Pemprov Jakarta Lanjutkan Proyek LRT hingga Dukuh Atas
Jakarta — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan pembangunan jaringan LRT akan terus dilanjutkan hingga kawasan Dukuh Atas. Kepastian ini disampaikan m
Jakarta — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan pembangunan jaringan LRT akan terus dilanjutkan hingga kawasan Dukuh Atas. Kepastian ini disampaikan menyusul target operasional jalur menuju Manggarai yang dijadwalkan pada Agustus 2025. Perluasan ini menjadi bagian dari strategi integrasi transportasi massal di ibu kota.
Target Operasi Jalur Manggarai
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, mengonfirmasi bahwa jalur LRT dari Kelapa Gading menuju Manggarai tengah dalam tahap akhir pengerjaan.
"Kami targetkan Agustus tahun ini jalur Manggarai sudah bisa beroperasi. Saat ini progress konstruksi sudah mencapai 95 persen," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (10/6).
Jalur sepanjang 12,5 kilometer ini akan melayani delapan stasiun, termasuk Stasiun Boulevard Utara, Stasiun Sunter, dan Stasiun Manggarai. Dengan beroperasinya jalur ini, kapasitas angkut penumpang LRT Jakarta diperkirakan meningkat hingga 50 persen dari kapasitas saat ini yang mencapai 100.000 penumpang per hari.
Perluasan ke Dukuh Atas
Setelah jalur Manggarai rampung, Pemprov Jakarta langsung melanjutkan pembangunan ke segmen Dukuh Atas. Rute ini akan menghubungkan stasiun Manggarai dengan kawasan pusat bisnis di Dukuh Atas, yang merupakan titik transit utama Transjakarta, MRT Jakarta, dan KRL Commuter Line.
- Panjang tambahan: sekitar 4,8 kilometer
- Stasiun baru: Stasiun Dukuh Atas dan Stasiun Pasar Rumput (opsional)
- Estimasi biaya: Rp2,3 triliun dari APBD dan dukungan pusat
- Target operasi: akhir 2026 hingga awal 2027
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI, Atika Nur Rahmania, menambahkan bahwa integrasi moda menjadi prioritas.
"Dengan terkoneksinya LRT ke Dukuh Atas, penumpang bisa berganti moda tanpa harus keluar stasiun. Ini akan mengurangi waktu tempuh dan kemacetan," jelasnya.
Dampak bagi Masyarakat
Perluasan jaringan LRT diharapkan mampu menekan penggunaan kendaraan pribadi. Data Dinas Perhubungan menunjukkan bahwa volume kendaraan di koridor Kelapa Gading–Manggarai diperkirakan turun 15 persen setelah jalur beroperasi penuh. Selain itu, emisi karbon juga diprediksi berkurang seiring beralihnya penumpang ke transportasi publik.
Namun, tantangan pembebasan lahan masih menghantui segmen Dukuh Atas. Sejumlah warga di sekitar rel mengaku belum menerima sosialisasi yang memadai. "Kami hanya dapat surat pemberitahuan, belum ada negosiasi detail soal ganti rugi," kata Budi, salah satu warga Kelurahan Menteng, Jakarta Pusat.
Pemprov berjanji akan menyelesaikan ganti rugi secara transparan dan sesuai aturan. Proses lelang konstruksi tahap kedua direncanakan digelar pada triwulan ketiga 2025.
[SOCIAL_TWEET]: Proyek LRT Jakarta terus dikebut! Jalur Manggarai siap operasi Agustus, dilanjut ke Dukuh Atas. Dampak macet di koridor timur diprediksi turun 15%. #LRTJakarta #TransportasiJakarta #IntegrasiModa[SOCIAL_TG]: 🚇 BREAKING: LRT Jakarta akan tembus Dukuh Atas! Mulai Agustus jalur Manggarai beroperasi. Siap-siap kemacetan berkurang!
Comments (0)