Sep 18, 2026
Jawa Tengah

Viral Isu Satanic, Simbang Kulon Night Carnival Pekalongan Angkat Bicara

Jagat media sosial belakangan ini diramaikan oleh potongan video pawai malam berbusana eksentrik di Pekalongan, Jawa Tengah, yang dinarasikan secara keliru

Viral Isu Satanic, Simbang Kulon Night Carnival Pekalongan Angkat Bicara

Jagat media sosial belakangan ini diramaikan oleh potongan video pawai malam berbusana eksentrik di Pekalongan, Jawa Tengah, yang dinarasikan secara keliru sebagai parade aliran sesat atau satanic. Faktanya, kemeriahan visual tersebut merupakan bagian dari perhelatan tahunan Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) yang telah memasuki edisi penyelenggaraan ke-61 pada tahun 2026.

Acara yang dipusatkan di Desa Simbang Kulon, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan ini sejatinya adalah festival seni budaya dan ajang kreativitas warga setempat. Beragam replika raksasa, kostum fantasi, permainan tata cahaya lampu LED, hingga musik perkusi ditampilkan untuk memeriahkan tradisi turun-temurun masyarakat desa.

Kronologi dan Urutan Jalannya Karnaval Malam

Keriuhan bermula saat ratusan peserta dari berbagai rukun tetangga (RT) memamerkan karya visual mereka di sepanjang rute desa. Berikut adalah alur jalannya perhelatan hingga akhirnya viral di jagat maya:

  1. Pukul 16.30 WIB: Warga dan peserta mulai memadati area titik kumpul utama dengan membawa instalasi seni, maskot ogoh-ogoh modern, serta busana kreasi hasil swadaya masyarakat.
  2. Pukul 20.00 WIB: Iring-iringan parade resmi diberangkatkan, menampilkan beragam tema mulai dari cerita rakyat Nusantara, tokoh fiksi, hingga karakter fantasi bergaya gotik.
  3. Pukul 23.30 WIB: Rangkaian pawai berakhir dengan tertib tanpa ada insiden maupun ritual keagamaan menyimpang sebagaimana yang dituduhkan warganet.
  4. Keesokan Harinya: Potongan video berdurasi pendek yang hanya menyorot kostum bertema seram mulai menyebar luas di TikTok dan X dengan narasi sensasional tanpa mencantumkan konteks acara.
"Karnaval ini murni kreasi seni dan hiburan masyarakat Simbang Kulon yang sudah ada sejak puluhan tahun silam. Tema kostum murni ekspresi seni anak muda, sama sekali tidak ada kaitannya dengan ajaran terlarang atau pemujaan apa pun," tegas salah seorang perwakilan panitia pelaksana.

Fakta Tradisi Budaya dan Dampak Nyata bagi Warga

Sebagai agenda tahunan yang telah bertahan lebih dari enam dekade, SKNC membuktikan soliditas dan gotong royong warga desa dalam mempersiapkan karya selama berbulan-bulan. Tradisi ini juga memberikan dampak sosial serta ekonomi yang sangat positif bagi lingkungan sekitar.

  • Wadah Kreativitas Pemuda: Menjadi sarana bagi pemuda desa untuk menyalurkan bakat seni rupa, tata rias busana, dan arsitektur instalasi bambu serta spons.
  • Penggerak Ekonomi UMKM: Ratusan pedagang kuliner dan UMKM lokal meraup lonjakan omzet signifikan berkat ribuan pengunjung yang memadati sepanjang rute karnaval.
  • Simbol Soliditas Warga: Seluruh biaya pembuatan maskot dan kostum dikumpulkan melalui iuran sukarela serta swadaya warga di tiap lorong permukiman.

Masyarakat diimbau agar lebih bijak dan menyaring informasi sebelum memberikan stigma negatif terhadap tradisi karnaval kreasi warga lokal. Tradisi Simbang Kulon Night Carnival membuktikan bagaimana seni kontemporer dan kearifan lokal dapat terus hidup berdampingan secara harmonis.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS andika-rivaldi

Reporter Fintech. Meliput payment gateway, bank digital, dan inklusi keuangan.

Comments (0)

User