Oct 10, 2026
Nasional

Tim Pelajar Indonesia Pamer Karya Gim di Final Seoul

SEOUL — Tim pelajar Indonesia berhasil menunjukkan taringnya di kancah internasional setelah lolos ke Final Better Ground 2026 yang digelar di PUBG Seongsu

Tim Pelajar Indonesia Pamer Karya Gim di Final Seoul

SEOUL — Tim pelajar Indonesia berhasil menunjukkan taringnya di kancah internasional setelah lolos ke Final Better Ground 2026 yang digelar di PUBG Seongsu, Seoul, Korea Selatan. Ajang bergengsi ini mempertemukan 17 tim terbaik dari berbagai negara yang saling beradu kreativitas dalam mengembangkan gim interaktif berteknologi tinggi.

Better Ground sendiri dikenal sebagai kompetisi pengembangan gim yang menguji kemampuan peserta dalam meracik konsep, membangun mekanika permainan, hingga menyajikan pengalaman bermain yang menyenangkan. Tahun ini, venue final dipusatkan di kawasan Seongsu yang ikonik, kawasan kreatif Seoul yang belakangan ini menjadi surganya anak muda pencinta gim dan teknologi.

17 Tim Berlomba, Indonesia Kirim Perwakilan

Dalam gelaran final tahun ini, tercatat sebanyak 17 tim dari berbagai penjuru dunia berkompetisi memperebutkan gelar juara. Kehadiran tim pelajar Indonesia menjadi salah satu sorotan, mengingat mereka harus bersaing dengan peserta dari negara-negara yang sudah lama dikenal sebagai raksasa industri gim, seperti Korea Selatan, Jepang, maupun Tiongkok.

Para peserta tidak hanya dituntut pintar menulis kode, tetapi juga kreatif dalam merancang cerita, karakter, serta dunia virtual yang imersif. Penilaian juri mencakup beberapa aspek penting, antara lain:

  • Kesesuaian tema — gim harus mengikuti arahan dan visi kompetisi.
  • Kualitas permainan — mekanika yang mulus, adil, dan menyenangkan.
  • Inovasi — gagasan segar yang membedakan karya peserta lainnya.
  • Penyajian visual dan audio — tampilan yang nyaman serta efek suara yang mendukung suasana.
  • Kerja sama tim — koordinasi yang solid selama proses pengembangan.

Dukungan Penuh untuk Anak Muda Indonesia

Kiprah tim pelajar Indonesia di Seoul ini mendapat sambutan hangat dari berbagai kalangan. Banyak yang menilai bahwa keberhasilan mereka lolos ke babak final sudah menjadi prestasi tersendiri, mengingat tingkat persaingan yang sangat ketat.

"Kami bangga bisa membawa nama Indonesia di panggung global. Ini bukti bahwa anak muda kita mampu bersaing di level internasional," ujar salah satu anggota tim yang hadir di Seoul.

Di sisi lain, para pendamping dan guru juga menekankan pentingnya dukungan berkelanjutan terhadap ekosistem pengembang gim lokal. Menurut mereka, bakat anak Indonesia tidak kalah dengan negara lain, hanya saja masih membutuhkan wadah, pelatihan, serta fasilitas yang memadai untuk terus berkembang.

Peluang Besar bagi Industri Gim Tanah Air

Partisipasi dalam Better Ground 2026 ini sekaligus menjadi pengingat bahwa industri gim Indonesia sedang tumbuh pesat. Permintaan konten kreatif digital yang terus meningkat membuka peluang besar bagi siapa pun yang serius menekuni bidang ini.

Tidak sedikit alumni kompetisi serupa yang akhirnya terjun profesional, bahkan mendirikan studio gim sendiri. Bagi para pelajar, pengalaman bertanding di Seoul tentu menjadi bekal berharga — bukan hanya soal teknis pengembangan, tetapi juga soal networking, kerja sama tim, dan kemampuan mempresentasikan karya di hadapan audiens internasional.

"Pengalaman ini tidak bisa dibeli. Kami belajar banyak dari tim lain dan membawa pulang banyak ide baru untuk dikembangkan di Indonesia," tambah anggota tim lainnya.

Langkah Selanjutnya

Setelah ajang final usai, tim pelajar Indonesia dijadwalkan kembali ke tanah air dengan membawa sejumlah catatan dan inspirasi baru. Mereka berharap dapat berbagi pengalaman dengan pelajar lain agar semangat mengembangkan gim lokal terus menyala.

Dengan capaian ini, harapan agar Indonesia menjadi salah satu kekuatan baru di industri gim global semakin nyata. Asal didukung ekosistem yang sehat, talenta muda siap membuat gebrakan berikutnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS kartika-dewi

Reporter Cybersecurity. Fokus pada keamanan siber, privasi data, dan regulasi digital.

Comments (0)

User