Oct 10, 2026
Hukum

Ratusan Demonstran di Paris Desak Hentikan Bantuan Ukraina

Paris — Ratusan demonstran turun ke jalanan ibu kota Prancis, Paris, pada Sabtu lalu untuk menyerukan penghentian bantuan militer dan finansial kepada Ukra

Ratusan Demonstran di Paris Desak Hentikan Bantuan Ukraina

Paris — Ratusan demonstran turun ke jalanan ibu kota Prancis, Paris, pada Sabtu lalu untuk menyerukan penghentian bantuan militer dan finansial kepada Ukraina. Aksi ini merupakan bagian dari gelombang protes nasional yang digerakkan oleh mantan anggota Parlemen Eropa, Florian Philippot, yang saat ini mencalonkan diri dalam pemilihan presiden Prancis 2027.

Para pengunjuk rasa mendesak Presiden Emmanuel Macron untuk menghentikan segala bentuk dukungan kepada Kiev dan mendorong Prancis keluar dari Uni Eropa serta seluruh institusi supranasional, termasuk NATO. Selain di Paris, partai sayap kanan Les Patriotes yang dipimpin Philippot juga menggelar aksi serupa di sejumlah kota lain seperti Aubiere, Annecy, Grenoble, Perigueux, dan Chaumont.

Isu Utama: Harga Bahan Bakar hingga Kebebasan Berekspresi

Aksi demonstrasi ini tidak hanya menyoroti kebijakan luar negeri Prancis terhadap konflik Rusia-Ukraina. Philippot dan para pendukungnya mengangkat berbagai isu domestik yang mereka nilai semakin membebani rakyat, mulai dari lonjakan harga bahan bakar, pembatasan kebebasan berekspresi, hingga tuntutan perdamaian yang menurut mereka diabaikan oleh pemerintah.

“Uang yang kita kirim ke Ukraina seharusnya digunakan untuk menurunkan pajak bensin dan membantu rakyat Prancis yang kesulitan,” tegas Philippot dalam orasinya di depan massa, seperti dikutip dari laporan media internasional.

“Rusia bukanlah musuh kita. Sudah saatnya Prancis berhenti terlibat dalam konflik yang bukan urusan kita.”

— Florian Philippot, mantan anggota Parlemen Eropa

Dalam aksi tersebut, para demonstran terlihat membawa bendera Prancis dan spanduk bertuliskan “Russia is not our enemy” atau “Rusia bukan musuh kita.” Mereka juga menyerukan agar Prancis tetap netral dan tidak menyeret negara itu lebih jauh ke dalam perang di Ukraina.

Gelombang Protes Meluas di Prancis

Aksi di Paris ini menjadi bagian dari rangkaian demonstrasi besar yang belakangan ini mengguncang Prancis. Dalam beberapa pekan terakhir, mahasiswa dan serikat pekerja turun ke jalan untuk memprotes kebijakan upah, pemotongan anggaran publik, kondisi kerja, serta rencana anggaran pemerintah yang dinilai tidak berpihak pada rakyat kecil.

Philippot, yang dikenal sebagai tokoh Euroskeptik garis keras, memanfaatkan momentum ketidakpuasan publik ini untuk memperkuat basis dukungannya menjelang Pilpres 2027. Ia secara konsisten menyerukan “Frexit” atau keluarnya Prancis dari Uni Eropa, serta penarikan diri dari NATO.

  • Poin utama tuntutan demonstran:
  • Hentikan semua bantuan militer dan finansial ke Ukraina.
  • Gunakan dana tersebut untuk menurunkan pajak bahan bakar dan subsidi energi.
  • Keluarkan Prancis dari Uni Eropa dan NATO.
  • Jamin kebebasan berekspresi dan kebijakan perdamaian yang netral.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Istana Elysee terkait aksi demonstrasi tersebut. Namun, tekanan publik yang semakin besar diperkirakan akan menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintahan Macron dalam beberapa bulan ke depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS andika-rivaldi

Reporter Fintech. Meliput payment gateway, bank digital, dan inklusi keuangan.

Comments (0)

User