Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Tekanan Global Mereda, Harga Pertamax Turun?

Jakarta - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green 95 yang terjadi pada 9 Juni 2026 sempat menimbulkan gelombang protes dari berbagai kalangan masyarakat.

Jul 08, 2026 - 00:41
0 0
Tekanan Global Mereda, Harga Pertamax Turun?

Jakarta - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green 95 yang terjadi pada 9 Juni 2026 sempat menimbulkan gelombang protes dari berbagai kalangan masyarakat. Lonjakan harga tersebut tak lepas dari memanasnya situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berdampak langsung pada fluktuasi harga minyak mentah dunia. Namun, secercah harapan mulai tampak seiring dengan tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang diyakini mampu meredakan ketegangan global.

Kesepakatan Damai AS-Iran Tekan Harga Minyak Dunia

Kesepakatan bersejarah antara dua negara berpengaruh tersebut diharapkan dapat melonggarkan sanksi yang selama ini membatasi pasokan minyak Iran ke pasar internasional. Dengan bertambahnya suplai, tekanan terhadap harga minyak mentah diprediksi akan menurun secara signifikan. Berdasarkan pantauan Beritaseputar.com, harga minyak jenis Brent dan WTI telah menunjukkan tren pelemahan dalam beberapa sesi perdagangan terakhir, memberikan sinyal positif bagi negara pengimpor minyak seperti Indonesia.

Pemerintah Optimis Harga BBM Akan Turun

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan optimismenya bahwa harga BBM non subsidi akan ikut terkoreksi sejalan dengan penurunan harga minyak global. Dalam rapat kerja bersama Komite IV DPD RI di Jakarta, Senin (22/6/2026), Purbaya menuturkan, "Saya yakin dengan potensi menurunnya harga minyak dunia, harga Pertamax dan lain-lain pun akan turun sehingga pondasi pertumbuhan ekonomi kita akan semakin kuat."

Pernyataan tersebut memberikan angin segar bagi dunia usaha dan masyarakat yang selama ini terbebani oleh tingginya biaya transportasi dan logistik. Jika penurunan benar terjadi, daya beli masyarakat berpotensi meningkat dan inflasi dapat lebih terkendali. Meski demikian, sejumlah pengamat energi mengingatkan bahwa keputusan penyesuaian harga tetap mempertimbangkan nilai tukar rupiah dan biaya distribusi domestik. Pemerintah pun masih akan memantau perkembangan pasar global sebelum merealisasikan penurunan harga, namun optimisme bahwa tekanan telah mereda semakin menguat di tengah pemulihan ekonomi nasional. Kondisi ini diharapkan menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperkuat ketahanan energi dan menjaga stabilitas harga di dalam negeri.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
andika-rivaldi

Reporter Ekonomi. Reporter isu ekonomi yang memengaruhi gaya hidup.

Comments (0)

User