Sep 18, 2026
Nasional

Kisah Singa Betina Marunda Menginspirasi Ketahanan Kaum Perempuan Modern

Isu keamanan kaum perempuan di ruang publik belakangan ini kembali menjadi sorotan hangat. Berbagai laporan mengenai kerentanan wanita saat bepergian pada

Kisah Singa Betina Marunda Menginspirasi Ketahanan Kaum Perempuan Modern

Isu keamanan kaum perempuan di ruang publik belakangan ini kembali menjadi sorotan hangat. Berbagai laporan mengenai kerentanan wanita saat bepergian pada malam hari, ancaman kejahatan di transportasi umum, hingga aksi kriminalitas yang menyasar pemukiman warga membuktikan bahwa rasa aman masih menjadi barang mahal. Namun, jauh sebelum tantangan modern ini mengemuka, tanah Betawi pernah melahirkan sosok pejuang tangguh yang membuktikan bahwa perempuan bukanlah pihak yang lemah dan mudah ditindas.

Warisan Keberanian Mirah dari Tanah Marunda

Sosok legendaris tersebut dikenal luas sebagai Mirah, atau yang kerap dijuluki sebagai Singa Betina dari Marunda. Tumbuh besar di kawasan pesisir Marunda, Jakarta Utara, Mirah ditempa ilmu bela diri pencak silat aliran Betawi langsung oleh sang ayah, Haji Tirin. Pada masa kolonial, wilayah pesisir kerap menjadi sarang para jawara bayaran, centeng tuan tanah, hingga patroli kompeni Belanda yang bertindak sewenang-wenang terhadap rakyat kecil.

Mirah hadir mematahkan stigma bahwa perempuan hanya berkutat di dapur. Keahlian silatnya yang mumpuni membuat para perampok maupun centeng zalim kocar-kacir saat mencoba mengganggu kampung halamannya. Kepiawaian Mirah dalam bertarung bahkan menjadikannya simbol perlawanan rakyat Marunda terhadap penindasan kolonial.

"Kisah Mirah bukan sekadar cerita rakyat pengantar tidur, melainkan simbol bahwa perempuan memiliki hak dan kemampuan penuh untuk membela diri serta melindungi kehormatannya," ungkap sejarawan budaya lokal.

Konteks Kekinian: Relevansi Bela Diri bagi Perempuan

Melihat kembali kisah kepahlawanan Mirah, ada benang merah yang sangat relevan dengan dinamika kehidupan perempuan urban saat ini. Tingginya mobilitas perempuan yang menuntut aktivitas hingga larut malam membutuhkan kesiapan fisik dan mental yang prima. Keterampilan bela diri kini bukan lagi sekadar hobi atau cabang olahraga prestasi, melainkan kebutuhan proteksi diri yang krusial.

Berikut adalah sejumlah alasan mengapa nilai-nilai ketangguhan Mirah Marunda perlu diadopsi oleh perempuan masa kini:

  • Membangun Kewaspadaan Situasional: Bela diri melatih kepekaan terhadap lingkungan sekitar, membantu mendeteksi potensi bahaya lebih awal.
  • Meningkatkan Kepercayaan Diri: Rasa percaya diri yang tinggi membuat seseorang tampil lebih tegas dan tidak terlihat rentan di ruang publik.
  • Kesiapan Menghadapi Keadaan Darurat: Penguasaan teknik dasar pertahanan diri memberikan ruang dan waktu berharga untuk melarikan diri atau mencari bantuan saat terjadi ancaman fisik.
  • Mengikis Pandangan Keliru: Menguatkan kesadaran bahwa perempuan memiliki daya juang mandiri dan mampu menjadi pelindung bagi sesamanya.

Menghidupkan Kembali Semangat Ketangguhan

Kisah legendaris Singa Betina dari Marunda seharusnya menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat. Selain menuntut perbaikan infrastruktur keamanan publik dan penegakan hukum yang tegas dari aparat, pembekalan kapasitas diri bagi perempuan juga memegang peranan penting. Meneladani Mirah berarti berani berdiri tegak, mandiri, dan tidak gentar memperjuangkan hak rasa aman di tanah sendiri.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS kartika-dewi

Reporter Cybersecurity. Fokus pada keamanan siber, privasi data, dan regulasi digital.

Comments (0)

User