Rekor Baru Tercipta di Kompetisi Pesawat Kertas Red Bull Paper Wings

Lebih dari 170 peserta dari 58 negara berkumpul di Hangar-7, Salzburg, Austria, pada 17 Mei 2019 untuk berlaga dalam kompetisi pesawat kertas terbesar di d

Jul 11, 2026 - 18:34
0 1
Rekor Baru Tercipta di Kompetisi Pesawat Kertas Red Bull Paper Wings

Lebih dari 170 peserta dari 58 negara berkumpul di Hangar-7, Salzburg, Austria, pada 17 Mei 2019 untuk berlaga dalam kompetisi pesawat kertas terbesar di dunia, Red Bull Paper Wings World Final. Ajang tiga tahunan ini kembali menyihir publik dengan tiga kategori fenomenal: jarak terpanjang, durasi melayang terlama, dan aerobatik.

Seleksi Ketat Menuju Hangar-7

Sejak Januari 2019, ribuan mahasiswa dari berbagai kampus di seluruh dunia bersaing dalam kualifikasi nasional. Setiap negara mengirimkan juara terbaiknya ke final global. Pada 2019, Indonesia diwakili oleh Yesaya Christian dari Universitas Pelita Harapan yang berhasil menembus babak final kategori Longest Distance.

'Saya sudah latihan melipat lebih dari 200 desain berbeda. Kuncinya bukan hanya di lipatan, tapi juga di sudut lemparan dan kekuatan angin dalam ruangan,' ungkap Yesaya saat ditemui di sela-sela kompetisi.

Malam Puncak Spektakuler

Final berlangsung di bawah gemerlap lampu Hangar-7 yang megah. Suasana bak konser rock dengan sorakan penonton yang histeris. Setiap peserta diberi satu lembar kertas resmi ukuran A4 dari Red Bull dengan gramatur dan tekstur yang diseragamkan agar tidak ada keuntungan material.

Kategori Jarak Terpanjang: Jake Hardy dari Amerika Serikat memecahkan rekor dengan lemparan sejauh 56,61 meter—nyaris sepanjang kolam renang olimpiade. Lemparannya melesat lurus bak anak panah dan mencetak rekor dunia baru yang dicatat langsung oleh perwakilan Guinness World Records.

Kategori Durasi Terlama: Di kategori ini, pesawat harus melayang selama mungkin tanpa menyentuh lantai. Cameron Clark asal Kanada keluar sebagai juara dengan catatan waktu 14,89 detik—detik-detik yang terasa lambat dan menegangkan. Ia menggunakan teknik lemparan eksplosif vertikal dan desain sayap lebar yang ia rahasiakan.

Kategori Aerobatik: Inilah kategori paling artistik. Peserta memperagakan aksi loop, spiral, dan manuver tak terduga diiringi musik. Tim dari Jepang memukau juri dengan koreografi rumit dan pesawat yang bisa berputar 720 derajat di udara. Mereka meraih nilai tertinggi dari panel juri yang terdiri dari insinyur penerbangan dan koreografer tari kontemporer.

‘Saya tidak menyangka selembar kertas bisa begitu hidup. Setiap lipatan adalah nadi dari burung kertas ini,’ ujar Kepala Juri Kai Dittmar, mantan pilot aerobatik.

Lebih dari Sekadar Lomba

Red Bull Paper Wings bukan hanya kompetisi, tapi gerakan yang menyatukan sains, seni, dan olahraga. Di sela acara, peserta mengikuti lokakarya aerodinamika dan pameran pesawat kertas inovatif termasuk purwarupa kertas yang bisa terbang dengan motor elektrik mini.

Pemenang utama di tiap kategori mendapat hadiah spesial: mengikuti sesi pelatihan di markas Red Bull Air Race dan tiket menonton balapan udara Formula 1-nya. Total hadiah dan fasilitas yang diberikan mencapai €30.000 (sekitar Rp517 juta).

Kompetisi ini membuktikan bahwa dari hal sederhana seperti melipat kertas, bisa lahir kecintaan pada prinsip terbang, ketelitian, dan sportivitas global. Final berikutnya yang sedianya digelar 2022 terpaksa ditunda karena pandemi, namun panitia mengonfirmasi bahwa Red Bull Paper Wings akan kembali mengudara pada 2025 dengan format yang lebih besar.

[SOCIAL_TWEET]: Dari sekadar hobi menjadi panggung dunia! Kompetisi pesawat kertas Red Bull Paper Wings 2019 ukir rekor jarak dan durasi baru. 🛫✈️🇦🇹 #RedBullPaperWings #PesawatKertas #RekorDunia #Aerobatik[SOCIAL_TG]: 🛫 Hari ini nonton balapan pesawat, mesinnya cuma kertas! Ternyata lipatan sekecil itu bisa terbang 56 meter dan menang jutaan rupiah. Gokil! 👇

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User