Sep 18, 2026
Jawa Timur

Kediri — Klenteng Tjoe Hwie Kiong Gelar Pertunjukan Wayang Potehi

Alunan gembreng dan tambur bertalu-talu memecah keheningan di kompleks Klenteng Tjoe Hwie Kiong, Kota Kediri. Di balik panggung kayu berukuran ringkas, jem

Kediri — Klenteng Tjoe Hwie Kiong Gelar Pertunjukan Wayang Potehi

Alunan gembreng dan tambur bertalu-talu memecah keheningan di kompleks Klenteng Tjoe Hwie Kiong, Kota Kediri. Di balik panggung kayu berukuran ringkas, jemari lincah sang dalang tampak lihai menggerakkan boneka-boneka kain berhiaskan sulaman benang emas. Pertunjukan Wayang Potehi yang sarat nilai sejarah kembali digelar, menyedot perhatian ratusan warga lokal maupun wisatawan yang melintas di kawasan cagar budaya tersebut.

Pentas seni tradisional ini bukan sekadar hiburan visual yang memanjakan mata, melainkan wujud rasa syukur sekaligus sarana ritual persembahan kepada dewa-dewi. Kehadiran wayang khas Tionghoa ini membawa suasana hangat, melebur batas usia dan latar belakang pengunjung yang datang menikmati alur cerita naratif yang dibawakan.

"Pentas wayang ini adalah wujud syukur kami kepada dewa-dewi, sekaligus langkah nyata untuk merawat serta melestarikan seni budaya Tionghoa agar tetap hidup di tengah masyarakat modern," ungkap salah satu pengurus Klenteng Tjoe Hwie Kiong di sela-sela pagelaran.

Menjaga Tradisi di Balik Bangunan Cagar Budaya

Klenteng Tjoe Hwie Kiong yang berdiri megah di tepi Sungai Brantas telah berstatus sebagai situs cagar budaya. Lokasi ini tidak hanya menjadi pusat peribadatan umat Tri Dharma, tetapi juga benteng pertahanan warisan leluhur. Memilih tempat ini sebagai panggung utama Wayang Potehi menegaskan kembali peran penting bangunan bersejarah sebagai wadah pelestarian identitas budaya Nusantara.

Secara etimologi, kata Potehi berasal dari dialek Hokkien: pou (kain), te (kantong), dan hi (wayang). Secara harfiah, kesenian ini adalah pertunjukan boneka kain yang dimainkan dengan memasukkan jemari tangan ke dalam kostum boneka. Lakon yang dibawakan umumnya mengangkat wiracarita klasik Tiongkok, seperti kisah kepahlawanan Sie Jin Kwee hingga pengembaraan Sun Go Kong.

Akulturasi Budaya dan Adaptasi Zaman

Perjalanan Wayang Potehi di Indonesia melintasi rentang sejarah yang panjang. Sempat mengalami pengekangan pada masa lalu, seni tutur ini kini bangkit kembali dengan wajah yang lebih inklusif. Salah satu bentuk adaptasi terbesarnya adalah penggunaan bahasa pengantar. Jika dahulu dimainkan murni dalam bahasa Hokkien atau Mandarin, kini dalang kerap menyelipkan **Bahasa Indonesia** dan dialek Jawa agar cerita lebih mudah dipahami oleh penonton lintas generasi.

Berikut adalah perbandingan dinamika seni Wayang Potehi antara era klasik dan era modern saat ini:

Elemen Pembanding Wayang Potehi Klasik Wayang Potehi Modern
Bahasa Pengantar Dialek Hokkien / Mandarin Bahasa Indonesia / Jawa
Fungsi Utama Ritual Keagamaan Internal Ritual, Edukasi, & Hiburan Publik
Instrumen Musik Alat Musik Tradisional Tiongkok Kolaborasi Musik Tiongkok & Lokal

Tantangan Preservasi dan Harapan Masa Depan

Di tengah pesatnya gempuran hiburan digital, merawat kesenian klasik seperti Wayang Potehi membutuhkan komitmen kolektif. Tanpa adanya panggung yang konsisten, generasi muda terancam kehilangan ingatan sejarah atas kekayaan akulturasi budaya yang ada di sekitarnya.

Seni pertunjukan ini bukan sekadar warisan fisik yang kaku, melainkan jembatan emosional yang menyatukan masyarakat dalam semangat keberagaman. Melalui pentas berkala di Klenteng Tjoe Hwie Kiong, pesan perdamaian dan keharmonisan sosial terus ditularkan kepada publik.

Diharapkan, langkah yang diambil oleh pengurus klenteng ini dapat menginspirasi berbagai pihak untuk terus membuka ruang kreatif bagi kesenian tradisional lainnya. Dengan demikian, kekayaan budaya Indonesia yang beraneka ragam dapat tetap lestari dan menjadi kebanggaan bersama hingga masa mendatang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS eko-saputra

Reporter Gadget. Review smartphone, laptop, dan consumer tech.

Comments (0)

User