Kritikan Keras Biden ke Trump: “Pecundang Korup dan Narsis”
Washington – Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden melontarkan serangan verbal paling tajam sepanjang masa purnajabatannya, dengan menyebut Presiden Donald Trump sebagai sosok pecundang ya
Washington – Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden melontarkan serangan verbal paling tajam sepanjang masa purnajabatannya, dengan menyebut Presiden Donald Trump sebagai sosok pecundang yang korup dan narsis. Pernyataan itu diungkapkan Biden pada Senin (29/6/2026), hampir tepat dua tahun setelah momen kontroversial yang mengakhiri kiprahnya di panggung pemilihan presiden 2024, yaitu debat capres yang berujung pada pengunduran dirinya dari pencalonan.
Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, kritik pedas itu disampaikan Biden dalam sebuah pertemuan terbatas di Washington. Ia tidak lagi menahan diri saat membicarakan rival politiknya.
“Dia adalah pecundang yang korup dan sangat narsis. Itu fakta yang tak bisa dibantah,” ujar Biden, seperti dikutip Beritaseputar.com dari sejumlah peserta yang hadir di forum tersebut.
Komentar tersebut menandai peningkatan tensi antara dua tokoh paling dominan dalam politik Amerika modern. Keduanya telah terlibat dalam persaingan sengit sejak Pilpres 2020, ketika Biden mengalahkan Trump dan mengakhiri masa jabatan pertamanya. Trump tidak pernah sepenuhnya mengakui kekalahan itu, menciptakan atmosfer politik yang tegang dan terbelah. Kemudian pada pemilu 2024, Biden yang maju kembali sebagai calon petahana dari Partai Demokrat menghadapi Trump untuk kedua kalinya, tetapi penampilannya dalam debat pertama menuai kritik luas, termasuk dari internal partainya sendiri. Desakan agar ia mundur pun tak terbendung, dan Biden akhirnya mengakhiri kampanye lebih awal, membuka jalan bagi kandidat lain yang gagal menghentikan laju Trump menuju Gedung Putih.
Sejumlah pengamat melihat kecaman terbaru ini sebagai ekspresi akumulatif dari kekecewaan pribadi dan politik Biden. “Ini adalah luapan emosi seorang mantan presiden yang merasa warisan politiknya dirampas,” kata seorang analis politik yang berbasis di D.C. “Biden tidak hanya mengkritik kebijakan, tetapi langsung menyerang karakter Trump dengan istilah yang jarang diucapkan di depan publik oleh seorang negarawan.”
Label “korup” yang dilekatkan Biden bukan tanpa dasar. Trump telah berkali-kali berhadapan dengan investigasi dan tuntutan hukum terkait dugaan penyalahgunaan kekuasaan dan konflik kepentingan, baik selama maupun setelah masa jabatan pertamanya. Sementara itu, sebutan “narsis” telah lama menjadi perbincangan di kalangan psikolog politik yang mengamati gaya kepemimpinan Trump, kendati jarang diucapkan secara langsung oleh mantan presiden lain.
Sampai berita ini diturunkan, pihak Gedung Putih belum memberikan respons resmi. Namun, reaksi dari pendukung Trump di platform digital langsung membanjiri ruang publik, menuding Biden mencari panggung untuk tetap relevan. Beberapa tokoh Partai Republik menyebut pernyataan itu sebagai bentuk keputusasaan yang tak pantas dari seorang negarawan senior.
Ketegangan ini muncul di saat yang krusial bagi politik AS, ketika kedua partai bersiap menghadapi pemilu paruh waktu 2026. Demokrat berharap memanfaatkan ketidakpuasan terhadap pemerintahan Trump, sementara kubu Republik mengandalkan popularitas presiden petahana. Dalam konteks ini, suara Biden, meski bukan lagi berasal dari orang nomor satu di negeri itu, masih memiliki bobot untuk mempengaruhi basis pemilih Demokrat dan swing voters yang kecewa.
Beritaseputar.com akan terus mengabarkan perkembangan terbaru, termasuk kemungkinan tanggapan langsung dari Trump yang kerap memanfaatkan media sosialnya untuk membalas setiap kritik yang datang dari lawan politiknya.
Comments (0)