Prof Iris Rengganis Bagikan Tips Alami Redakan Demam dan Pentingnya Vaksin Influenza
Jakarta — Memasuki musim pancaroba, perubahan cuaca yang ekstrem kerap memicu peningkatan kasus demam dan infeksi saluran pernapasan, termasuk influenza. S
Jakarta — Memasuki musim pancaroba, perubahan cuaca yang ekstrem kerap memicu peningkatan kasus demam dan infeksi saluran pernapasan, termasuk influenza. Suhu yang naik-turun membuat daya tahan tubuh melemah, sehingga masyarakat lebih mudah terserang penyakit. Menyikapi hal ini, dokter spesialis penyakit dalam konsultan alergi imunologi klinis, Profesor Dr. dr. Iris Rengganis, SpPD-KAI, mengingatkan pentingnya mengenali cara alami mengatasi demam sekaligus menekankan peran krusial vaksin influenza sebagai langkah pencegahan primer.
Dalam sebuah diskusi kesehatan virtual yang digelar pekan lalu, Prof. Iris menyampaikan bahwa demam sejatinya adalah mekanisme pertahanan tubuh. “Demam merupakan respons alami tubuh melawan infeksi. Sebagian besar kasus demam ringan dapat diatasi dengan cara alami tanpa harus langsung mengonsumsi obat penurun panas. Namun, pencegahan melalui vaksinasi influenza tetap menjadi langkah utama,” tegasnya. Pakar yang akrab disapa dr. Iris ini juga menyoroti data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang memperkirakan influenza musiman menyebabkan 290.000 hingga 650.000 kematian per tahun akibat gangguan pernapasan. Di Indonesia, data Kementerian Kesehatan menunjukkan kasus influenza-like illness (ILI) melonjak hingga 35 persen selama periode peralihan musim dibandingkan bulan-bulan biasa.
Kronologi Peningkatan Demam dan Seruan Vaksinasi
Gelombang demam yang melanda masyarakat tidak terjadi tiba-tiba. Sejak awal Maret hingga pertengahan April, sejumlah puskesmas di Jakarta dan kota besar lainnya mencatat kenaikan rata-rata kunjungan pasien dengan gejala demam, batuk pilek, hingga nyeri otot hingga 20-25 persen. Prof. Iris menuturkan, pola ini berulang setiap tahun dan sering kali dipicu oleh virus influenza tipe A dan B yang menyebar cepat ketika kelembapan udara tinggi. Oleh karena itu, ia mengimbau agar masyarakat tidak lengah dan segera melakukan vaksinasi influenza, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit kronis.
“Vaksin influenza tidak hanya melindungi individu, tetapi juga memutus rantai penularan di komunitas. Jika lebih banyak orang divaksinasi, maka angka demam akibat flu bisa ditekan signifikan,” kata Prof. Iris.
5 Cara Alami Redakan Demam Tanpa Obat
Kendati vaksinasi penting, Prof. Iris tetap membagi pengetahuan tentang penanganan demam secara alami yang dapat dilakukan di rumah. Berdasarkan pengalaman klinisnya dan panduan dari berbagai literatur kesehatan, berikut lima metode sederhana yang bisa diterapkan:
- Istirahat Cukup dan Kurangi Aktivitas Fisik. Saat demam, tubuh membutuhkan energi ekstra untuk melawan infeksi. Kurangi aktivitas dan berikan waktu istirahat minimal 7-8 jam agar sistem imun bekerja optimal.
- Kompres Hangat pada Dahi dan Lipatan Tubuh. Kompres dengan air hangat (bukan air dingin) di dahi, ketiak, dan selangkangan membantu membuka pori-pori serta menurunkan suhu tubuh secara bertahap tanpa memicu menggigil.
- Perbanyak Asupan Cairan. Demam meningkatkan risiko dehidrasi. Minumlah air putih, jus buah tanpa gula, atau sup kaldu hangat untuk menjaga keseimbangan elektrolit dan membantu menurunkan suhu inti tubuh.
- Kenakan Pakaian yang Ringan dan Menyerap Keringat. Hindari selimut tebal atau jaket berlapis. Pakaian berbahan katun longgar memungkinkan panas tubuh terlepas lebih efektif.
- Konsumsi Makanan Bergizi dan Herbal Alami. Makanan seperti sup ayam hangat, jahe, madu, dan lemon dapat memberikan efek antiinflamasi ringan serta meningkatkan kenyamanan tubuh selama demam.
Prof. Iris menekankan bahwa lima cara di atas berlaku untuk demam ringan (di bawah 38,5°C) yang tidak disertai gejala berat. Jika demam berlangsung lebih dari tiga hari, suhu melebihi 39°C, atau disertai sesak napas dan kejang, segera bawa pasien ke fasilitas kesehatan terdekat.
Peran Vaksin Influenza dalam Mengurangi Beban Demam
Data dari studi multicenter yang dirujuk Prof. Iris menyebutkan, efikasi vaksin influenza dalam mencegah infeksi berkisar antara 40-60 persen pada populasi umum. Lebih dari itu, pada mereka yang tetap terinfeksi setelah divaksinasi, gejalanya cenderung lebih ringan dan durasi demam lebih pendek. Hal ini berdampak langsung pada pengurangan biaya kesehatan dan produktivitas kerja. Di Indonesia, pemerintah telah menyediakan vaksin influenza di berbagai fasilitas kesehatan dengan biaya yang terjangkau, namun cakupannya masih rendah, kurang dari 10 persen dari populasi sasaran.
Menutup edukasinya, Prof. Iris mengajak masyarakat untuk tidak hanya mengandalkan pengobatan alami, tetapi juga melakukan upaya preventif lewat vaksinasi. “Di tengah ancaman pancaroba, kombinasi pola hidup bersih, manajemen demam alami, dan vaksin influenza adalah kunci menjaga keluarga tetap sehat,” pungkasnya.
Ilustrasi dalam thumbnail menggunakan gambar dari freepik.com/freepik.
[SOCIAL_TWEET]: Demam musim pancaroba? Prof Iris Rengganis ingatkan 5 cara alami redakan panas & pentingnya vaksin influenza buat cegah komplikasi. #TipsSehat #VaksinInfluenza #DemamAlami[SOCIAL_TG]: 🩺 Musim pancaroba bikin rawan demam? Prof Iris: Demam bisa diredakan secara alami, tapi jangan lupa vaksin influenza ya! Baca tips lengkapnya di sini.
Comments (0)