Sep 18, 2026
Hukum

ISRAEL — Oposisi Netanyahu Pecah Jelang Pemilu Parlemen Oktober

Suasana politik di Tel Aviv kian memanas saat hitungan mundur menuju Pemilihan Umum Parlemen Israel pada 27 Oktober mendatang memasuki masa-masa krusial. N

ISRAEL — Oposisi Netanyahu Pecah Jelang Pemilu Parlemen Oktober

Suasana politik di Tel Aviv kian memanas saat hitungan mundur menuju Pemilihan Umum Parlemen Israel pada 27 Oktober mendatang memasuki masa-masa krusial. Namun, bukannya merapatkan barisan untuk menumbangkan Perdana Menteri Benyamin Netanyahu, kubu oposisi justru terjebak dalam perpecahan internal yang kian tajam. Retaknya soliditas ini mengancam peluang mereka untuk merebut kekuasaan di saat momentum perubahan sebenarnya sangat terbuka lebar.

Di tengah pusaran konflik politik tersebut, nama Yaïr Golan mendadak menjadi sorotan utama. Pensiunan jenderal bintang dua yang kini memimpin faksi sayap kiri, The Democrats (Partai Demokrat), berhasil melesat memimpin berbagai survei opini publik di internal oposisi. Kendati demikian, kejayaannya di atas kertas justru memicu gesekan baru dengan rekan-rekan koalisinya sendiri yang merasa terancam oleh dominasi sang jenderal.

Tepat 40 hari sebelum hari pemungutan suara, Golan secara terbuka meluapkan kekecewaannya atas dinamika yang terjadi. Ia mengecam keras manuver politik dari dua sekutu utamanya yang diduga sengaja berusaha menjatuhkan pencalonannya sebagai kandidat kuat perdana menteri.

"Kita tidak boleh saling menyerang satu sama lain. Musuh utama kita adalah stagnasi politik di bawah rezim yang ada sekarang, bukan rekan di dalam kubu sendiri,"

ujar Golan memperingatkan bahaya perang saudara politik di dalam tubuh oposisi yang kian menggelegak.

Perpecahan Internal yang Menguntungkan Netanyahu

Konflik internal di tubuh oposisi ini dinilai para pengamat sebagai karpet merah bagi Benyamin Netanyahu. PM veteran tersebut dikenal sangat piawai memanfaatkan perpecahan musuh-musuh politiknya untuk mempertahankan kursi kekuasaan. Ketika para pesaingnya sibuk berebut pengaruh dan posisi calon PM, kubu kanan yang dipimpin Netanyahu justru tampak lebih solid dan fokus menjaga basis konstituen mereka.

Untuk memahami peta persaingan di tubuh politik Israel saat ini, berikut adalah pemetaan sederhana dinamika kekuatan jelang pemilu:

Kubu / Tokoh Politik Tren Posisi Survei Fokus Strategi Utama
Yaïr Golan (The Democrats) Unggul di Internal Oposisi Menggalang dukungan kelompok reformis dan penolakan total atas kebijakan Netanyahu.
Sekutu Oposisi Moderat Kompetitif tapi Terfragmentasi Membendung dominasi Golan sambil mengincar pemilih pemula dan netral.
Blok Benyamin Netanyahu Solid di Basis Kanan Memanfaatkan perpecahan lawan untuk mengamankan kursi mayoritas di Knesset.

Perbedaan visi antara kubu kiri yang dipimpin Golan dengan faksi moderat lainnya menunjukkan betapa rapunya fondasi koalisi penantang. Manuver saling silang di balik layar membuat publik mulai meragukan kemampuan oposisi dalam menghadirkan pemerintahan yang stabil pasca-pemilu nanti. "Bagaimana mereka bisa memimpin negara jika mengelola koalisi saja sudah saling sikut?" menjadi pertanyaan yang kini ramai dibahas di media lokal.

Tantangan Krusial dalam Waktu 40 Hari

Dalam kurun waktu yang tersisa kurang dari dua bulan ini, tekanan berat berada di pundak para pemimpin oposisi untuk segera melakukan rekonsiliasi. Jika serangan personal antar-sekutu terus berlanjut, pemilih ragu-ragu (swing voters) yang sangat menentukan diprediksi akan bersikap apatis atau bahkan beralih mendukung faksi netral. Seorang analis politik senior menegaskan bahwa setiap peluru politik yang ditembakkan ke arah rekan sendiri hanya akan memperkuat posisi Netanyahu di panggung utama.

Kehadiran Yaïr Golan sebagai sosok berlatar belakang militer memang memberikan daya tarik tersendiri bagi masyarakat Israel yang merindukan kepemimpinan tegas namun terukur. Namun, tantangan terbesar Golan saat ini bukan hanya meluluhkan hati rakyat, melainkan merangkul para pesaing di internal oposisi agar mau meleburkan ego politik mereka demi tujuan bersama.

Pemilu 27 Oktober mendatang akan menjadi pembuktian sejarah bagi Israel. Apakah oposisi mampu menyatukan barisan di detik-detik terakhir, ataukah perebutan kekuasaan internal ini justru akan memperpanjang era kepemimpinan Benyamin Netanyahu di panggung politik Israel?

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS salsa-bintari

Reporter Startup. Meliput ekosistem startup Indonesia, venture capital, dan unicorn.

Comments (0)

User