Usai Bertemu Prabowo, Bos PLN Minta Maaf Pemadaman Bergilir di Jawa
JAKARTA — Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo menyampaikan permintaan maaf secara terbuka atas pemadaman listrik bergilir yang melanda sejuml
JAKARTA — Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo menyampaikan permintaan maaf secara terbuka atas pemadaman listrik bergilir yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Jawa pekan lalu. Permintaan maaf itu disampaikan Darmawan seusai menghadiri rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (10/2/2025). Ia menegaskan, kondisi sistem kelistrikan Jawa kini berangsur pulih, dan PLN bergerak cepat memulihkan pasokan ke seluruh pelanggan.
Pemadaman bergilir yang terjadi pada Kamis hingga Jumat pekan lalu memicu keluhan warga di DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, serta sebagian Jawa Timur. Peristiwa ini menandai gangguan suplai listrik terbesar di Pulau Jawa dalam dua tahun terakhir, dipicu kegagalan mendadak pada jalur transmisi utama 500 kilovolt (kV) yang menghubungkan pembangkit di bagian timur dengan beban di barat. Gangguan tersebut memantik efek domino yang membuat sistem Jawa-Bali kehilangan pasokan dalam jumlah signifikan.
Kronologi Pemadaman Bergilir
Rangkaian peristiwa yang berujung pada pemadaman bergilir terjadi dalam kurun waktu kurang dari 24 jam. Berikut urutan kejadian berdasarkan data sementara PLN dan laporan dari Pusat Pengatur Beban (P2B):- Kamis, 6 Februari 2025 pukul 14.23 WIB – Terjadi trip atau lepasnya dua sirkit transmisi 500 kV jalur Ungaran–Pedan dan Pedan–Kesugihan secara bersamaan akibat gangguan teknis pada isolasi saluran. Gangguan ini memutus aliran listrik dari pembangkit-pembangkit di Jawa Tengah dan Jawa Timur menuju pusat beban di Jawa Barat dan Jakarta.
- Pukul 14.27 WIB – Sistem proteksi otomatis bekerja; sejumlah pembangkit besar—termasuk PLTU Paiton dan PLTU Tanjung Jati B—mengalami penurunan beban drastis untuk menghindari kerusakan permanen. Pasokan listrik ke jaringan transmisi Jawa bagian barat langsung defisit hingga 3.200 megawatt (MW).
- Pukul 14.40 WIB – Pusat Pengatur Beban menerapkan load shedding tahap pertama. Sekitar 2.500 MW beban dipadamkan untuk mencegah pemadaman total (blackout) di seluruh sistem interkoneksi Jawa-Bali. Wilayah yang terdampak awal: Jakarta Selatan, Tangerang Selatan, Bekasi, dan Depok.
- Pukul 15.15 WIB – Pemadaman bergilir diperluas ke Bandung Raya, Cirebon, Semarang, dan Surabaya bagian barat setelah upaya pemulihan transmisi belum berhasil. Total beban yang dilepas mencapai 3.800 MW, atau sekitar 12% dari beban puncak Jawa-Bali saat itu.
- Pukul 18.50 WIB – Tim PLN berhasil mengisolasi titik gangguan dan memulai penyalaan bertahap transmisi Pedan–Kesugihan melalui konfigurasi darurat. Pasokan ke beban prioritas—rumah sakit, bandara, pusat data—mulai dipulihkan.
- Jumat, 7 Februari 2025 pukul 03.10 WIB – Sistem transmisi kembali normal secara bertahap. Hingga pukul 06.00 WIB, sekitar 85% pelanggan yang terdampak telah kembali mendapat aliran listrik. Pemadaman di beberapa kantung beban baru tuntas pada Jumat sore.
Pertemuan dengan Presiden Prabowo dan Arahan Langsung
Sehari setelah pemulihan, Darmawan Prasodjo dipanggil Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan penjelasan langsung. Rapat berlangsung tertutup di Istana Merdeka dan turut dihadiri Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Menteri BUMN. Presiden, menurut sumber di lingkungan istana, meminta evaluasi menyeluruh terhadap keandalan sistem transmisi Jawa dan meminta PLN menyusun rencana mitigasi berbasis skenario terburuk. Dalam konferensi pers seusai rapat, Darmawan menyatakan, “Atas nama manajemen PLN, saya menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat yang terdampak pemadaman bergilir. Kami menyadari ini mengecewakan dan kami bertanggung jawab penuh. Presiden memberikan arahan sangat jelas: tidak boleh ada lagi kejadian serupa yang mengganggu aktivitas ekonomi dan masyarakat.” Presiden Prabowo, sambung Darmawan, memerintahkan percepatan pembangunan jalur transmisi alternatif di koridor selatan Jawa serta peningkatan cadangan putar (spinning reserve) menjadi minimal 30% dari beban puncak. Saat ini cadangan operasional harian sistem Jawa-Bali berkisar di angka 22–25 persen.Langkah Perbaikan dan Investigasi
PLN membentuk tim investigasi gabungan yang melibatkan Unit Induk Transmisi, insinyur proteksi, dan auditor teknis independen. Fokus penyelidikan meliputi penyebab kegagalan isolator di jalur 500 kV, mekanisme koordinasi proteksi, serta efektivitas prosedur pemulihan. Darmawan menyebut, dugaan awal mengarah pada penurunan ketahanan isolasi akibat akumulasi polutan di wilayah industri, diperburuk oleh cuaca ekstrem berupa hujan debu yang terjadi pada hari kejadian. Secara paralel, PLN melakukan langkah-langkah darurat dan strategis:- Jangka pendek (1–7 hari): inspeksi menyeluruh seluruh jalur transmisi 500 kV dan 150 kV di koridor utara Jawa; pemasangan sensor pemantau isolator online di 12 titik rawan.
- Jangka menengah (1–3 bulan): penggantian isolator di segmen Ungaran–Pedan–Kesugihan; penguatan sistem proteksi special protection scheme agar pelepasan beban lebih presisi dan tidak memadamkan area tidak terdampak.
- Jangka panjang (2025–2027): percepatan transmisi 500 kV jalur selatan (Pangandaran–Tasikmalaya–Bogor) yang semula ditargetkan 2028; penambahan pembangkit peaker berbasis gas di sekitar Jakarta dan Semarang; pengembangan sistem islanding operation pada wilayah dengan pembangkit lokal untuk mengurangi ketergantungan pada transmisi lintas provinsi.
Comments (0)