Rendang Jamur Tiram, Hidangan Lebaran yang Menyentuh Hati

Di sudut dapur rumah sederhana di Kalimantan Barat, Ibu Sari memegang seikat jamur tiram segar. Aroma kelapa sangrai dan serai yang memenuhi udara membawanya pada kenangan masa kecil—saat ibunya mem...

Jul 16, 2026 - 11:29
0 0
Rendang Jamur Tiram, Hidangan Lebaran yang Menyentuh Hati

Di sudut dapur rumah sederhana di Kalimantan Barat, Ibu Sari memegang seikat jamur tiram segar. Aroma kelapa sangrai dan serai yang memenuhi udara membawanya pada kenangan masa kecil—saat ibunya memasak rendang daging sapi untuk Lebaran. Kini, ia mengulang tradisi itu dengan versi baru: rendang jamur tiram. Tangannya yang cekatan merobek-robek jamur, lalu mencampurnya dengan bumbu halus yang sudah diracik sejak subuh. “Lebaran tanpa rendang terasa ada yang kurang. Tapi anak saya vegetarian, jadi harus ada variasi,” ujarnya lirih sambil tersenyum.

Perjalanan Menemukan Resep

Perjalanan Ibu Sari menemukan resep rendang jamur tiram bukanlah hal instan. Butuh beberapa kali percobaan agar tekstur jamur tidak terlalu lembek dan bumbu meresap sempurna. Ia ingat betul kegagalan pertama—jamur hancur setelah dua jam dimasak. “Saya hampir menyerah, tapi ingat wajah anak saya yang senang saat pertama kali mencicipi rendang jamur,” katanya. Inspirasi datang dari dapur tradisional Minang yang menggunakan santan kental dan rempah-rempah. Ia pun memodifikasi resep dengan mengurangi waktu memasak dan memanggang jamur terlebih dahulu. Hasilnya, rendang jamur tiram memiliki cita rasa gurih dan pedas yang mendekati rendang daging, namun lebih ringan. Kisah ini ia bagikan di komunitas Cookpad, dan respons positif membuatnya terharu. “Banyak yang bilang resep ini membantu mereka yang tidak makan daging tetap bisa merasakan Lebaran,” tambahnya.

Proses yang Penuh Cinta

Di balik layar, proses memasak rendang jamur tiram membutuhkan kesabaran. Ibu Sari memulai dengan menumis bumbu halus—bawang merah, bawang putih, cabai, lengkuas, dan jahe—hingga harum. Lalu, ia memasukkan santan kental dan serai, serta daun kunyit. Setelah mendidih, jamur tiram yang sudah dipotong dan dikeringkan sedikit, dimasukkan. “Jamur harus diaduk perlahan, tidak boleh buru-buru. Ini seperti merawat cinta,” ujarnya. Proses pemasakan memakan waktu sekitar satu jam hingga kuah mengental dan berminyak. Saat kuah mulai menyerap, bumbu mulai mengeluarkan aroma yang menggiurkan. Momen ini selalu membuat Ibu Sari terkenang pada ibunya yang dulu memasak rendang selama berjam-jam. “Dulu saya hanya membantu memarut kelapa. Sekarang saya yang melanjutkan tradisi ini dengan sentuhan baru,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca. Air mata haru kerap mengalir ketika ia mengingat ibunya yang sudah tiada. Tapi, ia percaya bahwa resep ini adalah jembatan antara masa lalu dan masa depan keluarganya.

Lebaran dengan Sentuhan Baru

Ketika Lebaran tiba, meja makan keluarga Ibu Sari dipenuhi aneka hidangan. Namun, rendang jamur tiram selalu menjadi bintang. Anaknya, Rina, tak kuasa menahan senyum saat melihat rendang jamur kesukaannya tersaji. “Ini bukti bahwa kita bisa menghormati tradisi tanpa harus melupakan kebutuhan anggota keluarga,” kata Rina. Momen mengharukan terjadi ketika kakak Ibu Sari yang sepuh mencicipi rendang jamur untuk pertama kali. Awalnya, ia ragu. Tapi setelah satu suapan, ia mengangguk dan meminta tambah. “Saya bangga bisa menyatukan selera yang berbeda di satu meja,” tutur Ibu Sari. Kisah sederhana ini menginspirasi banyak orang di Cookpad untuk berani berkreasi. “Setiap keluarga punya cerita, dan makanan adalah cara kita menulis cerita itu,” tambahnya. Kini, setiap menjelang Lebaran, ia menerima pesan dari pengguna Cookpad yang meminta tips memasak rendang jamur tiram. “Saya senang berbagi. Ini bukan hanya resep, tapi cinta yang bisa dinikmati semua,” pungkasnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User