Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Trump Serang Wasit yang Beri Kartu Merah Balogun, FIFA Pasang Badan

Washington DC - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melancarkan serangan verbal tajam terhadap wasit yang memimpin pertandingan Piala Dunia antara Amerika Serikat dan Bosnia pada 2 Juli lalu. T

Jul 08, 2026 - 04:25
0 0
Trump Serang Wasit yang Beri Kartu Merah Balogun, FIFA Pasang Badan

Washington DC - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melancarkan serangan verbal tajam terhadap wasit yang memimpin pertandingan Piala Dunia antara Amerika Serikat dan Bosnia pada 2 Juli lalu. Trump menyoroti keputusan kontroversial pemberian kartu merah kepada penyerang andalan tim nasional AS, Folarin Balogun. Wasit asal Brasil, Raphael Claus, menjadi sasaran kemarahan Trump yang menyebut sang pengadil "sangat mencurigakan" dalam laga yang berlangsung sengit tersebut.

Komentar pedas Trump ini sontak memicu reaksi luas, mengingat statusnya sebagai kepala negara sekaligus penggemar berat sepak bola yang kerap menyuarakan dukungannya bagi tim nasional AS di berbagai kesempatan. Tidak tinggal diam, Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) segera mengambil sikap tegas untuk membela Raphael Claus. Berdasarkan laporan yang dihimpun Beritaseputar.com dari AFP pada Selasa (7/7/2026), FIFA menegaskan bahwa sang wasit tidak pantas menerima tuduhan tanpa dasar tersebut.

Kepala Bidang Perwasitan sekaligus Ketua Komite Wasit FIFA, Pierluigi Collina, menjadi ujung tombak pembelaan terhadap Claus. Mantan wasit legendaris asal Italia itu menyampaikan pernyataan resmi yang menekankan rekam jejak panjang dan kualitas Claus sebagai pengadil kelas dunia. FIFA, melalui Collina, secara eksplisit menyebutkan bahwa Raphael Claus telah "menunjukkan standar profesionalisme dan integritas tertinggi" sepanjang kariernya di dunia sepak bola internasional.

"Raphael Claus adalah anggota kunci dalam daftar wasit Piala Dunia. Kami berdiri penuh di belakangnya dan menolak segala bentuk serangan yang tidak berdasar terhadap integritas perangkat pertandingan kami," tegas Collina dalam pernyataan yang dikutip Beritaseputar.com.

Insiden kartu merah Balogun sendiri terjadi pada babak kedua pertandingan yang berlangsung di salah satu stadion utama Piala Dunia 2026. Keputusan Claus mengusir penyerang AS itu memicu protes keras dari para pemain dan staf pelatih Amerika Serikat. Sejumlah analis sepak bola menilai keputusan tersebut kontroversial, namun FIFA menegaskan bahwa proses evaluasi internal telah dilakukan dan tidak ditemukan pelanggaran kode etik maupun kesalahan prosedur yang signifikan.

Pembelaan FIFA ini menegaskan kembali komitmen badan sepak bola dunia itu untuk melindungi integritas perangkat pertandingan di tengah tekanan politik dan opini publik yang memanas. Dukungan penuh dari Pierluigi Collina, figur paling dihormati dalam sejarah perwasitan modern, semakin memperkuat posisi FIFA dalam membela Raphael Claus dari kritik yang datang dari salah satu pemimpin negara paling berpengaruh di dunia tersebut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
eko-saputra

Editor Nasional. Editor isu nasional dekat kehidupan sehari-hari.

Comments (0)

User