Sep 02, 2026
entertainment

Momen Haru Penggemar Melepas Dolly Parton untuk Selamanya

Di depan panggung konser yang pernah ia genggam dengan penuh cinta, ratusan lilin menyala lembut malam itu. Angin malam meniupnya perlahan, seolah ikut berduka. Para penggemar datang dari berbagai pen...

Momen Haru Penggemar Melepas Dolly Parton untuk Selamanya

Di depan panggung konser yang pernah ia genggam dengan penuh cinta, ratusan lilin menyala lembut malam itu. Angin malam meniupnya perlahan, seolah ikut berduka. Para penggemar datang dari berbagai penjuru, membawa foto, bunga, dan kenangan yang tak pernah pudar tentang suara emas yang selama puluhan tahun menjadi pengantar tidur, peneman kerja, dan teman dalam suka duka.

Dolly Parton pergi untuk selamanya di usianya yang ke-80 pada hari Selasa lalu, meninggalkan dunia hiburan dengan warisan yang tak ternilai harganya. Namun, yang membuat banyak orang terharu bukan sekadar kepiawaiannya di atas panggung, melainkan kehangatan yang selalu ia tularkan kepada setiap jiwa yang mendengarkan lagunya.

Suaranya yang Menyentuh Jutaan Hati

Maria Elena, seorang ibu berusia 55 tahun, berdiri sendirian di antara kerumunan. Matanya berkaca-kaca saat mengingat pertama kalinya ia mendengar lagu "I Will Always Love You" di radio tua milik ayahnya.

"Dulu, saat saya putus asa setelah bercerai, lagu-lagunya yang membuat saya percaya bahwa masih ada keindahan di dunia ini. Ia pergi, tapi suaranya akan tetap hidup di hati kami," kata Maria dengan suara bergetar.

Bagi banyak penggemar, Dolly bukan sekadar penyanyi. Ia adalah simbol keteguhan hati yang tak pernah patah. Lahir dari keluarga sederhana di pedalaman Tennessee, ia bangkit dari keterbatasan dengan mimpi yang membara di dadanya. Kisah hidupnya menjadi bukti nyata bahwa seseorang bisa berasal dari mana saja dan tetap mampu mengubah dunia dengan karya dan kasih sayangnya.

Warisan yang Tak Akan Pudar

Di sudut площади, sekelompok anak muda ages 20-an berkumpul, bernyanyi bersama dengan suara pelan. Mereka tidak pernah hidup di era keemasan Dolly, tapi grew up mendengarkan lagu-lagunya dari orang tua mereka.

"Ibuku ensinarkan lagu Dolly sejak saya kecil. Sekarang, ibuku sudah tiada, tapi setiap kali saya mendengar "9 to 5", saya merasa beliau masih di sini, masih bercerita tentang perjuangan perempuan-perempuan yang kuat," kata Carlos, 24 tahun, sambil mengelap air matanya.

Warisan Dolly tidak hanya tertuang dalam lebih dari 3.000 lagu yang ia tulis sepanjang kariernya. Ia juga mendirikan Dollywood, taman hiburan yang menjadi sumber kebahagiaan bagi jutaan keluarga Amerika. Setiap keuntungan dari taman tersebut ia salurkan untuk pendidikan anak-anak di daerah Appalachia, tempat ia besar nanti.

Perempuan Pemberani di Balik Lagu

Bagi Sofia, seorang jurnalis musik yang telah mengikuti kariernya selama tiga dekade, kepribadian Dolly jauh melampaui citranya sebagai bintang negara.

"Ia selalu berkata apa adanya. Tidak pernah takut menjadi diri sendiri, tidak pernah meminta maaf karena menjadi perempuan yang kuat dan penuh kasih. Di industri yang sering kali menuntut perempuan untuk tunduk, Dolly berdiri tegak dengan senyumnya," kenang Sofia.

Sepanjang kariernya, Dolly Parton menerima berbagai penghargaan bergengsi, termasuk masuk dalam daftar 100 Greatest Artists of All Time versi Rolling Stone. Namun, yang paling ia banggakan bukan trofi atau piala, melainkan senyum anak-anak yang mendapat beasiswa dari yayasan miliknya, Dolly Parton's Imagination Library.

Malam itu, saat lilin terakhir padam dan penggemar mulai berpencar, satu hal yang tetap terasa di udara: Dolly Parton mungkin telah pergi, tapi lagu-lagunya akan terus dinyanyikan. Di rumah-rumah, di mobil, di kafe kecil, dan di hati siapa pun yang pernah tersentuh oleh kehangatannya. Ia tidak pernah benar-benar pergi selama suaranya masih bisa didengar.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS andika-rivaldi

Reporter Fintech. Meliput payment gateway, bank digital, dan inklusi keuangan.

Comments (0)

User