Penjelasan Resmi Bos Danantara soal Keterlambatan Rilis Laporan Keuangan, Terkuak Perbedaan Fundamental
Jakarta - Publik akhirnya mendapatkan titik terang terkait pertanyaan mengapa Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) belum merilis laporan keuangannya kepada masyarakat lu
Jakarta - Publik akhirnya mendapatkan titik terang terkait pertanyaan mengapa Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) belum merilis laporan keuangannya kepada masyarakat luas. CEO Danantara, Rosan Roeslani, akhirnya buka suara memberikan penjelasan resmi yang cukup mengejutkan.
Rosan menjelaskan secara gamblang bahwa struktur laporan keuangan lembaga yang dipimpinnya jauh berbeda jika dibandingkan dengan entitas bisnis pada umumnya. Ini bukan sekadar laporan keuangan tunggal, melainkan hasil dari sebuah proses konsolidasi yang sangat kompleks dan menyeluruh.
Bukan Laporan Biasa, Ini Konsolidasi Raksasa
Menurut keterangan yang dihimpun media kami, perbedaan fundamental ini terjadi karena Danantara merupakan induk konsolidasi dari seluruh aset dan laporan keuangan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang kini berada di bawah naungannya. Proses agregasi ini secara alami membutuhkan waktu yang lebih panjang dari biasanya.
Rosan merinci, dalam ekosistem BUMN yang dikelola, terdapat dualisme mekanisme pelaporan. Untuk perusahaan-perusahaan plat merah yang berstatus terbuka (Tbk.) dan telah melantai di bursa saham, laporan keuangan sebenarnya sudah disampaikan kepada publik sesuai dengan regulasi pasar modal yang berlaku. "Sebagian BUMN yang bersifat terbuka sudah menyampaikan laporan keuangannya terakhir pada Maret 2026," demikian laporan yang dikonfirmasi tim kami.
Sorotan utama justru terletak pada status BUMN yang bersifat tertutup alias tidak terdaftar di bursa. Berbeda dengan perusahaan terbuka yang terikat jadwal ketat regulator pasar, entitas tertutup ini memiliki tenggat waktu pelaporan yang lebih longgar.
"Laporan keuangan ini merupakan hasil konsolidasi seluruh BUMN. Ini yang menjadi 'challenge' tersendiri bagi kami, karena harus menunggu yang tertutup. Paling lambat baru dilaporkan pada akhir bulan ini," ungkap Rosan memberikan gambaran jelas terkait dinamika internal Danantara.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi konfirmasi bahwa publik baru bisa menyaksikan laporan keuangan resmi induk BUMN ini dalam waktu dekat, tepatnya setelah batas akhir pelaporan seluruh entitas anak selesai dilaksanakan pada penghujung bulan ini. Transparansi ini diharapkan mampu menjawab berbagai spekulasi yang berkembang di kalangan pelaku pasar dan pengamat ekonomi terkait tata kelola dan kinerja lembaga investasi anyar bentukan Presiden Prabowo Subianto yang diluncurkan pada Februari 2025 silam.
Comments (0)