Aug 26, 2026
Hukum

DOJ AS Sebut Kennedy Center Terancam Bongkar tanpa Renovasi Trump

WASHINGTON — Pemerintahan Presiden Donald Trump menegaskan bahwa masa depan John F. Kennedy Center for the Performing Arts kini bergantung pada rencana ren

DOJ AS Sebut Kennedy Center Terancam Bongkar tanpa Renovasi Trump

WASHINGTON — Pemerintahan Presiden Donald Trump menegaskan bahwa masa depan John F. Kennedy Center for the Performing Arts kini bergantung pada rencana renovasi masif dan suntikan dana besar yang diusulkan pihaknya. Pernyataan itu disampaikan Kementerian Kehakiman AS (DOJ) dalam dokumen pengadilan yang diajukan Senin, memperlihatkan betapa jauh administrasi Trump bersedia melangkah demi menguasai arah gedung seni paling ikonik di ibu kota Amerika.

Dalam berkas tersebut, DOJ berargumen bahwa gedung pertunjukan yang berdiri sejak 1971 itu akan mengalami kemunduran serius jika Dewan Direksi tidak diberi keleluasaan melakukan renovasi—termasuk memberikan penghormatan kepada Trump atas kontribusinya.

"Perintah yang memblokir Dewan dari pengakuan yang semestinya terhadap Presiden Trump akan membuat para donatur kabur, sumbangan finansial mengering, dan rehabilitasi struktural terhenti."

Argumen ini menjadi inti pertarungan hukum yang semakin memanas mengenai kendali atas pusat kesenian nasional tersebut, yang oleh administrasi Trump direncanakan untuk dialihfungsikan secara total—bahkan dengan potensi penambahan nama presiden pada bangunannya.

Gedung Berisiko Dibongkar, Diganti Amfiteater Terbuka

Poin paling mencolok dari dokumen DOJ adalah peringatan eksplisit tentang skenario terburuk bagi Kennedy Center. Tanpa campur tangan Trump, demikian isi berkas itu, gedung akan terdegradasi menjadi struktur tua yang tidak aman dan akhirnya harus dibongkar.

Lebih jauh, dokumen itu menyiratkan bahwa jika kondisi tersebut terwujud, lokasi tepi Sungai Potomac itu bisa digantikan oleh amfiteater terbuka besar yang menghadap langsung ke sungai. Menurut DOJ, gagasan semacam ini sesungguhnya "telah diusulkan oleh banyak pihak sejak bertahun-tahun."

Naratif ini menuai kritik dari kalangan pecinta seni dan pengamat hukum, yang menilai pemerintah sedang menggunakan bahasa dramatis untuk mendesak pengadilan agar melonggarkan batasan atas kekuasaan Trump terhadap institusi budaya nasional.

Latar Belakang: Gugatan Anggota Kongres Joyce Beatty

Pengajuan DOJ Senin itu merupakan jawaban atas langkah Rep. Joyce Beatty (D-Ohio), yang meminta hakim federal memblokir upaya kedua dewan direksi Kennedy Center untuk mencantumkan nama Trump pada gedung tersebut.

Pertarungan hukum ini bukan hal baru. Pada Mei lalu, Hakim Distrik AS Christopher R. Cooper telah menerbitkan putusan terkait sengketa penamaan gedung, namun administrasi tampak tidak kunjung berhenti mencari celah untuk mewujudkan ambisinya. Kasus ini kini berkembang menjadi ujian besar mengenai sejauh mana eksekutif boleh menancapkan pengaruhnya pada lembaga seni milik publik.

AspekKubu Trump/DOJKritikus/Oposisi
Status gedungRentuh, butuh renovasi daruratBerfungsi normal, argumen dibesar-besarkan
Nama TrumpPenting untuk menarik donaturPolitisasi institusi budaya nasional
Jika ditolakGedung terancam dibongkarRetorika tekanan terhadap pengadilan

Taruhan Besar di Balik Pertarungan Hukum

Bagi pengamat, apa yang terjadi di ruang sidang Washington DC lebih luas dari sekadar soal nama sebuah gedung. Ini adalah perebutan kendali simbol budaya Amerika, tempat para presiden, diplomat, dan seniman dunia selama lima dekade memanggul peran dalam diplomasi budaya negara superpower itu.

"Mengaitkan kelangsungan hidup gedung opera dengan nama satu politikus adalah precedent yang berbahaya," ujar seorang analis hukum konstitusional di Washington, yang menilai argumen DOJ lebih merupakan instrumen politik ketimbang penilaian teknis struktur bangunan.

Di sisi lain, pendukung administrasi berdalih bahwa dana swasta hanya akan mengalir jika ada figur kuat seperti Trump di posisi simpul penggerak. Mereka menunjuk deretan proyek pembangunan prestisius lainnya sebagai bukti pendekatan serupa berhasil menarik investasi.

Apa Selanjutnya?

Hakim Cooper kini harus menimbang permintaan Beatty untuk memblokir upaya penamaan ulang gedung. Keputusan tersebut akan menentukan apakah dewan direksi boleh kembali menggeser identitas resmi Kennedy Center, ataukah pengadilan akan menahan laju administrasi Trump setidaknya sampai gugatan pokok selesai diadili.

  • Permintaan Beatty: Memblokir upaya kedua pencantuman nama Trump pada gedung.
  • Klaim DOJ: Tanpa Trump, sumbangan kering dan gedung terancam bongkar.
  • Skenario alternatif: Amfiteater terbuka menghadap Sungai Potomac.
  • Putusan sebelumnya: Hakim Cooper sudah menangani sengketa serupa pada Mei lalu.

Apa pun hasilnya, drama hukum ini memastikan bahwa Kennedy Center akan tetap berada di sorotan nasional—bukan karena pertunjukannya, melainkan karena taruhan politis yang melekat pada tembok-tembok marmernya.

[SOCIAL_TWEET]: DOJ AS: Tanpa renovasi ala Trump, Kennedy Center bisa runtuh hingga harus dibongkar dan diganti amfiteater terbuka di tepi Potomac. #KennedyCenter #Trump[SOCIAL_TG]: 🔴 DOJ AS klaim Kennedy Center akan terancam dibongkar tanpa renovasi Trump. Hakim federal kini memegang nasib gedung seni paling ikonik di AS. Baca selengkapnya di Beritaseputar.com

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS andika-rivaldi

Reporter Fintech. Meliput payment gateway, bank digital, dan inklusi keuangan.

Comments (0)

User