Ada kisah haru yang menyeruak di tengah hiruk-pikuk pemberangkatan jamaah umrah di Bandara Soekarno-Hatta. Di antara ratusan wajah bahagia yang siap terbang ke Tanah Suci, terselip senyum keteguhan milik Endang Jayanti. Perempuan asal Makassar ini melangkah menyusuri lorong keberangkatan bukan sekadar membawa koper, melainkan memeluk erat kenangan dan doa almarhum suaminya, Sukriadi. Sukriadi adalah seorang pengemudi Grab yang dikenal gigih mencari nafkah di jalanan kota Makassar, namun dipanggil oleh Yang Maha Kuasa sebelum sempat menginjakkan kakinya di Makkah.
Kisah keberangkatan ini bermula dari keringat dan dedikasi Sukriadi di balik kemudi. Sebagai mitra pengemudi yang berdedikasi tinggi, namanya keluar sebagai salah satu pemenang Program BERKAH (Berangkat Umrah) yang digagas oleh Grab Indonesia. Impian besar untuk beribadah di depan Ka'bah yang selama ini mereka panjatkan dalam doa malam tiba-tiba menjadi kenyataan. Sayangnya, takdir berkehendak lain ketika Sukriadi menghembuskan napas terakhirnya sebelum hari keberangkatan yang dinanti itu tiba.
Melanjutkan Langkah yang Terhenti
Kesempatan emas yang diraih almarhum suami tidak sirna begitu saja. Pihak penyelenggara memberikan hak istimewa tersebut kepada Endang untuk menggantikan posisi sang suami. Menjelang keberangkatannya menuju Madinah pada Minggu, 13 September 2026, perasaan Endang membuncah antara haru, duka, dan rasa syukur yang amat mendalam. Bagi Endang, perjalanan ibadah ini bukan sekadar wisata spiritual biasa, melainkan sebuah amanah suci untuk menyempurnakan cita-cita sang suami.
"Saya sangat bersyukur dan terharu bisa melanjutkan kesempatan yang sebelumnya diperoleh oleh suami saya. Ini memiliki arti besar bagi saya dan keluarga," ungkap Endang dengan mata berkaca-kaca saat ditemui sebelum menaiki pesawat.
Momen keberangkatan ini menjadi bukti nyata bahwa kasih sayang dan ikhtiar seorang kepala keluarga akan terus berbuah kebaikan, bahkan setelah ia tiada. Endang membawa serta selarik doa yang pernah ditulis suaminya, bertekad untuk membacakannya secara langsung di depan Ka'bah dan Roudhah.
Apresiasi Nyata untuk 105 Mitra Pengemudi
Endang tidak sendirian dalam penerbangan ibadah ini. Grab Indonesia secara resmi memberangkatkan sebanyak 105 Mitra Pengemudi pilihan dari seluruh Indonesia. Para peserta ini merupakan pengemudi roda dua (GrabBike) dan roda empat (GrabCar) yang berhasil memenangkan apresiasi melalui Program BERKAH. Program apresiasi ini telah berlangsung sejak 1 April hingga 15 Mei 2026 sebagai bentuk penghargaan atas kepatuhan, loyalitas, dan pelayanan terbaik yang diberikan mitra kepada pengguna jasa.
Berikut adalah rangkuman informasi pelaksanaan Program BERKAH Grab Indonesia 2026:
| Informasi Program | Keterangan Detail |
|---|---|
| Nama Program | Program BERKAH (Berangkat Umrah) |
| Periode Pelaksanaan | 1 April – 15 Mei 2026 |
| Jumlah Peserta | 105 Mitra Pengemudi (Roda 2 & Roda 4) |
| Tanggal Keberangkatan | 13 September 2026 |
| Rute Perjalanan | Jakarta – Madinah – Makkah |
Pelepasan 105 jemaah umrah mitra Grab ini turut dihadiri oleh pejabat penting, termasuk Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf. Kehadiran menteri dalam acara pelepasan ini menambah kekhidmatan suasana, menandakan apresiasi tinggi pemerintah terhadap inisiatif korporasi yang peduli pada kesejahteraan mental dan spiritual para pekerja transportasi online.
Makna di Balik Setiap Perjalanan
Bagi masyarakat luas, cerita keberangkatan Endang Jayanti adalah pengingat bahwasanya kerja keras di jalanan yang kerap dipandang sebelah mata memiliki nilai kebaikan yang sangat tinggi. Perjuangan para pengemudi ojek online dalam menafkahi keluarga sering kali diiringi pengorbanan luar biasa. Langkah Grab Indonesia melimpahkan tiket umrah almarhum kepada ahli warisnya mendapatkan simpati mendalam dari masyarakat publik.
Kini, perjalanan ribuan kilometer dari Makassar menuju Tanah Suci sedang ditempuh oleh Endang. Di tengah dinginnya udara Madinah dan kehangatan Kota Makkah kelak, ada jejak kenangan Sukriadi yang terus hidup. Ibadah ini menjadi simbol bahwa tiada usaha yang sia-sia, dan setiap doa yang tertunda pasti menemukan jalannya sendiri untuk dikabulkan oleh Sang Pencipta.
Comments (0)