Oct 13, 2026
entertainment

Memilih Earphone Nirkabel Terjangkau Tanpa Takut Salah Beli

Di sebuah kedai kopi kecil di Jalan Kemang, Jakarta Selatan, seorang mahasiswa bernama Rizky menatap layar ponselnya dengan raut bingung. Di hadapannya, belasan tipe wireless earphone dengan harga ber...

Memilih Earphone Nirkabel Terjangkau Tanpa Takut Salah Beli

Di sebuah kedai kopi kecil di Jalan Kemang, Jakarta Selatan, seorang mahasiswa bernama Rizky menatap layar ponselnya dengan raut bingung. Di hadapannya, belasan tipe wireless earphone dengan harga bervariasi terpampang di aplikasi marketplace. Ia sudah tiga kali mengganti earphone dalam setahun terakhir. Dua di antaranya rusak dalam hitungan minggu, satu lagi hilang entah di mana karena bentuknya yang terlalu mungil. “Saya cuma butuh yang suaranya enak, nggak gampang rusak, dan harganya nggak bikin dompet menjerit,” ujarnya sambil tersenyum getir. Kisah Rizky bukan cerita tunggal. Banyak orang mengisahkan pengalaman serupa saat berburu perangkat audio nirkabel yang murah tapi tetap layak dipakai sehari-hari.

Pahami Kebutuhan Sebelum Membeli

Di balik layar gelap toko elektronik daring, ada satu pertanyaan mendasar yang sering terlewat: untuk apa earphone ini digunakan? Sebagian orang membutuhkannya untuk menemani aktivitas olahraga, sebagian lagi untuk rapat daring, dan tak sedikit yang menginginkannya sekadar untuk mendengarkan musik saat perjalanan pulang. Menurut pengalaman para pengguna, perbedaan kebutuhan ini sangat memengaruhi pilihan. Earphone dengan desain earbuds terbuka sering dipilih karena terasa lebih lega di telinga, sementara model in-ear dengan silikon penyumbat menawarkan isolasi suara yang lebih pekat. Bagi yang sering berlari, ketahanan terhadap keringat dan kaitan telinga yang pas menjadi faktor utama. Bagi yang kerap menelepon, kualitas mikrofon dan kemampuan meredam bising justru lebih penting.

Rizky akhirnya menyadari satu hal: ia terlalu sering tergoda harga murah tanpa memikirkan daya tahan baterai. “Awalnya lihat yang paling murah, langsung beli. Ternyata baru dipakai satu jam sudah lowbat,” kenangnya. Kisah semacam ini mengajarkan bahwa membaca spesifikasi baterai dan tipe koneksi Bluetooth bukanlah hal sepele. Versi Bluetooth 5.0 ke atas, misalnya, memberi koneksi lebih stabil dan hemat daya dibanding versi lama.

Membaca Spesifikasi dengan Cermat

Di sudut ruangan berukuran 3x4 meter yang penuh perangkat audio bekas, seorang teknisi bernama Wawan biasa menerima keluhan pelanggan. Ia sudah belasan tahun memperbaiki perangkat elektronik kecil. Menurutnya, banyak orang membeli earphone murah karena tergiur angka diskon, tetapi abai pada detail teknis. “Yang paling sering saya temui, orang tidak memperhatikan impedansi dan sensitivitas. Padahal itu berpengaruh ke volume dan kualitas suara,” tuturnya dengan nada sabar.

Wawan mengisahkan bahwa earphone dengan impedansi rendah, misalnya 16 hingga 32 ohm, lebih mudah didorong oleh ponsel biasa sehingga suara terdengar lebih lantang. Sementara sensitivitas di atas 100 dB menandakan perangkat mampu menghasilkan suara kencang tanpa banyak tenaga. Untuk urusan kualitas panggilan, ia menyarankan mencari yang memiliki profil codec seperti SBC atau AAC, yang umum didukung ponsel kelas menengah. “Jangan cuma lihat bentuknya yang lucu, tapi cek juga apakah ada indikator baterai di casing-nya,” tambahnya.

“Saya selalu bilang ke pelanggan, murah itu bukan alasan untuk asal beli. Yang penting tahu apa yang benar-benar dibutuhkan.” — Wawan, teknisi audio

Momen Menemukan yang Tepat

Setelah berbulan-bulan mencoba berbagai merek, Rizky akhirnya menemukan satu earphone seharga sekitar seratus ribu rupiah. Bukan merek ternama, bukan pula model dengan casing mewah. Namun ia merasakan ada yang berbeda saat pertama kali memakainya. Suara bass-nya sederhana, tidak berlebihan, tetapi vokal terasa jernih. Baterainya bertahan hampir lima jam untuk mendengarkan musik dan sekitar tiga jam untuk panggilan. “Rasanya lega banget. Akhirnya saya bisa fokus kuliah daring tanpa takut suara putus di tengah presentasi,” ungkapnya dengan mata berbinar.

Kisah Rizky menyentuh satu titik penting: perjalanan mencari perangkat audio murah bukanlah tentang mengejar kesempurnaan, melainkan menemukan keseimbangan antara harga, kebutuhan, dan ketahanan. Di pasar yang penuh pilihan, kesabaran membaca ulasan dan membandingkan spesifikasi menjadi kunci. Beberapa pengguna bahkan rela menunggu momen diskon besar untuk mendapatkan potongan harga tambahan. Ada pula yang memilih membeli di toko resmi demi keamanan garansi.

Bagi mereka yang masih ragu, saran sederhana dari Wawan mungkin bisa menjadi pegangan: “Belilah sesuai kebutuhan, bukan sesuai gengsi. Kalau hanya untuk dengar lagu dan telepon, earphone seratus ribuan sudah cukup, asal teliti memilih.” Inspirasi dari kisah kecil di kedai kopi itu pun menyebar. Kini Rizky rajin berbagi tips ke teman-temannya, mengingatkan agar tak terburu-buru, dan mengajak mereka membaca spesifikasi sebelum menekan tombol beli. Sebab di balik perangkat mungil itu, ada mimpi sederhana: menemani hari-hari dengan alunan yang tak menguras kantong.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS eko-saputra

Reporter Gadget. Review smartphone, laptop, dan consumer tech.

Comments (0)

User