Kue Ketan Talam Durian Raih Rekor Terpanjang Dunia, Jadi Ikon Baru Kuliner Pekanbaru
Pekanbaru resmi memiliki ikon kuliner yang siap dikenal di kancah nasional bahkan global. Melalui perayaan Hari Jadi Kota Pekanbaru ke-242, sebuah kue tradisional Melayu, Ketan Talam Durian, sukses m
Pekanbaru resmi memiliki ikon kuliner yang siap dikenal di kancah nasional bahkan global. Melalui perayaan Hari Jadi Kota Pekanbaru ke-242, sebuah kue tradisional Melayu, Ketan Talam Durian, sukses mencatatkan namanya dalam Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai kue ketan talam durian terpanjang di dunia. Lebih dari sekadar pemecahan rekor, pencapaian ini dinilai sebagai momentum strategis untuk membangun identitas kuliner daerah.
Kue yang disusun mencapai panjang 1 kilometer itu menjadi pusat perhatian ribuan warga yang hadir. Proses pembuatannya melibatkan puluhan pengrajin kuliner lokal yang bekerja sejak dini hari. Bahan baku utama, durian segar khas Riau, dipilih langsung dari sentra-sentra perkebunan untuk memastikan cita rasa autentik yang melekat pada kue tersebut. MURI kemudian secara resmi menyerahkan sertifikat penghargaan kepada Pemerintah Kota Pekanbaru di sela-sela kemeriahan festival.
Tidak hanya memecahkan rekor, langkah ini merupakan upaya serius memperkenalkan Kue Ketan Talam Durian sebagai ikon kuliner, setara dengan bagaimana pempek melekat pada Palembang, bika ambon pada Medan, atau bakpia pada Yogyakarta. Selama ini, kuliner tersebut lebih banyak dikenal di lingkungan masyarakat Melayu saja, padahal potensi untuk menjadi oleh-oleh wajib dan daya tarik wisata sangatlah besar. Pemilihan durian sebagai bahan utama juga bukan tanpa alasan — Riau merupakan salah satu provinsi penghasil durian terbaik di Indonesia, sehingga kue ini bisa menjadi representasi kekayaan alam sekaligus budaya masyarakat setempat.
“Kami ingin setiap orang yang mengingat Pekanbaru langsung terbayang kelezatan Kue Ketan Talam Durian. Ini adalah warisan kuliner nenek moyang yang harus kita jaga dan kenalkan lebih luas,” ujar salah satu pejabat pemerintah setempat saat memberikan sambutan.
Suasana festival semakin meriah dengan pembagian 3.000 buah durian gratis kepada masyarakat. Warga tampak antusias menikmati langsung buah durian yang menjadi bahan utama kue ikonik tersebut. Kegiatan ini tidak hanya menyajikan sensasi memecahkan rekor, tetapi juga mendekatkan masyarakat pada potensi unggulan daerahnya.
Dengan pencapaian ini, Pekanbaru menegaskan posisinya tidak hanya sebagai pusat bisnis di Sumatera, melainkan juga destinasi kuliner yang kaya rasa dan sejarah. Tim Beritaseputar.com melaporkan langsung dari lokasi festival, menyaksikan bagaimana sebuah kue tradisional berhasil menyatukan ribuan orang dalam kebanggaan kolektif atas identitas daerah mereka.
Comments (0)