The Rose Siapkan Konser Jakarta di Tur Rosetopia Asia

Oktober tahun depan akan menjadi bulan yang dinanti-nantikan oleh para penggemar musik Tanah Air. Bukan sekadar satu, melainkan dua panggung besar akan dijejaki oleh band rock alternatif asal Korea Se...

Jul 12, 2026 - 05:03
0 0
The Rose Siapkan Konser Jakarta di Tur Rosetopia Asia

Oktober tahun depan akan menjadi bulan yang dinanti-nantikan oleh para penggemar musik Tanah Air. Bukan sekadar satu, melainkan dua panggung besar akan dijejaki oleh band rock alternatif asal Korea Selatan yang tengah naik daun: The Rose. Sebuah perjalanan bermusik yang menjanjikan, dari atmosfer magis Candi Prambanan hingga hingar bingar ibu kota.

Kabar ini tentu saja menjadi oase di tengah penantian panjang para penggemar setia, yang akrab disapa Black Rose. Setelah sukses menggebrak berbagai kota di dunia, kuartet yang dikenal lewat lagu-lagu emosional nan melankolis itu akhirnya memastikan diri untuk menyapa langsung pendengar di Indonesia. Ini bukan sekadar kunjungan singkat, melainkan bagian dari rangkaian Rosetopia Asia Tour yang membawa misi menghubungkan musik dengan hati para pendengarnya.

Dari Panggung Megah Prambanan Menuju Jakarta

Perjalanan The Rose di Indonesia tahun depan akan dimulai dari panggung yang mungkin menjadi salah satu yang paling ikonis di negeri ini. Sebelum menginjakkan kaki di Jakarta, mereka dijadwalkan tampil di Prambanan Jazz 2026. Di bawah sinar rembulan, dengan siluet megah Candi Prambanan sebagai latar, suara vokalis Woosung yang khas seperti akan berdialog dengan sejarah. Energi dari lagu-lagu seperti Sorry dan She's in the Rain akan terasa semakin syahdu saat berpadu dengan kemegahan warisan budaya dunia tersebut.

Namun, euforia itu tidak akan berhenti di Yogyakarta. Beberapa bulan setelahnya, tepat di bulan yang sama, The Rose akan membawa suasana intim itu ke dalam sebuah venue di Jakarta. Ini adalah momen yang sudah ditunggu-tunggu. Sebab, konser tunggal di ibu kota akan memberikan ruang yang lebih personal bagi band dan penggemar untuk saling terhubung. Jika Prambanan Jazz adalah perkenalan megah, maka konser di Jakarta adalah pertemuan yang hangat dan akrab.

Kisah Bangkit dari Masa Sunyi

Bagi Black Rose, kehadiran The Rose di Indonesia bukanlah sekadar hiburan. Ada ikatan emosional yang begitu kuat yang terbangun selama bertahun-tahun. Band yang terbentuk sejak 2017 ini bukannya tanpa luka. Mereka pernah menghadapi masa-masa sulit, perseteruan hukum dengan agensi lama yang membuat karier mereka seolah tertahan. Selama hampir dua tahun, panggung terasa sepi, dan masa depan mereka penuh tanda tanya.

Namun, dari keterpurukan itulah, Dojoon, Hajoon, Jaehyeong, dan Woosung justru menemukan jati diri mereka yang sesungguhnya. Mereka bangkit bukan lagi sebagai idola yang dipoles sempurna, melainkan sebagai musisi sejati yang menuangkan sendiri kisah dan air mata mereka ke dalam lagu. Album HEAL yang rilis pada 2022 menjadi tonggak kebangkitan itu. Lewat lirik-lirik jujur tentang kesehatan mental dan perjuangan melawan hari-hari kelabu, The Rose menjadi teman bagi siapa pun yang merasa lelah dengan dunia.

Di titik inilah hubungan mereka dengan penggemar menjadi semakin bermakna. Konser The Rose bukanlah pertunjukan satu arah, melainkan sebuah sesi penyembuhan kolektif. Saat ribuan suara bersatu menyanyikan penggalan lirik, "You make me back, you make me breathe," sekat antara artis dan penggemar runtuh. Mereka adalah sesama manusia yang saling menguatkan.

Suara yang Melampaui Batas Bahasa

Salah satu keajaiban dari The Rose adalah kemampuan mereka menembus batasan bahasa. Meski berasal dari Korea Selatan, musik mereka begitu universal. Tidak jarang fans di Indonesia ikut menangis meski tidak sepenuhnya mengerti arti liriknya secara harfiah. Musik, bagi The Rose, adalah bahasa perasaan. Mereka kerap menyelipkan lirik berbahasa Inggris dalam lagu-lagunya untuk menjangkau lebih banyak hati. Woosung, sang vokalis utama dengan suara seraknya yang unik, bahkan telah merilis musik solo berbahasa Inggris yang juga mendapat sambutan hangat secara global.

Tur "Rosetopia" sendiri bukan sekadar nama fantasi. Ini adalah gagasan tentang dunia ideal yang coba dibangun The Rose bersama para penggemarnya—sebuah ruang aman di mana semua emosi diizinkan untuk hadir tanpa penghakiman. Di tengah hiruk pikuk Jakarta yang tak pernah tidur, kehadiran The Rose menawarkan jeda. Sebuah malam di mana penonton boleh menangis, tertawa, dan merasakan bahwa mereka tidak sendiri.

Bagi yang pernah menyaksikan aksi panggung mereka, tentu paham bahwa The Rose tidak memerlukan koreografi rumit atau efek panggung yang berlebihan. Cukup dengan instrumen live mereka yang solid dan vokal Woosung yang menusuk jiwa, seluruh ruangan mampu berubah menjadi lautan emosi. Musik mereka mengalir dari balada akustik yang menghancurkan hati hingga rock alternatif yang penuh semangat memberontak.

Menanti Sihir Malam Itu Tiba

Detail lebih lanjut mengenai lokasi pasti dan harga tiket konser Jakarta ini masih menjadi misteri yang belum terungkap. Namun, satu hal yang pasti: antisipasi sudah mulai membuncah. Pengumuman ini datang di saat yang tepat, seolah menjadi secercah cahaya yang menjanjikan pertemuan-pertemuan indah di masa depan. Setelah bertahun-tahun hanya bisa berinteraksi lewat layar, penggemar Indonesia akhirnya akan menyaksikan langsung keajaiban yang selama ini hanya bisa mereka impikan.

Ini bukan hanya tentang menonton band favorit. Ini adalah tentang menjadi bagian dari sebuah cerita besar—sebuah kisah tentang harapan, kebangkitan, dan cinta yang tulus antara musisi dan pendengarnya. Oktober tahun depan, Jakarta akan menjadi saksi bahwa musik, dalam bentuknya yang paling murni, memang mampu menyembuhkan luka-luka yang tak terucapkan. Dan di atas panggung itu, The Rose akan kembali membuktikan mengapa mereka begitu dicintai.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User