Saat Celine Evangelista Relakan Putri Sulungnya Menimba Ilmu di Pesantren
Pagi itu, gerbang pesantren di kawasan Jawa Barat tampak lebih sibuk dari biasanya. Satu per satu orang tua datang mengantarkan putra-putri mereka memulai tahun ajaran baru. Di antara kerumunan, tampa...
Pagi itu, gerbang pesantren di kawasan Jawa Barat tampak lebih sibuk dari biasanya. Satu per satu orang tua datang mengantarkan putra-putri mereka memulai tahun ajaran baru. Di antara kerumunan, tampak sosok Celine Evangelista yang tengah menggenggam erat tangan seorang gadis kecil. Matanya berkaca-kaca, sementara senyum tipis terus ia pertahankan. Itulah momen ketika sang ibu harus merelakan putri sulungnya, Eleeya Xaviera Sompie, menempuh perjalanan baru sebagai santriwati.
Langit pagi yang cerah seolah menjadi saksi bisu atas perasaan campur aduk yang dirasakan Celine. Di satu sisi, ia bangga putrinya berani mengambil langkah besar di usia yang masih belia. Di sisi lain, ada rasa kehilangan yang tiba-tiba menyeruak. Bagaimanapun, ini kali pertama Eleeya akan tinggal jauh dari pelukan ibunya dalam waktu yang lama.
Detik-detik Perpisahan yang Mengharukan
Saat waktu perpisahan tiba, Celine memeluk Eleeya begitu erat. Air mata yang sejak tadi ia tahan akhirnya jatuh juga. "Ini bukan perpisahan," bisiknya lirih, seolah meyakinkan diri sendiri sekaligus sang buah hati. Ia mencium kening Eleeya dan menitipkan sejuta doa dalam diam. Momen mengharukan itu diabadikan oleh seseorang di dekat mereka, dan kemudian dibagikan Celine melalui akun Instagram pribadinya sebagai bentuk syukur sekaligus kenangan yang tak akan pernah pudar.
"Selamat menuntut ilmu, Nak. Ibu selalu di sini," tulis Celine dalam unggahan itu, disertai emoji hati yang seolah mewakili limpahan kasih sayang yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Banyak sahabat dan penggemar yang langsung memenuhi kolom komentar dengan doa dan dukungan. Mereka tahu, melepas anak masuk pesantren adalah keputusan besar yang membutuhkan keteguhan hati luar biasa.
Mengapa Pesantren Jadi Pilihan?
Keputusan Celine untuk menyekolahkan Eleeya di pesantren bukan datang begitu saja. Sejak lama, ia menyimpan keinginan agar sang putri mengenal ajaran agama secara lebih mendalam dan terstruktur. Di tengah gemerlap dunia hiburan yang membesarkan namanya, Celine selalu berusaha menjaga fondasi spiritual keluarganya. Pesantren, baginya, adalah tempat terbaik untuk menanamkan nilai-nilai akhlak, kemandirian, dan kecintaan pada Al-Qur’an.
"Aku ingin Eleeya tumbuh menjadi pribadi yang kuat, mandiri, dan selalu ingat kepada Tuhannya," ucap Celine dalam sebuah wawancara singkat di sela-sela kesibukannya. Ia menegaskan, pilihan ini diambil atas diskusi panjang bersama keluarga, termasuk dengan Stefan William, mantan suaminya yang juga ayah dari Eleeya. Meski rumah tangga mereka telah berakhir, komunikasi untuk kebaikan anak tetap menjadi prioritas utama.
Transformasi Seorang Ibu
Banyak orang mengenal Celine sebagai aktris dan sosok glamor di layar kaca. Namun di balik itu semua, ia adalah ibu biasa yang mengalami dilema serupa jutaan perempuan lainnya. Peristiwa mengantar Eleeya ke pesantren menjadi titik balik yang menunjukkan kedewasaan emosional Celine. Ia harus mengikhlaskan sebagian waktunya demi masa depan sang buah hati.
Dalam beberapa unggahan setelah perpisahan itu, Celine kerap membagikan kerinduannya pada Eleeya. Mulai dari panggilan video singkat hingga kiriman surat manis yang ditulis dengan tangan. Semua itu ia lakukan untuk menjaga ikatan batin tetap hangat meski terpisah jarak. "Setiap malam aku bayangkan dia sedang baca Al-Qur’an atau hafalan. Itu sudah cukup buatku," ujarnya pada sesi bincang santai di kediamannya.
Harapan dan Doa yang Mengudara
Kini, Eleeya resmi menjadi bagian dari keluarga besar pesantren yang akan membentuknya menjadi insan berilmu dan berakhlak mulia. Celine dan keluarga hanya bisa menunggu dari kejauhan sambil terus mengirimkan doa-doa terbaik. Ada harapan besar yang disematkan di pundak gadis kecil itu, namun ibunya percaya, Eleeya akan menjalaninya dengan penuh semangat.
"Kembalilah nanti menjadi pribadi yang lebih baik dari kami, Nak," begitu pesan terakhir Celine sebelum mobil perlahan meninggalkan area pesantren. Sederhana, tetapi penuh makna. Bagi Celine, perjalanan ini bukan hanya tentang menimba ilmu agama, melainkan juga tentang membentuk karakter dan masa depan Eleeya yang lebih mulia.
Momen ini menjadi pengingat bahwa di balik sorotan kamera dan kemewahan gaya hidup selebritas, terdapat nilai-nilai universal yang menyentuh siapa pun. Kisah Celine mengantarkan anaknya ke pesantren bukanlah sekadar berita hiburan, melainkan cerminan kekuatan cinta seorang ibu yang rela berkorban demi masa depan putrinya. Sebuah potret kehangatan yang menegaskan bahwa pendidikan dan akhlak adalah warisan paling berharga yang bisa diberikan orang tua kepada anak-anaknya.
Baca juga:
Comments (0)