Sep 19, 2026
Sulawesi Selatan

Makassar — Dua Kelompok Warga Bentrok Pakai Molotov dan Busur

Suasana sunyi Senin dini hari di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, seketika berubah menjadi sangat mencekam. Ledakan bom molotov dan letupan keras petasan m

Makassar — Dua Kelompok Warga Bentrok Pakai Molotov dan Busur

Suasana sunyi Senin dini hari di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, seketika berubah menjadi sangat mencekam. Ledakan bom molotov dan letupan keras petasan memecah kegelapan malam, menandai pecahnya kembali bentrokan sengit antarkelompok warga di kawasan tengah kota. Ketakutan luar biasa pun melanda warga sekitar yang tengah tertidur lelap.

Aksi saling serang yang melibatkan puluhan pemuda tersebut tidak hanya merusak ketenangan kota, tetapi juga memblokade salah satu ruas jalan protokol utama. Asap hitam pekat dari kobaran api bom molotov membumbung tinggi ke udara, sementara hujan batu dan anak panah rakitan—yang dikenal warga lokal sebagai busur—membuat akses jalan sama sekali tidak dapat dilalui oleh kendaraan.

Kronologi dan Kepanikan Warga di Lokasi Kejadian

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, bentrokan ini berlangsung sangat cepat namun destruktif. Kedua kelompok massa yang bertikai bergerak mendekati area jalan utama sambil membawa berbagai jenis senjata tajam dan bahan peledak rakitan. Mereka saling melempar batu dan melepaskan tembakan busur panah dari jarak dekat tanpa memedulikan keselamatan warga lain.

Penggunaan bom molotov dan petasan berukuran besar yang dilemparkan ke arah lawan memicu kebakaran kecil di beberapa titik badan jalan serta trotoar. Suasana semakin tidak terkendali ketika massa mulai memblokade jalan dengan membarikade benda-benda keras.

"Kami hanya bisa mengunci pintu dari dalam rumah rapat-rapat. Suara ledakan dan teriakan massa sangat bising. Kami takut sekali rumah kami ikut terbakar karena percikan api dari bom molotov melayang ke mana-mana," ungkap Daeng Nappa (45), salah seorang warga setempat yang menyaksikan kejadian dari balik jendela rumahnya.

Jalan Protokol Lumpuh dan Intervensi Aparat Kepolisian

Akibat aksi saling serang ini, arus lalu lintas di jalan protokol sempat mengalami kelumpuhan total selama beberapa jam. Para pengguna jalan yang hendak melintas memaksa memutar balik kendaraan mereka karena khawatir menjadi korban salah sasaran dari sabetan busur maupun lemparan batu.

Aparat kepolisian dari Polrestabes Makassar yang menerima laporan segera diterjunkan ke lokasi untuk mengendalikan situasi. Pasukan gabungan harus mengambil tindakan tegas dengan menyemprotkan gas air mata untuk membubarkan kedua kubu yang terus bertahan. Setelah beberapa saat digempur gas air mata, massa akhirnya kocar-kacir melarikan diri masuk ke dalam gang-gang sempit permukiman.

Parameter Kejadian Detail Informasi
Waktu Peristiwa Senin Dini Hari
Jenis Senjata Digunakan Bom Molotov, Busur Panah, Batu, Petasan
Dampak Utama Blokade Jalan Protokol & Resah Warga
Tindakan Kepolisian Penyemprotan Gas Air Mata & Penyisiran Area

Akar Masalah Berulang dan Solusi Berkelanjutan

Fenomena bentrokan antarkelompok warga atau tawuran di Makassar bukanlah peristiwa baru. Konflik sosial semacam ini kerap dipicu oleh masalah-masalah yang tampaknya sepele, namun dibiarkan membesar akibat dendam lama. Beberapa faktor pemicu yang sering ditemukan meliputi:

  • Saling ejek atau provokasi di media sosial antarkelompok pemuda.
  • Sentimen kedaerahan atau batas wilayah antar-gang permukiman.
  • Konflik personal lama yang tidak pernah diselesaikan secara tuntas.

Pengamat masalah sosial menilai bahwa pendekatan hukum semata tidak akan cukup untuk menghentikan lingkaran kekerasan ini secara permanen. "Perlu ada intervensi sosial yang lebih mendalam, termasuk pelibatan aktif tokoh masyarakat dan ruang kreativitas bagi pemuda agar energi destruktif mereka dialihkan ke hal positif," tegas seorang sosiolog lokal.

Saat ini, lokasi bentrokan telah berhasil dikuasai oleh pihak kepolisian. Petugas menyita sejumlah barang bukti berupa pecahan botol molotov, puluhan mata busur, serta batu di lokasi kejadian. Polisi kini melakukan penyisiran guna memburu para pelaku utama dan provokator yang bertanggung jawab atas kerusuhan ini.

Dua kelompok warga saling serang menggunakan bom molotov, batu, dan busur panah di jalan protokol Makassar pada Senin dini hari. Kepolisian terpaksa melepaskan gas air mata untuk membubarkan massa. Baca selengkapnya di artikel ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS eko-saputra

Reporter Gadget. Review smartphone, laptop, dan consumer tech.

Comments (0)

User