Sep 18, 2026
Sulawesi Selatan

PERTAMINA — Pertamina Ungkap Penyebab Antrean BBM Panjang di Makassar

Fenomena antrean kendaraan yang mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, akhirnya mendapat penjel

PERTAMINA — Pertamina Ungkap Penyebab Antrean BBM Panjang di Makassar

Fenomena antrean kendaraan yang mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, akhirnya mendapat penjelasan resmi dari pihak PT Pertamina (Persero). Pemandangan antrean panjang yang telah berlangsung selama kurun waktu 2 hingga 3 bulan terakhir ini sempat memicu keresahan warga, terutama para pengemudi angkutan umum, ojek online, dan angkutan logistik yang menggantungkan operasional harian mereka pada ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Dalam beberapa bulan terakhir, penumpukan kendaraan tidak hanya terjadi pada jam-jam sibuk, melainkan meluber hingga ke bahu jalan protokol sejak pagi hari. Hal ini berdampak langsung pada kemacetan arus lalu lintas kota dan penurunan efisiensi aktivitas ekonomi warga. Menyikapi kondisi tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi turun tangan untuk membeberkan secara mendalam faktor teknis maupun non-teknis yang menjadi akar permasalahan.

Kronologi dan Dampak Antrean BBM di Makassar

Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa penumpukan armada kendaraan paling parah terjadi pada jenis bahan bakar bersubsidi. Berdasarkan hasil pemantauan dan alur kejadian di lapangan, terdapat beberapa urutan peristiwa yang memperparah lonjakan antrean:

  1. Lonjakan Aktivitas Ekonomi: Pasca pemulihan mobilitas masyarakat, aktivitas kendaraan operasional di Makassar meningkat hingga 15% dibanding periode normal.
  2. Hambatan Waktu Distribusi: Terjadi kendala rotasi lalu lintas armada mobil tangki BBM dari Integrated Terminal Makassar menuju SPBU di titik-titik padat padat kendaraan.
  3. Kepanikan Pembelian (Panic Buying): Munculnya narasi kelangkaan BBM yang beredar luas di media sosial memicu warga untuk membeli BBM dalam kapasitas tangki penuh secara serentak.
"Kami memahami betul keresahan masyarakat terkait antrean ini. Namun kami tegaskan bahwa stok pasokan BBM di Terminal Pertamina sebenarnya dalam posisi aman. Kendala utama lebih dipengaruhi oleh dinamika konsumsi yang melebihi estimasi harian serta kelancaran distribusi ke SPBU," tegas perwakilan manajemen Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi.

Analisis Penyebab Utama Menurut Pertamina

Secara analitis, Pertamina mengidentifikasi tiga faktor dominan yang saling berkaitan hingga memicu penumpukan kendaraan di SPBU Makassar selama kurun waktu 2-3 bulan belakangan:

Faktor pertama adalah kuota BBM bersubsidi (khususnya Pertalite dan Solar) yang telah disesuaikan oleh Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas). Ketika kuota harian di suatu SPBU telah mencapai batas kuota bulanan, pengiriman suplai harus disesuaikan agar alokasi kuota cukup hingga akhir tahun anggaran.

Faktor kedua adalah adanya dugaan praktek penyalahgunaan BBM bersubsidi oleh oknum "pelangsir" yang menggunakan kendaraan bermotor dengan tangki rakitan atau modifikasi untuk membeli BBM secara berulang-ulang. Faktor ketiga adalah masa penyesuaian sistem pengawasan digitalisasi berbasis kode QR (MyPertamina) yang masih terus disosialisasikan kepada pengguna di lapangan.

Perbandingan Alokasi Pasokan dan Permintaan BBM

Untuk memberikan gambaran data yang lebih terukur, berikut adalah estimasi perbandingan antara pasokan alokasi harian dan tingkat konsumsi masyarakat di wilayah Makassar:

Jenis Bahan Bakar Alokasi Kuota Harian Rata-rata Konsumsi Harian Status Kondisi Field
Pertalite (RON 90) 1.200 Kilo Liter 1.450 Kilo Liter Defisit Terkontrol
Solar Subsidi 450 Kilo Liter 580 Kilo Liter Antrean Tinggi
Pertamax (RON 92) 350 Kilo Liter 300 Kilo Liter Pasokan Sangat Aman

Langkah Taktis dan Penanganan Terpadu

Guna memulihkan kondisi operasional di seluruh SPBU Makassar, Pertamina telah meluncurkan serangkaian kebijakan pemulihan yang komprehensif:

  • Operasional 24 Jam Terminal BBM: Menambah jam kerja layanan armada tangki BBM di Integrated Terminal Makassar hingga 24 jam penuh.
  • Alokasi Extra Dropping: Menyalurkan tambahan pasokan cadangan sebesar 10% sampai 15% di atas kuota reguler pada jam-jam rawan antrean.
  • Tindakan Tegas Bersama Aparat: Menggandeng pihak kepolisian setempat untuk merazia kendaraan modifikasi dan menindak oknum penyalahguna BBM bersubsidi.

Melalui penerapan solusi ini, Pertamina mengimbau masyarakat Makassar agar tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan harian tanpa perlu melakukan panic buying demi menjamin kelancaran distribusi bersama.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS salsa-bintari

Reporter Startup. Meliput ekosistem startup Indonesia, venture capital, dan unicorn.

Comments (0)

User