Aug 28, 2026
entertainment

Ramayana Karya Nitesh Tiwari Siap Menghiasi Layar Lebar Indonesia

Kabar itu datang dengan cara yang sederhana. Sebuah pengumuman singkat, lalu dalam hitungan menit, grup-grup penggemar film India di berbagai kota di Indonesia riuh oleh percakapan hangat. Ada yang la...

Ramayana Karya Nitesh Tiwari Siap Menghiasi Layar Lebar Indonesia

Kabar itu datang dengan cara yang sederhana. Sebuah pengumuman singkat, lalu dalam hitungan menit, grup-grup penggemar film India di berbagai kota di Indonesia riuh oleh percakapan hangat. Ada yang langsung teringat masa kecilnya menonton wayang di halaman rumah, ada pula yang terkenang relief megah di Candi Prambanan. Mereka menyalurkan kegembiraan lewat unggahan, tangkapan layar, hingga kenangan lama tentang kisah yang tumbuh bersama mereka sejak kecil. Film epik mitologi garapan sutradara Nitesh Tiwari, Ramayana, dipastikan akan menemani penonton Tanah Air di layar lebar.

Bagi banyak orang, berita ini terasa lebih dari sekadar soal jadwal tayang. Ini adalah mimpi yang lama ditunggu: melihat salah satu epos terbesar peradaban dunia diangkat dengan skala megah di layar bioskop. Untuk mereka, ini bukan sekadar film asing yang datang, melainkan kisah lama yang kembali pulang ke tanah yang selama berabad-abad merawatnya dalam budaya sendiri.

Bagi yang lama tak menyentuh kisah ini, Ramayana mengisahkan perjalanan Pangeran Rama yang berjuang merebut kembali istrinya, Dewi Sinta, dari tangan Rahwana. Di dalamnya tersimpan kisah tentang kesetiaan, pengorbanan, persahabatan, hingga kebangkitan kebaikan melawan kegelapan. Kisah yang telah diwariskan turun-temurun itu kini siap menyapa generasi baru lewat bahasa sinema.

Jejak Sang Sutradara

Nama Nitesh Tiwari tidak asing bagi pecinta sinema India. Ia melangkah ke puncak ketenaran lewat Dangal, kisah nyata tentang seorang ayah yang berjuang melatih putri-putrinya menjadi pegulat kelas dunia. Film itu menyentuh hati jutaan penonton di berbagai negara, termasuk Indonesia, karena mengisahkan perjuangan sederhana yang penuh makna tentang mimpi sebuah keluarga.

Kini, dari balik layar, Tiwari menyiapkan proyek yang jauh lebih besar. Ramayana dilaporkan dikerjakan dalam dua bagian dengan proses produksi bertahun-tahun, melibatkan ribuan tim kreatif serta teknologi visual mutakhir. Sejumlah nama besar sinema India dikabarkan turut mengisi kisah ini, mulai dari Ranbir Kapoor, Sai Pallavi, hingga Yash. Meski sejumlah detail masih dijaga ketat, satu hal diyakini: sang sutradara ingin menghadirkan pengalaman yang tidak hanya megah di mata, tetapi juga mengharukan di hati.

Kisah yang Mengakar di Nusantara

Yang membuat kepastian tayang ini terasa begitu dekat bagi Indonesia adalah kedekatan yang sudah berlangsung lama. Ramayana bukanlah kisah asing di Bumi Nusantara. Ia hidup dalam pertunjukan wayang, tersaji dalam Kakawin Ramayana, dan terpahat indah di dinding-dinding Candi Prambanan. Dari Jawa hingga Bali, nama-nama seperti Rama, Sinta, Hanoman, dan Rahwana telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Setiap kali pertunjukan sendratari digelar, ribuan penonton menyaksikan kembali perjalanan Rama mencari Sinta, sebuah kisah yang tak pernah kehilangan daya menyentuhnya.

Karena itu, kehadiran versi India di bioskop Indonesia bagaikan pertemuan dua rumah yang sama-sama merawat kisah ini. Penonton di Tanah Air akan bertemu kembali dengan tokoh-tokoh yang telah akrab sejak kecil, namun lewat sudut pandang baru, bahasa baru, dan keindahan visual yang sebelumnya belum pernah terbayangkan.

Antisipasi Menjelang Hari Tayang

Di kalangan penggemar, antisipasi sebenarnya sudah tumbuh sejak lama. Ramayana disebut sebagai salah satu proyek paling ambisius dalam sejarah sinema India. Kabar yang beredar menyebut musiknya dikerjakan dua komposer kelas dunia, A.R. Rahman dan Hans Zimmer, kombinasi yang membuat penonton semakin penasaran bagaimana suasana epos itu akan terasa di ruang gelap bioskop.

Bagi industri bioskop Indonesia, kedatangan film ini juga menjadi kabar gembira. Film India kini memiliki pasar yang semakin besar di Tanah Air, dan judul-judul besar kerap menyedot penonton lintas usia. Kehadiran Ramayana diperkirakan menarik keluarga, pecinta budaya, hingga penonton yang sekadar ingin menikmati tontonan epik yang hangat dan menginspirasi. Beberapa jaringan bioskop pun dipercaya telah menyiapkan diri menyambut gelombang penonton yang akan datang.

Sementara itu, para penggemar memilih menikmati setiap kabar kecil yang muncul. Mereka berbagi teori, menantikan cuplikan, dan mulai menghitung hari. Di tengah kesibukan hidup yang sederhana, ada mimpi bersama yang menyala: suatu nanti, ketika lampu bioskop meredup dan layar mulai menyala, kisah Rama dan Sinta akan kembali menghidupkan haru, tawa, bahkan air mata — kali ini diceritakan ulang oleh dunia yang pernah belajar mengenalnya dari Nusantara.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS rina-wulandari

Product Reviewer. Mengulas software, aplikasi, dan tools produktivitas.

Comments (0)

User