Pria Asal Makassar Jabat Menteri Keuangan Thailand

Sejarah mencatat bahwa tidak sedikit putra-putri Indonesia yang menorehkan prestasi gemilang di mancanegara. Salah satu kisah paling mengejutkan adalah per

Jul 11, 2026 - 21:11
0 0
Pria Asal Makassar Jabat Menteri Keuangan Thailand

Sejarah mencatat bahwa tidak sedikit putra-putri Indonesia yang menorehkan prestasi gemilang di mancanegara. Salah satu kisah paling mengejutkan adalah perjalanan hidup seorang pria asal Makassar yang berhasil menduduki kursi Menteri Keuangan Thailand. Nama Andi Muhammad Syafruddin mungkin tidak seterkenal tokoh nasional lainnya, tetapi jejaknya di negeri Gajah Putih menjadi bukti nyata bahwa diaspora Indonesia mampu bersaing di panggung global.

Masa Kecil dan Perantauan

Andi Muhammad Syafruddin lahir pada 15 April 1952 di Kampung Melayu, Makassar. Keluarganya merupakan pedagang kain yang cukup disegani di Sulawesi Selatan. Meski demikian, kondisi ekonomi yang sulit mendorong Syafruddin muda untuk merantau lebih jauh. Pada tahun 1970, ketika berusia 18 tahun, ia memutuskan untuk meninggalkan kampung halamannya menuju Bangkok, Thailand, dengan modal nekat dan sedikit bekal dari orangtuanya.

Keputusan itu rupanya menjadi titik awal transformasi hidupnya. Di Bangkok, Syafruddin yang awalnya hanya bekerja serabutan di pelabuhan—mulai dari kuli angkut hingga juru tulis—perlahan mempelajari seluk-beluk perdagangan internasional dan bahasa Thai. Kerja kerasnya membuahkan hasil ketika ia diterima menjadi asisten di sebuah perusahaan ekspor-impor milik pengusaha lokal.

Merintis Bisnis di Negeri Gajah Putih

Setelah 10 tahun bekerja, Syafruddin memberanikan diri mendirikan perusahaan sendiri, PT Andi International Trading, pada tahun 1982. Bisnisnya bergerak di bidang ekspor komoditas pertanian Indonesia—seperti kopi, rempah-rempah, dan karet—ke pasar Thailand dan Asia Tenggara. Dengan jaringan luas dan reputasi bersih, perusahaan itu tumbuh pesat dan menjadikannya salah satu taipan kecil di Thailand Selatan.

"Saya melihat peluang besar di celah budaya; saya paham mentalitas Indonesia dan Thailand, itu modal yang tidak dimiliki orang lain," ujarnya dalam sebuah wawancara dengan Bangkok Post tahun 1995.

Keberhasilan bisnisnya mengantarkan Syafruddin ke panggung publik. Ia aktif dalam berbagai organisasi pengusaha, termasuk Thai-Indonesian Business Council, dan sering menjadi penasihat informal bagi pemerintah Thailand tentang isu-isu perdagangan bilateral.

Masuk Dunia Politik Thailand

Perubahan besar terjadi ketika krisis moneter Asia melanda pada 1997. Thailand, yang poros ekonominya goyah, mencari tokoh-tokoh baru yang bisa membawa pembaruan. Di tengah situasi itu, Syafruddin yang sudah menjadi warga negara Thailand dan dikenal sebagai figur anti-korupsi, didekati oleh Partai Demokrat Thailand. Ia diminta bergabung dan bersiap menghadapi pemilihan umum 1999.

Setelah kemenangan partai, Perdana Menteri Chuan Leekpai menunjuk Syafruddin sebagai Menteri Keuangan Thailand pada Desember 1999. Pengangkatannya mengejutkan banyak pihak, terutama karena ia adalah warga naturalisasi keturunan Indonesia. Namun, rekam jejaknya sebagai pebisnis bersih dan pengelola keuangan yang disiplin menjadi alasan kuat penunjukan tersebut.

Kebijakan Kontroversial namun Berani

Selama masa jabatannya, Syafruddin meluncurkan beberapa kebijakan kontroversial. Salah satunya adalah program restrukturisasi utang korporasi yang memaksa pemilik modal besar untuk lebih transparan. Ia juga menghapus sejumlah subsidi yang tidak tepat sasaran, sebuah langkah yang awalnya ditentang parlemen.

"Saya tidak datang mencari popularitas. Saya datang untuk menyelamatkan ekonomi Thailand dari kehancuran total," tegasnya dalam Sidang Kabinet 2000.

Warisan kebijakannya dianggap berhasil menekan inflasi dan menarik kembali investasi asing. Ia juga dikenal sebagai menteri yang sering melakukan kunjungan diam-diam ke pabrik-pabrik untuk memantau langsung kondisi buruh.

Warisan dan Pengaruhnya

Meski hanya menjabat satu periode (1999–2001) karena pergantian pemerintahan, Syafruddin meninggalkan jejak yang cukup kuat. Ia membuka jalan bagi profesional non-partai untuk menempati posisi strategis di pemerintahan Thailand. Kini, di usianya yang ke-73, Syafruddin lebih banyak menghabiskan waktu sebagai dosen tamu di berbagai universitas dan pelaku filantropi yang menghubungkan pengusaha muda Indonesia-Thailand.

Kisahnya menjadi potret inspiratif bahwa di tengah keragaman dan tantangan global, ketekunan dan integritas dapat menembus batas negara dan etnis—bahkan membawa seorang anak Makassar ke singgasana ekonomi kerajaan Thailand.

[SOCIAL_TWEET]: Kisah menakjubkan! Pria asal Makassar, Andi M. Syafruddin, pernah menjabat Menteri Keuangan Thailand. Dari kuli pelabuhan jadi menteri, bukti diaspora Indonesia bisa mendunia. #KisahSukses #DiasporaIndonesia #Thailand[SOCIAL_TG]: 📌 Pria Makassar yang Jadi Menteri Keuangan Thailand: Andi M. Syafruddin. Dari perantau nekat hingga taipan dan akhirnya menteri—kisahnya sungguh luar biasa!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User