Oct 10, 2026
Hukum

Trump Salahkan Ukraina atas Lonjakan Harga BBM AS

Harga bahan bakar di Amerika Serikat kembali menjadi sorotan menjelang pemilihan sela (midterms). Presiden AS Donald Trump melontarkan tuduhan mengejutkan

Trump Salahkan Ukraina atas Lonjakan Harga BBM AS

Harga bahan bakar di Amerika Serikat kembali menjadi sorotan menjelang pemilihan sela (midterms). Presiden AS Donald Trump melontarkan tuduhan mengejutkan dengan menyalahkan Ukraina sebagai penyebab utama lonjakan harga solar dan bensin di negaranya. Dalam unggahan di platform Truth Social pada Senin, Trump menegaskan bahwa faktor pendorong kenaikan harga kini bukan lagi konflik di Selat Hormuz, melainkan serangan Ukraina terhadap kilang minyak Rusia.

Pernyataan ini menjadi babak baru dalam narasi ekonomi politik AS yang kian memanas. Trump secara eksplisit menyebut bahwa kilang-kilang Rusia "sedang diledakkan oleh Ukraina", yang menurutnya berdampak langsung pada pasokan global dan harga eceran di pompa bensin AS. Ia juga menyinggung kebijakan yang diterapkan oleh negara-negara bagian yang dipimpin Partai Demokrat sebagai faktor kontribusi tambahan.

Kronologi dan Data Harga yang Memicu Kekhawatiran

Untuk memahami konteks pernyataan Trump, penting melihat rangkaian peristiwa dan data terkini yang beredar:

  1. September 2025: Harga solar AS mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah, dan hingga kini masih bertahan di level mendekati puncak historis.
  2. Beberapa bulan terakhir: Ukraina secara berulang menargetkan kilang minyak dan fasilitas terkait minyak bumi di Rusia, mengganggu produksi dan memicu kelangkaan pasokan.
  3. Respons Moskow: Rusia memberlakukan pembatasan ekspor bensin, solar, dan produk minyak lainnya. Larangan ekspor solar saat ini berlaku hingga akhir Oktober.
  4. Pernyataan Putin: Presiden Rusia Vladimir Putin mengakui serangan tersebut menelan biaya sekitar 1% dari PDB, namun mengeklaim fasilitas yang rusak cepat dipulihkan dan sistem energi negaranya memiliki kapasitas cadangan signifikan.

Data lapangan menunjukkan tekanan nyata pada konsumen AS. Di California, harga bahan bakar dilaporkan melampaui $8,21 per galon, angka yang jauh di atas rata-rata nasional dan menjadi salah satu yang tertinggi dalam sejarah negara bagian tersebut.

Analisis: Antara Realitas Pasar dan Manuver Politik

Pernyataan Trump menuai beragam reaksi. Sebagian analis menilai narasi ini sebagai upaya mengalihkan perhatian dari kebijakan domestik menjelang midterms. "Menyalahkan aktor eksternal seperti Ukraina adalah strategi klasik untuk menghindari akuntabilitas atas kebijakan energi dalam negeri," ujar seorang pengamat ekonomi energi yang enggan disebutkan namanya.

Namun, ada pula yang menilai ada benarnya bahwa gangguan pasokan global—termasuk akibat serangan terhadap infrastruktur Rusia—memang berdampak pada harga. Ketegangan geopolitik yang berkepanjangan menciptakan ketidakpastian pasar yang sulit dihindari.

Faktor Dampak pada Harga AS
Serangan Ukraina ke kilang Rusia Gangguan pasokan global, kenaikan harga
Larangan ekspor Rusia Berkurangnya pasokan solar & bensin
Kebijakan negara bagian Demokrat Pajak & regulasi tambahan (klaim Trump)
Rekor harga September California capai $8,21/galon

Yang jelas, isu harga bahan bakar akan terus menjadi medan pertempuran politik menjelang midterms. Trump tampaknya ingin membingkai krisis ini sebagai akibat dari faktor eksternal, sementara lawan-lawan politiknya kemungkinan akan menuntut pertanggungjawaban atas kebijakan energi dalam negeri. "Pada akhirnya, konsumen yang menanggung bebannya," tambah sang analis.

"What's driving up gasoline is no longer the Strait of Hormuz... but the word, 'refineries'." — Donald Trump

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS rina-wulandari

Product Reviewer. Mengulas software, aplikasi, dan tools produktivitas.

Comments (0)

User