Jakarta — Di tengah gemuruh dunia maya yang sesekali menghadirkan kembali lagu-lagu
Sebuah Lagu, Sebuah Janji yang Terlontar Kembali Lagu More than That memang bukan sekadar hit belaka. Ketika pertama kali diperdengarkan, liriknya yang be
Sebuah Lagu, Sebuah Janji yang Terlontar Kembali
Lagu More than That memang bukan sekadar hit belaka. Ketika pertama kali diperdengarkan, liriknya yang berbunyi “I will love you more than that” terdengar sebagai sumpah cinta sederhana yang mudah diingat. Namun bagi Rina, maknanya berlapis-lapis. “Waktu saya pertama dengar lagu ini, saya masih mahasiswa dan pacaran sama suami saya sekarang. Kami suka menyanyikannya bersama di angkringan dekat kampus,” kenang Rina, suaranya bergetar di ujung telepon. “Tapi setelah dia dapat penugasan di Frankfurt dua tahun lalu, lagu ini tiba-tiba berubah jadi semacam doa. Setiap kali saya terjemahkan liriknya, rasanya seperti mengucapkan janji pernikahan ulang.”
“Setiap kali saya terjemahkan liriknya, rasanya seperti mengucapkan janji pernikahan ulang.”
Lagu yang menjadi trek keenam dalam album Black & Blue itu memang ditulis tentang cinta dan harapan—tentang seseorang yang ingin membuktikan bahwa cintanya melebihi apa yang diberikan orang lain. Terjemahan liriknya, yang banyak beredar di internet, menolong pendengar berbahasa Indonesia mencerna baris-baris seperti “I won't say the words, then take them back” menjadi “Aku tidak akan mengatakan kata-kata itu lalu menariknya kembali.” Kalimat tersebut, bagi pasangan yang menjalani pernikahan jarak jauh, menjelma menjadi komitmen yang tak kenal batas waktu.
Makna di Balik “Lebih dari Itu”
Rina mengaku, di bulan-bulan awal perpisahan, ia kerap dihantui rasa cemas. Kabar di WAG perantauan, perbedaan waktu, hingga kelelahan emosional membuat komunikasi mereka kadang tersendat. Namun, setiap kali ia menyetel More than That dan membaca terjemahan per bait, ada energi tenang yang muncul. “Saya merasa dia sedang bilang langsung ke saya, bahwa seberat apa pun tantangan di luar sana, cintanya tetap lebih besar,” ujarnya.
Hal ini diamini oleh Dra. Fitriani Andayani, M.Psi., psikolog keluarga yang kerap menangani pasangan lintas negara. Menurutnya, musik bisa menjadi jembatan emosional yang kuat dalam memelihara hubungan jarak jauh. “Lirik lagu yang diterjemahkan dan dipahami secara personal bisa berfungsi seperti afirmasi positif. Ketika seseorang merasa kesepian, mendengarkan lagu yang sudah menjadi ‘lagu kita’ dapat menurunkan hormon stres dan meningkatkan perasaan keterikatan,” jelas Fitriani. Ia menambahkan, pasangan yang memiliki ‘lagu’ bersama—apalagi dengan terjemahan yang diresapi—cenderung lebih mudah mengelola konflik karena adanya ingatan emosional bersama yang dapat ditarik kapan saja.
Dari Lirik Menjadi Kekuatan Sehari-hari
Selesai berbincang, Rina kembali membuka aplikasi panggilan video. Di layar, suaminya tersenyum sambil menunjukkan secarik kertas: tulisan tangan lirik More than That lengkap dengan terjemahannya, yang ia tempel di meja kerja di sana. “Kami sekarang bikin ritual. Setiap malam Sabtu, kami video call lalu bacain terjemahan lagu ini bergantian. Mungkin terdengar aneh untuk orang seusia kami, tapi ini cara kami menjaga janji,” kata Rina sembari tertawa kecil. Cerita sederhana ini adalah bukti bahwa terjemahan lirik bukan hanya urusan kata per kata, melainkan pengikat hati yang melampaui benua.
Comments (0)