out).
- Perangkat gaya Tamagotchi bernama Muse Charm dijadwalkan meluncur menjelang akhir tahun.
- Advokat anak mendesak regulator meneliti lebih lanjut produk ini.
Jelang liburan dan peluncuran Muse Charm, para advokat anak tetap dalam status siaga penuh. "Ini terasa seperti upaya yang sama sekali tidak pantas oleh Meta untuk membuat anak-anak kecil kecanduan Muse," kata Golin. "Ini sesuatu yang harus ditolak keluarga, dan menurut saya harus diperiksa serius oleh regulator."
Comments (0)