Rachmat Gobel Wafat, Wariskan Jejak Industri Elektronik Indonesia

Dunia usaha Indonesia kembali kehilangan salah satu putra terbaiknya. Rachmat Gobel, pemimpin dan pewaris utama konglomerasi Gobel Group, menghembuskan nap

Jul 11, 2026 - 19:56
0 0
Rachmat Gobel Wafat, Wariskan Jejak Industri Elektronik Indonesia

Dunia usaha Indonesia kembali kehilangan salah satu putra terbaiknya. Rachmat Gobel, pemimpin dan pewaris utama konglomerasi Gobel Group, menghembuskan napas terakhir pada Jumat dini hari. Kabar duka ini sontak mengguncang kalangan industri, mengingat sosoknya yang selama puluhan tahun menjadi tonggak utama kebangkitan industri elektronik nasional. Pria kelahiran 3 September 1962 itu dikenal bukan hanya sebagai pengusaha sukses, tetapi juga visioner yang percaya bahwa Indonesia mampu berdiri sejajar dengan negara maju di sektor teknologi manufaktur.

Darah Bisnis yang Mengalir Sejak Belia

Rachmat adalah putra dari mendiang Thayeb Mohammad Gobel, pionir industri elektronik yang mendirikan PT National Gobel pada 1970. Berbeda dari kebanyakan anak konglomerat, Rachmat tak langsung duduk di kursi empuk. Ia memulai karier dari bawah—magang di pabrik, mengenal seluk-beluk produksi radio dan televisi, hingga belajar manajemen rantai pasok di Jepang. Pendidikan formalnya di Chuo University, Tokyo, bukan sekadar gelar, melainkan bekal untuk membawa teknologi Negeri Sakura ke Tanah Air.

"Bapak selalu bilang, industri adalah tulang punggung bangsa. Kita tak boleh hanya jadi pasar. Kita harus jadi pemain," ujar seorang kolega dekat menirukan pesan almarhum.

Setelah ayahnya wafat pada 1985, Rachmat muda langsung mengambil alih kemudi. Di usianya yang baru 23 tahun, ia sudah harus menghadapi badai regulasi dan tekanan persaingan global. Namun, bukannya tunduk, ia justru melipatgandakan kolaborasi dengan raksasa elektronik Jepang, Matsushita Electric (kini Panasonic), untuk memproduksi aneka perangkat berlabel National di dalam negeri. Langkah ini menciptakan ribuan lapangan kerja dan menjadikan Indonesia basis produksi penting di Asia Tenggara.

Transformasi dari Pabrik Televisi ke Korporasi Raksasa

Di bawah kendali Rachmat, Gobel Group bertransformasi dari pabrik perakitan televisi menjadi perusahaan induk dengan lusinan anak usaha. Mereka tak hanya memproduksi elektronik konsumen, tapi juga merambah ke komponen otomotif, logistik, properti, hingga energi. PT Gobel International, bendera utama grup ini, tercatat memiliki lebih dari 15.000 karyawan dan menjalin aliansi strategis dengan sejumlah merek dunia seperti Sharp, Sanyo, dan GS Yuasa.

Salah satu pencapaian monumental lainnya adalah pembangunan pabrik baterai lithium untuk kendaraan listrik di Cikarang, hasil kerja sama dengan perusahaan Jepang dan Cina. Proyek ini menegaskan misi almarhum bahwa Indonesia harus masuk ke rantai pasok global industri hijau. Di bidang tanggung jawab sosial, ia mendirikan sejumlah sekolah vokasi untuk mencetak tenaga teknisi yang siap diserap industri.

Pria Rendah Hati di Balik Dasi

Meski memimpin imperium bisnis bernilai triliunan rupiah, Rachmat dikenal sebagai pribadi yang sederhana dan jarang menonjolkan kekayaan. Ia lebih senang menghabiskan waktu di lantai produksi ketimbang menghadiri gala dinner. Rekan-rekannya menceritakan bagaimana almarhum kerap berbincang dengan operator mesin, mendengar keluhan mereka, lalu mencari solusi langsung. "Dia pemimpin sejati yang tak pernah kehilangan akarnya," tutur seorang mantan direktur.

Di pentas politik, Rachmat pernah menjabat sebagai Menteri Perdagangan pada Kabinet Indonesia Bersatu II (2014) dan sempat menjadi anggota DPR. Namun, panggilan hatinya tetaplah dunia industri. Setelah masa jabatan berakhir, ia kembali fokus mengembangkan Gobel Group sambil terus menyuarakan pentingnya hilirisasi di berbagai forum internasional.

Warisan yang Tak Akan Usang

Kepergian Rachmat Gobel meninggalkan jejak panjang yang melampaui aset dan neraca keuangan. Ia adalah simbol bahwa industri elektronik nasional bisa lahir dari tangan anak bangsa, bertahan melawan gempuran produk impor, dan menjadi kebanggaan. Warisan terbesarnya bukanlah pabrik atau saham, melainkan mentalitas dan visi bahwa Indonesia harus menjadi produsen, bukan sekadar konsumen.

Jenazah almarhum rencananya akan disemayamkan di rumah duka di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, sebelum dimakamkan di TPU Karet Bivak siang ini. Sejumlah tokoh nasional, dari kolega bisnis hingga pejabat tinggi, telah menyampaikan ucapan belasungkawa dan rencana melayat.

[SOCIAL_TWEET]: Indonesia berduka. Rachmat Gobel, sosok di balik kebangkitan elektronik nasional telah berpulang. Dari pabrik televisi hingga pabrik baterai EV, jejaknya takkan terlupakan. #RachmatGobel #IndonesiaBerduka #IndustriElektronik[SOCIAL_TG]: ⚡️ Duka mendalam: Rachmat Gobel, pemilik Gobel Group dan motor industri elektronik Indonesia, wafat pagi ini. Warisannya akan terus hidup.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User