Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara terbuka menyampaikan apresiasi dan pujian tinggi atas kepemimpinan Perdana Menteri India, Narendra Modi, dalam menyelenggarakan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-18 BRICS. Pertemuan bergengsi yang berlangsung di India pada pertengahan September 2026 tersebut menjadi panggung penting bagi diplomasi Indonesia di tingkat global.
Kunjungan kerja Kepala Negara ini tidak hanya menjadi simbol kehangatan hubungan bilateral antara Jakarta dan New Delhi, tetapi juga menegaskan komitmen Indonesia untuk terus berkontribusi aktif dalam dialog-dialog strategis dunia. Prabowo menilai, penyambutan luar biasa yang diberikan pemerintah India kepada delegasi Indonesia merupakan sebuah penghormatan besar yang mencerminkan eratnya kemitraan kedua negara.
Fokus Pertemuan: Penguatan Tata Kelola Global dan Multilateralisme
Dalam rangkaian acara KTT tersebut, Presiden Prabowo menghadiri sesi pertemuan terbatas yang mengusung tema 'Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism'. Sesi ini menjadi wadah krusial bagi para pemimpin negara anggota BRICS dan negara mitra untuk merumuskan langkah nyata menghadapi tantangan geopolitik serta ketidakpastian ekonomi global.
Di hadapan para kepala negara dan kepala pemerintahan yang hadir, Presiden Prabowo secara khusus menyampaikan rasa terima kasihnya atas hospitality yang diberikan oleh tuan rumah. Kepemimpinan India di bawah PM Modi dinilai sangat proaktif dan mampu membawa arah diskusi menuju solusi konkret.
"Saya ingin menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat serta keramahan luar biasa yang diberikan kepada delegasi kami. Saya juga ingin memberikan apresiasi atas kepemimpinan hebat Perdana Menteri Shri Narendra Modi dalam memimpin BRICS," ujar Presiden Prabowo sebagaimana dikutip dari keterangan resmi Sekretariat Presiden pada Sabtu, 12 September 2026.
Secara umum, pembahasan dalam sesi terbatas tersebut berfokus pada beberapa poin strategis berikut:
- Reformasi Lembaga Multilateral: Mendorong tata kelola organisasi global agar lebih responsif dan adil terhadap kebutuhan negara-negara berkembang.
- Penguatan Kerja Sama Ekonomi Global South: Memperluas akses perdagangan dan investasi yang saling menguntungkan antar-negara berkembang.
- Stabilitas dan Inklusivitas: Memastikan suara negara-negara berkembang terdengar setara dalam pengambilan keputusan tingkat dunia.
Analisis Penulis: Impak Geopolitik Keketuaan India dan Posisi Indonesia
Langkah Presiden Prabowo yang menghadiri dan memberikan apresiasi tinggi pada KTT BRICS di India memperlihatkan arah politik luar negeri Indonesia yang tetap bebas aktif namun semakin pragmatis-strategis. Di bawah kepemimpinan PM Narendra Modi, India berhasil memposisikan BRICS sebagai jembatan penting antara negara berkembang (Global South) dan kekuatan ekonomi utama dunia.
Bagi Indonesia, kehadiran dalam forum ini sangat krusial untuk memastikan kepentingan nasional—terutama terkait ketahanan pangan, energi, dan digitalisasi—dapat terus diperjuangkan. Kerjasama yang erat dengan India juga membuka peluang akselerasi investasi dan transfer teknologi yang signifikan.
| Aspek Evaluasi | Fokus Utama KTT BRICS ke-18 | Target Posisi Diplomasi Indonesia |
|---|---|---|
| Tata Kelola | Reformasi arsitektur keuangan dunia | Inklusivitas bagi negara berkembang |
| Ekonomi | Perdagangan berkeadilan dan diversifikasi pasar | Penguatan rantai pasok nasional |
| Diplomasi | Kepemimpinan proaktif India di Global South | Kemitraan strategis independen & seimbang |
Dengan berjalannya KTT ke-18 BRICS ini secara sukses, Indonesia menegaskan kembali perannya sebagai pemain kunci yang siap berkolaborasi dengan kekuatan ekonomi mana pun demi terciptanya tatanan dunia yang damai, adil, dan sejahtera.
Dalam KTT ke-18 BRICS, Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi kepemimpinan proaktif India dan menyuarakan pentingnya keterlibatan negara berkembang dalam tata kelola dunia. Simak analisis selengkapnya hanya di Beritaseputar.com.
Comments (0)