Aug 28, 2026
entertainment

The Odyssey Raup Rp23,9 Triliun, Jadi Film Dewasa Terlaris Sepanjang Masa

Malam itu, lorong sebuah bioskop di pusat kota terasa berbeda dari biasanya. Antrean memanjang hingga ke tangga, dan di sudut ruang tunggu, seorang ayah berbisik menerjemahkan nama-nama dewa Yunani ya...

The Odyssey Raup Rp23,9 Triliun, Jadi Film Dewasa Terlaris Sepanjang Masa

Malam itu, lorong sebuah bioskop di pusat kota terasa berbeda dari biasanya. Antrean memanjang hingga ke tangga, dan di sudut ruang tunggu, seorang ayah berbisik menerjemahkan nama-nama dewa Yunani yang tertera di poster kepada putrinya. Ketika lampu diredupkan dan layar raksasa menampilkan ombak yang menggulung kapal kayu, ribuan penonton menahan napas dalam waktu yang sama. Mereka belum tahu, malam itu mereka turut menjadi saksi lahirnya sebuah rekor.

Film The Odyssey arahan Christopher Nolan resmi mengukir sejarah baru. Film berlabel rating R, atau khusus penonton dewasa, itu kini menyandang gelar film dewasa terlaris sepanjang masa dengan pendapatan global mencapai Rp23,9 triliun. Pencapaian tersebut melampaui rekor sebelumnya yang dipegang film pahlawan super, sekaligus membuktikan bahwa wiracarita berusia hampir tiga ribu tahun masih mampu membuat jutaan orang rela mengantre tiket di tengah kesibukan masing-masing.

Mimpi yang Dikejar Bertahun-Tahun

Di balik layar, rekor ini sesungguhnya mengisahkan perjuangan panjang seorang sineas yang tak pernah berhenti bermimpi. Nolan digadang-gadang telah lama menggagas pengangkatan wiracarita Homeros tentang Odysseus, sang raja Ithaka yang berjuang kembali ke rumah setelah perang Troya. Ia bahkan menyebut proyek ini sebagai mimpi yang akhirnya menjadi kenyataan — pernyataan yang terdengar sederhana, namun menyimpan tekad bertahun-tahun di baliknya.

Untuk mewujudkannya, sineas kelahiran London itu memilih jalan yang keras kepala. Seluruh film diambil dengan kamera IMAX berfilm, bukan digital, sementara kapal, istana, dan lanskap kuno dibangun sungguhan di berbagai lokasi, dari tepi laut hingga gurun. Matt Damon dipercaya memerankan Odysseus, didampingi deretan nama besar seperti Tom Holland, Anne Hathaway, Zendaya, Robert Pattinson, dan Charlize Theron. Kru bekerja berbulan-bulan menahan dingin, panas, dan air laut — momen melelahkan yang kini terbayar dengan haru di rumah produksi.

Pulang, Perjalanan yang Paling Menyentuh

Kekuatan film ini ternyata bukan semata berasal dari visualnya yang megah. Kisah Odysseus yang mengarungi lautan selama sepuluh tahun — menghadapi badai, makhluk mitos, dan godaan untuk menyerah — menyentuh sisi paling manusiawi dari setiap penonton: kerinduan pada rumah. Di tengah gemuruh efek khusus, penonton justru menemukan kisah sederhana tentang keluarga yang setia menunggu dan keberanian untuk bangkit setelah segalanya tampak hilang.

“Aku menangis di menit-menit terakhir,” kata seorang penonton berusia lima puluhan yang datang bersama anak perempuannya. “Film ini seperti mengisahkan ayahku sendiri, seseorang yang pergi jauh sekian lama, lalu akhirnya pulang.” Cerita serupa bermunculan di media sosial. Banyak penonton mengaku datang lebih dari sekali, dan setiap pemutaran selalu menyisakan momen mengharukan yang mengalirkan air mata.

Angka yang Dibangun dari Kata Mulut

Perjalanan box office film ini sendiri terasa seperti kisah ketekunan. Alih-alih meledak lalu padam, pendapatannya justru bertahan pekan demi pekan. Tiket pemutaran format IMAX habis terjual di banyak kota, dan rekomendasi dari mulut ke mulut menjadi mesin utama yang menggerakkan penonton baru. Perlahan namun pasti, angka pendapatan itu menyalip satu per satu rekor film dewasa sebelumnya hingga akhirnya menembus puncak yang belum pernah dijamah siapa pun.

Bagi pengamat industri, keberhasilan ini menunjukkan bahwa penonton dewasa masih haus akan cerita yang serius. Film rating R selama ini dianggap sulit bersaing dengan film keluarga atau waralaba pahlawan super karena membatasi segmen penontonnya sendiri. The Odyssey membuktikan sebaliknya: ketika sebuah karya dibangun dengan ketulusan dan keahlian, batasan usia bukanlah penghalang, melainkan tanda bahwa film itu dibuat dengan kesungguhan penuh.

Menulis Ulang Aturan Main Hollywood

Pencapaian Nolan dipercaya akan mengubah peta industri ke depan. Studio-studio kini mulai melirik karya-karya ambisius yang sebelumnya dianggap terlalu berisiko, sementara para sineas mendapat inspirasi bahwa sastra klasik dan cerita dewasa bisa berdiri sejajar dengan film paling komersial sekalipun. Bagi Nolan, yang pernah membawa pulang piala Oscar lewat Oppenheimer, rekor ini menegaskan posisinya sebagai salah satu pencerita paling berpengaruh di generasinya.

Namun di luar semua angka dan gelar, kisah yang paling menggugah justru datang dari kursi-kursi bioskop. Ayah yang berbisik menerjemahkan poster, mahasiswa yang menonton untuk ketiga kalinya, perempuan tua yang keluar dari studio dengan mata sembab — merekalah alasan mengapa sebuah film bisa terasa seperti perjalanan panjang yang mengubah cara pandang. Rekor Rp23,9 triliun pada akhirnya hanyalah catatan kaki. Yang benar-benar dikenang adalah pesan sederhana yang diwariskan selama hampir tiga ribu tahun: tidak ada perjalanan yang terlalu jauh bagi seseorang yang berjuang untuk pulang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS andika-rivaldi

Reporter Fintech. Meliput payment gateway, bank digital, dan inklusi keuangan.

Comments (0)

User