Menko Yusril: Moralitas Bangsa Jadi Fondasi Tegaknya Negara

Jakarta — Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra menegaskan bahwa tegaknya sebuah n

Jul 20, 2026 - 03:34
0 0
Menko Yusril: Moralitas Bangsa Jadi Fondasi Tegaknya Negara

Jakarta — Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra menegaskan bahwa tegaknya sebuah negara tidak cukup hanya mengandalkan konstitusi, hukum, peraturan, maupun lembaga penegak hukum. Menurutnya, moralitas masyarakat menjadi fondasi utama yang menopang kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pernyataan tersebut disampaikan Yusril saat diwawancarai awak media di kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, Minggu (19/7/2026). Ia menekankan bahwa kepatuhan warga terhadap hukum pada dasarnya dibangun di atas fondasi kepatuhan terhadap moral. Tanpa landasan moral yang kuat, aturan hukum dan kelembagaan negara hanya akan menjadi bangunan yang rapuh dan mudah runtuh.

Moral sebagai Basis Kepatuhan Hukum

Yusril menjelaskan bahwa moral merupakan nilai-nilai etika yang bersumber dari ajaran agama. Seluruh agama yang ada di Indonesia, meskipun berbeda dalam sisi teologi, pada dasarnya memiliki kesamaan dalam mengajarkan kebaikan dan menolak kejahatan. Setiap agama mengajarkan umatnya untuk tidak membunuh, tidak mencuri, tidak berbohong, dan tidak melakukan tindak kriminal lainnya.

"Kepatuhan orang kepada hukum itu akan dibangun atas basis kepatuhan kepada moral. Moral itu ada di dalam agama-agama yang mengajarkan etika agar manusia hanya melakukan yang baik dan tidak melakukan sesuatu yang salah atau jahat," ujar Yusril Ihza Mahendra.

Lebih lanjut, Menko Kumham Imipas ini menilai bahwa masyarakat merupakan penopang utama tegaknya negara. Kesadaran etika harus terus diperkuat dalam kehidupan berbangsa agar setiap warga memiliki kesadaran untuk berbuat baik, memahami makna bernegara, serta menjauhi segala bentuk pelanggaran hukum.

Peringatan Keras Soal Runtuhnya Moral

Yusril juga melontarkan peringatan tegas terkait pentingnya menjaga moralitas bangsa. Ia menegaskan bahwa pembangunan negara akan sia-sia jika hanya mengandalkan konstitusi dan lembaga penegak hukum, sementara moralitas masyarakat terus mengalami kemerosotan. Menurutnya, penguatan karakter dan moral harus menjadi prioritas utama dalam membangun bangsa.

"Sia-sia membangun negara dengan konstitusi, hukum, dan lembaga penegak jika moralitas bangsa runtuh. Karena itu, penguatan moral masyarakat harus menjadi fondasi utama tegaknya hukum," tegas Yusril.

Pesan ini mencerminkan keprihatinan Menko terhadap kondisi sosial yang dinilainya semakin mengalami degradasi moral. Ia mengingatkan bahwa hukum tanpa moral hanya akan menjadi alat kekuasaan yang kering dari nilai-nilai kemanusiaan.

Ajakan Memperkuat Kesadaran Etika

Dalam kesempatan tersebut, Yusril mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperkuat kesadaran etika yang berlandaskan ajaran agama. Ia meyakini bahwa penguatan moral merupakan kunci penting dalam membangun masa depan Indonesia yang berintegritas, taat hukum, dan berkeadaban. Tanpa kesadaran etika kolektif, upaya membangun negara hukum akan menghadapi hambatan besar.

"Untuk membangun masa depan yang baik, mari kita membangun kesadaran etika yang dilandaskan pada ajaran agama-agama. Agama boleh berbeda teologinya, tetapi ketika mengajarkan etika, ajarannya sama," ucap Yusril.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa Indonesia sebagai negara dengan keberagaman agama dan kepercayaan memiliki modal sosial yang besar untuk membangun karakter bangsanya. Kesamaan nilai etika lintas agama seharusnya menjadi perekat persatuan, bukan sumber perpecahan.

