Sep 18, 2026
Jawa Tengah

MTQ Nasional XXXI Semarang Perdana Gelar Tartil Alquran Bahasa Isyarat

Semarang, Beritaseputar.com – Suasana panggung Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI yang berlangsung di Kota Semarang, Jawa Tengah, terasa sangat

MTQ Nasional XXXI Semarang Perdana Gelar Tartil Alquran Bahasa Isyarat

Semarang, Beritaseputar.com – Suasana panggung Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI yang berlangsung di Kota Semarang, Jawa Tengah, terasa sangat emosional dan membanggakan. Untuk pertama kalinya dalam sejarah panjang penyelenggaraan MTQ tingkat nasional, cabang ekshibisi melafalkan ayat-ayat suci Alquran menggunakan bahasa isyarat secara resmi ditampilkan oleh para penyandang disabilitas rungu.

Inisiatif inklusif ini menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan fisik tidak pernah menjadi penghalang bagi siapa pun untuk mencintai dan mengagungkan Alquran. Dalam ajang MTQ Nasional XXXI tersebut, puluhan peserta dari berbagai provinsi tampil memukau di hadapan para juri dan penonton. Dengan jemari dan gestur tubuh yang penuh keharmonisan, mereka mengisyaratkan bait demi bait ayat suci Alquran dengan keindahan visual yang luar biasa.

Momen Bersejarah dan Kronologi Dihadirkannya Cabang Isyarat

Proses panjang hadirnya cabang ekshibisi ini diawali dari dorongan kuat berbagai komunitas disabilitas dan Kementerian Agama untuk memperluas aksesibilitas kitab suci. Kehadiran ruang bagi disabilitas rungu di ajang nasional ini melewati beberapa tahapan penting:

  1. Tahap Inisiasi (2023): Penyusunan standar dan panduan pembacaan Alquran bahasa isyarat oleh Kementerian Agama yang melibatkan pakar linguistik isyarat serta komunitas Tuli.
  2. Tahap Pelatihan dan Sosialisasi (Awal 2024): Pelaksanaan lokakarya bagi calon penerjemah, pendamping, dan juri khusus bahasa isyarat Alquran di tingkat daerah.
  3. Pelaksanaan Ekshibisi (September 2024): Penampilan perdana peserta disabilitas rungu dalam panggung resmi MTQ Nasional XXXI di Semarang, Jawa Tengah.
"Melihat saudara-saudara kita yang rungu melantunkan Alquran dengan bahasa isyarat membuat kita semua sadar bahwa pesan ilahi bersifat universal dan menembus batas-batas kemampuan fisik," ungkap Dr. H. Ahmad Zaki, pengamat literasi Alquran inklusif.

Analisis Perbandingan Aksesibilitas Keagamaan di MTQ

Kehadiran cabang tartil bahasa isyarat ini menjadi tolok ukur baru dalam dunia mushaf dan seni baca Alquran di Indonesia. Selama beberapa dekade terakhir, perhatian terhadap penyandang disabilitas keagamaan di ajang MTQ lebih banyak berfokus pada fasilitas Braille bagi penyandang disabilitas netra. Kini, paradigma tersebut berkembang menuju kesetaraan hak yang lebih luas bagi penyandang disabilitas rungu.

Berikut adalah perbandingan perkembangan fasilitas dan cabang inklusif dalam ajang MTQ tingkat nasional:

Fasilitas / Cabang Lomba MTQ Pelaksanaan Sebelumnya MTQ Nasional XXXI Semarang
Alquran Braille (Tunanetra) Sudah Menjadi Cabang Resmi Tetap Diperlombakan
Tartil Bahasa Isyarat (Tuli) Belum Tersedia Tampil Perdana (Ekshibisi)
Tim Juri Spesialis Isyarat Tidak Ada Tersedia Tim Juri Khusus
Standarisasi Isyarat Alquran Masih Terbatas Sudah Terdokumentasi Resmi

Dampak Positif dan Harapan Masa Depan

Antusiasme masyarakat yang hadir di lokasi acara maupun yang menyaksikan melalui saluran digital sangat tinggi. Penampilan para peserta disabilitas rungu ini tidak hanya memberikan rasa haru, tetapi juga membuka mata publik mengenai pentingnya pengembangan metode pembelajaran Alquran berbasis isyarat secara terstruktur di seluruh pesantren dan madrasah.

Beberapa rekomendasi penting yang mengemuka dari ajang ini antara lain:

  • Perluasan pencetakan dan distribusi Mushaf Alquran Bahasa Isyarat ke seluruh pelosok tanah air.
  • Penguatan kapasitas ustadz dan pendidik agama agar mampu menguasai bahasa isyarat Alquran.
  • Mendorong agar cabang tartil bahasa isyarat dinaikkan statusnya dari sekadar ekshibisi menjadi cabang perlombaan resmi pada MTQ Nasional mendatang.

Dengan dimulainya langkah bersejarah pada MTQ Nasional XXXI di Semarang ini, Indonesia membuktikan komitmennya dalam membangun masyarakat yang ramah disabilitas, penuh toleransi, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dalam beragama.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS andika-rivaldi

Reporter Fintech. Meliput payment gateway, bank digital, dan inklusi keuangan.

Comments (0)

User