Oct 10, 2026
Hukum

Yaman Ancam Rebut Wilayah Houthi, Perang Sumber Daya Mengancam

Konflik di Yaman kembali memanas setelah pemerintah yang diakui internasional mengumumkan niatnya untuk merebut kembali wilayah yang dikuasai kelompok pemb

Yaman Ancam Rebut Wilayah Houthi, Perang Sumber Daya Mengancam

Konflik di Yaman kembali memanas setelah pemerintah yang diakui internasional mengumumkan niatnya untuk merebut kembali wilayah yang dikuasai kelompok pemberontak Houthi. Langkah ini membuka kemungkinan besar akan terjadinya fase baru dalam perang yang telah berkecamuk di negara Teluk tersebut selama lebih dari satu dekade. Situasi terbaru ini bahkan disebut-sebut sebagai potensi "perang sumber daya" baru antara kedua pihak yang bersaing.

Pemerintah Yaman Perintahkan Militer Siaga Penuh

Kepemimpinan Dewan Presiden (Presidential Leadership Council/PLC) — pemerintah resmi Yaman yang diakui dunia internasional — telah mengeluarkan perintah kepada seluruh pasukan bersenjata dan formasi keamanan untuk segera melaksanakan rencana operasi militer. Perintah tersebut bahkan dinyatakan akan berlangsung "hingga negara ini dibebaskan dari cengkeraman milisi teroris."

Selain itu, PLC juga menyerukan mobilisasi umum yang melibatkan seluruh lapisan kekuatan militer dan paramiliter di bawah kendalinya. Seruan ini menunjukkan eskalasi signifikan dalam upaya pemerintah mengambil alih kontrol atas seluruh wilayah Yaman.

"Pemerintah mungkin menguasai lebih banyak wilayah Yaman di peta, tetapi justru Houthi yang menguasai sebagian besar penduduknya," kata Oumaima Ichchar, jurnalis RT yang melaporkan situasi di lapangan.

Pernyataan Ichchar ini menggambarkan betapa rumitnya peta kekuasaan di Yaman. Berdasarkan data yang dihimpun, PLC diperkirakan menguasai sekitar 60,4% wilayah Yaman, sementara Houthi menguasai sekitar 22,8%. Namun angka wilayah tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan kekuatan sebenarnya, mengingat Houthi menguasai ibu kota Sanaa serta beberapa kawasan padat penduduk paling penting di negara itu.

Keseimbangan Kekuatan: Jumlah Personel vs Logistik

Dari segi personel, kelompok Houthi diperkirakan memiliki sekitar 350.000 pejuang yang siap tempur. Sementara itu, kekuatan pasukan PLC yang masih terfragmentasi diperkirakan berjumlah antara 40.000 hingga 250.000 orang — sebuah rentang yang sangat lebar yang mencerminkan kurangnya koordinasi di antara berbagai faksi yang berafiliasi dengan pemerintah.

Namun, seperti dicatat Ichchar, angka besar tersebut tidak banyak artinya tanpa dukungan yang memadai:

"Ratusan ribu pejuang berarti sedikit jika Anda tidak bisa mempersenjatai atau memasok mereka dengan benar," ujarnya.

Kondisi ini menjadi salah satu tantangan terbesar bagi kedua belah pihak. Perang di Yaman selama ini bukan hanya soal jumlah pasukan di garis depan, melainkan juga soal kemampuan mempertahankan rantai pasok senjata, bahan bakar, pangan, dan obat-obatan. Karena itu, konflik ini kerap disebut sebagai "perang sumber daya" — di mana pihak yang mampu mempertahankan logistik lebih lama akan memiliki keunggulan strategis.

Faktor Penentu Kemenangan

Beberapa faktor kunci yang perlu diperhatikan dalam konflik lanjutan ini antara lain:

  • Kendali atas infrastruktur vital — termasuk pelabuhan, bandara, dan jalur distribusi bahan bakar yang menjadi urat nadi perekonomian.
  • Dukungan logistik luar negeri — baik dari negara-negara kawasan maupun kekuatan global yang memiliki kepentingan di Yaman.
  • Kohesi internal — pasukan PLC yang masih terpecah belah rawan mengalami konflik internal yang melemahkan front bersama.
  • Kontrol atas penduduk sipil — Houthi yang menguasai area padat penduduk memiliki keunggulan dalam hal mobilisasi wajib militer dan pasokan tenaga kerja.
  • Kondisi kemanusiaan — yang selama ini menjadi kekhawatiran dunia internasional mengingat jutaan warga Yaman sudah mengungsi akibat perang.

Perang saudara di Yaman yang dimulai sejak 2014 telah menewaskan ratusan ribu orang dan menciptakan krisis kemanusiaan terburuk di dunia. Ancaman fase baru ini tentu menjadi keprihatinan serius bagi komunitas internasional yang selama ini berupaya memediasi perdamaian antara kedua pihak.

Dunia kini menanti apakah langkah militer PLC ini akan berujung pada negosiasi baru atau justru memperpanjang penderitaan rakyat Yaman yang selama ini menanggung beban perang paling berat.

• PLC perintahkan militer rebut wilayah Houthi • Houthi punya ~350.000 pejuang, PLC 40.000–250.000 • PLC kuasai 60,4% wilayah, Houthi kuasai Sanaa • "Perang sumber daya" jadi penentu kemenangan Detail lengkap di Beritaseputar.com

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS andika-rivaldi

Reporter Fintech. Meliput payment gateway, bank digital, dan inklusi keuangan.

Comments (0)

User