Poin-Poin Utama Pernyataan Yusril

  • Hukum saja tidak cukup — Tegaknya negara membutuhkan fondasi moral yang kuat dari masyarakat.
  • Agama sebagai sumber etika — Seluruh agama mengajarkan nilai-nilai kebaikan yang serupa.
  • Peringatan keras — Konstitusi dan lembaga penegak hukum akan sia-sia tanpa moralitas.
  • Kesadaran kolektif — Setiap warga didorong berbuat baik dan menjauhi pelanggaran hukum.
  • Ajakan lintas agama — Memperkuat etika bersama demi masa depan Indonesia yang berintegritas.

Relevansi Pesan Yusril di Tengah Tantangan Bangsa

Pesan yang disampaikan Yusril tersebut datang di tengah berbagai tantangan moral yang dihadapi bangsa Indonesia, mulai dari meningkatnya kasus korupsi, pelanggaran etika pejabat publik, hingga degradasi nilai-nilai kebaikan di tengah masyarakat. Menko menilai bahwa tanpa gerakan kolektif untuk memperkuat moral, upaya pemberantasan hukum dan reformasi kelembagaan tidak akan membuahkan hasil optimal.

Yusril juga menekankan bahwa pembangunan karakter harus dimulai dari lingkup terkecil, yakni keluarga dan komunitas, sebelum diperkuat oleh institusi pendidikan dan negara. Dengan cara tersebut, kesadaran etika akan tumbuh secara organik dan menjadi budaya yang mengakar kuat di tengah masyarakat.

Sebagai penutup, Menko Kumham Imipas berharap seluruh pihak, mulai dari tokoh agama, pemimpin masyarakat, hingga generasi muda, dapat mengambil peran aktif dalam menghidupkan kembali nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, Indonesia hanya akan menjadi negara yang benar-benar maju dan beradab apabila fondasi moralitasnya berdiri tegak.


FAQ — Pertanyaan Esensial

1. Mengapa Yusril menilai moralitas penting bagi tegaknya negara?
Menurut Yusril, kepatuhan terhadap hukum dibangun di atas kepatuhan terhadap moral. Tanpa moralitas yang kuat, konstitusi, hukum, dan lembaga penegak hukum tidak akan efektif menjalankan fungsinya.

2. Apa peran agama dalam memperkuat moralitas bangsa menurut Yusril?
Yusril menjelaskan bahwa seluruh agama mengajarkan etika yang serupa, yaitu kebaikan, kejujuran, dan menolak kejahatan. Kesamaan nilai etika lintas agama ini menjadi modal penting untuk membangun karakter bangsa.

3. Apa pesan utama yang disampaikan Menko Yusril kepada masyarakat?
Pesan utamanya adalah ajakan untuk memperkuat kesadaran etika yang berlandaskan ajaran agama demi membangun masa depan Indonesia yang berintegritas, taat hukum, dan berkeadaban.


[TAGS]: Yusril Ihza Mahendra, Menko Kumham Imipas, Moralitas Bangsa, Hukum dan Moral, Etika Agama, Negara Hukum Indonesia

[SOCIAL_TWEET]: Menko Yusril menegaskan moralitas masyarakat adalah fondasi utama tegaknya negara. Tanpa moral yang kuat, konstitusi dan hukum hanya menjadi bangunan rapuh. #MoralitasBangsa #YusrilMahendra

[SOCIAL_FB]: Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, menegaskan bahwa tegaknya sebuah negara tidak cukup hanya mengandalkan konstitusi dan lembaga penegak hukum. Menurutnya, moralitas masyarakat menjadi fondasi utama kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia mengajak seluruh elemen bangsa memperkuat kesadaran etika yang berlandaskan ajaran agama demi masa depan Indonesia yang berintegritas.

[SOCIAL_TG]: 🚨 Menko Yusril: "Sia-sia membangun negara dengan konstitusi, hukum, dan lembaga penegak jika moralitas bangsa runtuh." Pesan tegas ini disampaikan di PIK, Jakarta Utara, Minggu (19/7). Ia menegaskan moralitas sebagai fondasi utama negara hukum Indonesia. #BeritaNasional #MoralitasBangsa

[SOCIAL_THREADS]: Yusril Ihza Mahendra kembali mengingatkan pentingnya moralitas sebagai fondasi negara. Menurutnya, kepatuhan terhadap hukum tidak akan pernah bertahan tanpa kepatuhan terhadap moral yang bersumber dari ajaran agama. Sebuah pengingat penting di tengah tantangan degradasi etika yang melanda berbagai lini kehidupan berbangsa. 🌱🇮🇩

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User