Sep 19, 2026
Hukum

KTT BRICS — Prabowo Tegaskan Ketahanan Pangan Kunci Utama Kemandirian Bangsa

Halo pembaca Beritaseputar.com! Isu ketahanan pangan kembali menjadi perbincangan hangat di panggung diplomasi internasional. Dalam perhelatan Konferensi T

KTT BRICS — Prabowo Tegaskan Ketahanan Pangan Kunci Utama Kemandirian Bangsa

Halo pembaca Beritaseputar.com! Isu ketahanan pangan kembali menjadi perbincangan hangat di panggung diplomasi internasional. Dalam perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-18 BRICS yang berlangsung di India, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan pandangan strategisnya mengenai fondasi utama kekuatan suatu negara. Di hadapan para pemimpin dunia, beliau secara tegas menyatakan bahwa kemandirian sebuah bangsa sangat bergantung pada kemampuannya dalam berdikari di sektor pangan.

Presiden Prabowo menilai bahwa pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat bukanlah sekadar program rutin pemerintah, melainkan pilar utama untuk menciptakan kesejahteraan dan menjaga kedaulatan nasional. Di tengah dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian, jaminan pasokan bahan pokok menjadi benteng terdepan dalam menghadapi krisis.

Pilar Utama Kekuatan Bangsa dari Dalam Negeri

Dalam sesi terbatas bertajuk Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism, Presiden menekankan bahwa kedaulatan sejati sebuah negara tidak diukur dari narasi luar, melainkan dari kondisi riil masyarakatnya di dalam negeri.

"Kekuatan selalu bermula dari dalam negeri bersama rakyat kita, lewat kemampuan kita untuk memenuhi kebutuhan pangan mereka. Menjamin pasokan energi yang mereka perlukan, mendidik anak-anak kita, serta memberikan mereka kesempatan untuk hidup sejahtera," tegas Presiden Prabowo Subianto dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (12/9/2026).

Menurut beliau, fondasi ini memerlukan keterlibatan aktif dari seluruh elemen masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan petani lokal menjadi kunci utama untuk mewujudkan ekosistem pangan yang berkelanjutan dan tidak mudah tergoyahkan oleh gejolak pasar global.

Analisis Perbandingan Pilar Ketahanan Nasional

Untuk memahami lebih mendalam arah kebijakan yang disampaikan dalam KTT BRICS tersebut, berikut adalah matriks analisis pilar ketahanan nasional yang menjadi fokus perhatian pemerintah:

Pilar Ketahanan Fokus Program Target Dampak Strategis
Ketahanan Pangan Swasembada beras & bahan pokok Menstabilkan harga pasar & menekan inflasi 0% krisis pangan
Ketahanan Energi Kemudahan akses & kemandirian pasokan Menjamin keberlangsungan rantai pasok industri nasional
Pendidikan & SDM Peningkatan akses edukasi anak bangsa Menciptakan generasi unggul dan berdaya saing global
Persatuan Nasional Sinergi lintas elemen masyarakat Memperkuat stabilitas politik dan kebangsaan

Langkah Kronologis Membangun Kemandirian Pangan

Guna merealisasikan visi besar tersebut, pemerintah telah merumuskan urutan langkah strategis yang harus dijalankan secara bertahap dan konsisten:

  1. Penguatan Fondasi Pertanian Lokal: Mendorong intensifikasi lahan dan memberikan dukungan teknologi modern kepada para petani di berbagai daerah.
  2. Penyempurnaan Rantai Logistik: Memastikan distribusi hasil panen berjalan lancar dari daerah penghasil ke pusat-pusat konsumsi tanpa hambatan tengkulak.
  3. Integrasi Energi dan Pertanian: Memastikan pasokan energi yang stabil untuk mendukung infrastruktur pengolahan pangan dan irigasi berbasis teknologi.
  4. Pemberdayaan Sumber Daya Manusia: Memberikan edukasi berkelanjutan bagi generasi muda agar tertarik terjun ke sektor agribisnis modern.

Diplomasi Multilateral dan Implikasinya bagi Indonesia

Kehadiran Indonesia dalam forum BRICS mempertegas posisi negara kita sebagai pelopor tata kelola global yang inklusif. Menurut sejumlah pakar hubungan internasional, penekanan pada ketahanan pangan dalam forum multilateral seperti BRICS sangat relevan dengan kebutuhan negara-negara berkembang saat ini.

"Ketegasan Presiden Prabowo menunjukkan bahwa Indonesia berani mengambil peran sentral dalam isu-isu vital dunia. Pangan bukan sekadar komoditas dagang, melainkan instrumen kedaulatan yang menentukan posisi tawar suatu bangsa di kancah internasional," ujar seorang analis diplomasi global.

Dengan semangat kebersamaan dan kerja sama lintas negara, Indonesia optimistis mampu membangun struktur ekonomi dalam negeri yang tangguh. Melalui pemenuhan kebutuhan dasar secara mandiri, Indonesia siap melangkah menjadi salah satu kekuatan utama dunia yang disegani dan sejahtera.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS andika-rivaldi

Reporter Fintech. Meliput payment gateway, bank digital, dan inklusi keuangan.

Comments (0)

User