Sep 18, 2026
Sumatera Utara

MEDAN — Banjir Parah Rendam Sejumlah Titik, Ribuan KK Terdampak

Hujan deras yang mengguyur Kota Medan, Sumatera Utara, kembali memicu bencana banjir yang membayangi warga di beberapa kecamatan. Gemericik air yang turun

MEDAN — Banjir Parah Rendam Sejumlah Titik, Ribuan KK Terdampak

Hujan deras yang mengguyur Kota Medan, Sumatera Utara, kembali memicu bencana banjir yang membayangi warga di beberapa kecamatan. Gemericik air yang turun sejak dini hari perlahan berubah menjadi luapan bah yang menggenangi permukiman warga hingga ruas jalan protokol. Ribuan rumah terendam, kendaraan mogok di tengah jalan, dan ketenangan warga seketika sirna berganti dengan kepanikan mengevakuasi barang berharga.

Berdasarkan data terkini di lapangan, musibah banjir kali ini diperkirakan berdampak langsung pada sedikitnya 2.050 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di wilayah rawan genangan. Ketinggian air bervariasi, mulai dari 30 sentimeter di kawasan pemukiman padat hingga mencapai lebih dari 1,5 meter di daerah yang berdekatan langsung dengan Daerah Aliran Sungai (DAS).

Titik Parah Genangan dan Jeritan Hati Warga

Beberapa wilayah yang selama ini dikenal sebagai lokasi langganan banjir, seperti Kecamatan Medan Maimun, Medan Johor, Medan Baru, dan Medan Selayang, kembali mengalami dampak terparah. Luapan air dari Sungai Deli dan Sungai Babura melimpah pesat akibat tidak mampu menampung volume air kiriman dari kawasan hulu di wilayah Deli Serdang dan Karo.

"Air naik sangat cepat pas warga sedang tidur lelap. Sekitar jam tiga pagi, air sudah masuk ke dalam rumah dan langsung menenggelamkan perabotan. Kami hanya sempat menyelamatkan dokumen penting dan anak-anak ke tempat aman," ungkap Rahmad (42), warga kawasan Gang Mati, Medan Maimun.

Aktivitas ekonomi warga di berbagai kawasan terendam pun lumpuh total. Banyak pertokoan dan warung kelontong terpaksa tutup karena ruangan mereka tergenang air keruh bercampur lumpur. Sejumlah pengendara sepeda motor dan mobil yang nekat menerobos genangan air terpaksa mendorong kendaraan mereka yang mogok, memperparah kemacetan di beberapa jalan utama Kota Medan.

Data Estimasi Sebaran Wilayah Terdampak

Berikut adalah gambaran umum tingkat keparahan banjir di beberapa titik utama Kota Medan:

Kecamatan Terdampak Ketinggian Air Kondisi Lapangan
Medan Maimun 80 cm – 150 cm Permukiman bantaran Sungai Deli terisolasi
Medan Johor 50 cm – 100 cm Akses jalan raya melumpuh & perumahan tergenang
Medan Baru 40 cm – 80 cm Fasilitas umum dan jalan lingkungan terendam
Medan Selayang 30 cm – 70 cm Genangan air menutup badan jalan utama

Akar Masalah dan Tantangan Infrastruktur Kota

Fenomena banjir berulang di Kota Medan bukan sekadar bencana alam musiman. Para ahli penataan ruang menilai ada perpaduan masalah kompleks yang memicu keparahan bencana ini. Pendangkalan dasar sungai akibat sedimentasi, buruknya jaringan drainase perkotaan yang tersumbat sampah, serta pesatnya alih fungsi lahan resapan air menjadi pemicu utama.

Pemerintah Kota Medan sejatinya telah berupaya melakukan berbagai langkah mitigasi, seperti pengerukan sungai dan perbaikan drainase secara berkala. Namun, curah hujan ekstrem yang kerap melanda dalam durasi lama sering kali melampaui kapasitas penampungan infrastruktur yang ada. "Kami terus berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai untuk percepatan normalisasi Sungai Deli dan Babura secara menyeluruh," ujar salah seorang petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan di lokasi penanganan.

Penanganan Darurat dan Imbauan Kesiapsiagaan

Tim gabungan dari BPBD Kota Medan, TNI, Polri, dan relawan kemanusiaan bergerak cepat menerjunkan perahu karet ke pemukiman yang terisolasi untuk mengevakuasi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan orang sakit. Posko pengungsian sementara serta dapur umum darurat mulai didirikan di beberapa lokasi aman, seperti pelataran masjid dan kantor kelurahan setempat.

BPBD Kota Medan juga membagikan beberapa imbauan keselamatan penting bagi warga yang daerahnya mulai tergenang:

  • Matikan Aliran Listrik: Segera matikan sekering utama rumah untuk mengantisipasi risiko bahaya korsleting dan sengatan listrik.
  • Amankan Dokumen Penting: Bungkus berkas bernilai dan peralatan elektronik menggunakan plastik kedap air.
  • Evakuasi Dini: Segera mengungsi ke tempat yang lebih tinggi sebelum akses jalan sepenuhnya terputus air.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpeluang terjadi di wilayah Sumatera Utara dalam beberapa hari mendatang. Oleh karena itu, warga yang bermukim di daerah aliran sungai imbau untuk tetap siaga. Bencana banjir ini menjadi pengingat berharga akan pentingnya kesiapsiagaan kolektif serta pembangunan kota yang lebih berwawasan lingkungan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS salsa-bintari

Reporter Startup. Meliput ekosistem startup Indonesia, venture capital, dan unicorn.

Comments (0)

User