Veda Ega Pratama Finis Kedelapan Moto3 Catalunya 2026

Pembalap muda berbakat Indonesia, Veda Ega Pratama, kembali mencatatkan prestasi membanggakan di kancah balap internasional. Pada putaran kelima Moto3 2026

Jul 12, 2026 - 07:02
0 0
Veda Ega Pratama Finis Kedelapan Moto3 Catalunya 2026

Pembalap muda berbakat Indonesia, Veda Ega Pratama, kembali mencatatkan prestasi membanggakan di kancah balap internasional. Pada putaran kelima Moto3 2026 yang digelar di Sirkuit Catalunya, Barcelona, tim Honda Team Asia memastikan Veda finis di urutan kedelapan setelah duel sengit sepanjang 21 lap. Hasil ini memperpanjang catatan poin berturut-turut pebalap binaan Astra Honda Racing School tersebut, sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu rookie paling bersinar musim ini.

Start Mengejutkan dan Pertarungan di Tikungan Pertama

Veda yang start dari posisi ke-12 langsung memperbaiki posisi menjadi masuk 10 besar saat melewati tikungan pertama. “Saya sengaja mengambil sisi luar agar terhindar dari risiko di tikungan satu, itu kunci untuk tetap berada di grup depan,” kenangnya seusai balapan. Strateginya terbukti tepat; rekan satu timnya yang start lebih depan justru tersingkir akibat insiden di lap pembuka, sementara Veda dengan dingin melewati tiga pebalap sekaligus melalui manuver luar-dalam yang memukau.

Di lima lap awal, Veda sempat menduduki posisi keenam. Namun persaingan di grup terdepan sangat ketat. Pebalap berpengalaman seperti Angel Piqueras dan Luca Lunetta saling salip tanpa henti. Veda yang berada di tengah rombongan slipstream memilih konservasi ban dan menunggu momentum.

Insiden Lap ke-14 dan Kontak Tanpa Konsekuensi

Pertengahan balapan diwarnai kontak antara Veda dengan pebalap Leopard Racing di tikungan 10. Kedua motor sempat bersenggolan keras, namun Veda berhasil mengendalikan RC250GP-nya dan nyaris tidak kehilangan waktu.

“Saya sudah prediksi dia akan mencoba di titik itu. Saya hanya menutup pintu dan siap menerima kontak. Untungnya tidak ada kerusakan,”
ujar Veda sambil tersenyum tipis.

Kejadian itu justru memacu Veda. Ia balik menyalip dua pebalap di sektor tiga—salah satu sektor tercepat di Catalunya yang mengharuskan keberanian tinggi saat pengereman setelah lurusan panjang. Pengamat menyebut teknik out-braking yang diterapkan Veda sangat matang untuk usianya yang baru menginjak 18 tahun.

Lap Terakhir: Mengamankan Poin Tanpa Ambisi Berlebihan

Memasuki lap terakhir, Veda masih bertarung di posisi kedelapan. Di depannya, Piqueras, Joel Esteban, dan Riccardo Rossi saling berebut podium. Veda tidak memaksakan diri mengejar karena sadar selisih waktu 1,2 detik terlalu besar untuk dijangkau dalam satu putaran. Ia memilih mempertahankan posisi dan memastikan finis dengan 8 poin penting.

Dengan hasil ini, Veda Ega Pratama kini mengoleksi total 36 poin dan menempati peringkat 10 klasemen sementara Moto3 2026. Pencapaian ini sudah melampaui target awal musim yang hanya menargetkan rutin masuk 15 besar. Manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, menyatakan kepuasannya: “Veda menunjukkan kedewasaan luar biasa. Dia tidak hanya cepat, tetapi juga mampu membaca situasi balapan. Ini perkembangan signifikan dari seri sebelumnya.”

Adaptasi Cepat Bersama Honda Team Asia

Musim 2026 menjadi musim penuh pertama Veda bersama tim pabrikan Honda di Moto3. Sebelumnya ia menghabiskan dua musim di CEV Moto3 Junior World Championship bersama Astra Honda. Pola kerja sama dengan insinyur Jepang yang terkenal disiplin dan detail berjalan lebih mulus dari perkiraan, berkat kemampuan bahasa Inggris Veda yang meningkat pesat.

  • Veda menjalani 1.800 km uji coba pramusim untuk memahami karakter RC250GP 2026.
  • Peningkatan terbesar terletak pada manajemen ban belakang, yang menjadi kelemahannya tahun lalu.
  • Tim secara khusus menyiapkan simulasi balapan berbasis AI untuk memprediksi titik-titik salip optimal di setiap sirkuit.

Dukungan Tanah Air yang Membara

Di Indonesia, euforia terhadap Veda terus membesar. Forum balap motor, media sosial, hingga siaran langsung di televisi swasta menyedot perhatian ratusan ribu pasang mata. Tagar #VedaGasTerus bertengger di puncak tren Twitter sepanjang Minggu sore. Komunitas balap di Yogyakarta, tempat Veda dibesarkan, menggelar nonton bareng di beberapa titik.

Di tengah sorotan, Veda tetap rendah hati.

“Saya sadar masih banyak yang harus dipelajari. Beberapa kali saya kehilangan waktu di sektor 2 karena pengereman telat. Fokus saya tetap meningkatkan konsistensi, bukan sebatas hasil semata,”
katanya dalam sesi konferensi pers virtual yang dihadiri Beritaseputar.com.

Rentetan Jadwal Padat Menuju Paruh Musim

Seusai Barcelona, kalender Moto3 2026 langsung menuju Mugello, Italia, hanya berselang dua pekan. Veda harus mempersiapkan diri menghadapi sirkuit dengan karakteristik berbanding terbalik: tikungan cepat dan perubahan elevasi tajam. Meski demikian, tim optimistis karena motor Honda secara tradisi kompetitif di trek yang menuntut agility tinggi.

Para penggemar berharap Veda mampu menembus posisi lima besar sebelum jeda musim panas pada Juli. Bila tren positif terus berlanjut, bukan tidak mungkin pebalap kelahiran 28 Mei 2008 ini akan menjadi kandidat perebutan gelar juara dunia Moto3 di masa mendatang.

[SOCIAL_TWEET]: Veda Ega Pratama kembali cetak poin di Moto3! Finis ke-8 di Catalunya, raih 8 poin dan mantap di 10 besar klasemen. "Saya masih harus belajar banyak," ujarnya. #VedaGasTerus #Moto3 #IndonesiaBangga[SOCIAL_TG]: 🏁 Veda Ega finis ke-8 Moto3 Catalunya! Start dari posisi 12, salip 3 pebalap di tikungan pertama, kini mengoleksi 36 poin. Mugello siap ditaklukkan selanjutnya 🔥

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User