Israel Hanya Akan Tarik Pasukan dari Lebanon Jika Hizbullah Lucuti Senjata
Tel Aviv - Israel menegaskan tidak akan menarik pasukannya dari Lebanon bagian selatan sebelum kelompok Hizbullah melucuti seluruh persenjataannya. Sikap tegas ini menjadi jawaban atas seruan Korps
Tel Aviv - Israel menegaskan tidak akan menarik pasukannya dari Lebanon bagian selatan sebelum kelompok Hizbullah melucuti seluruh persenjataannya. Sikap tegas ini menjadi jawaban atas seruan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) yang mendesak agar pasukan Israel segera meninggalkan wilayah Lebanon secara sukarela.
Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, Tel Aviv justru memperkuat pendiriannya dengan menyatakan bahwa kehadiran militernya di zona keamanan yang mencakup Lebanon, Jalur Gaza, dan Suriah akan terus dipertahankan selama masih dianggap perlu. Israel memandang kehadiran pasukannya di kawasan tersebut sebagai langkah strategis untuk menjamin stabilitas keamanan di perbatasan utaranya.
"Kami tidak akan mundur sampai ancaman terhadap warga Israel di perbatasan utara benar-benar dihilangkan. Hizbullah harus dilucuti senjatanya," tegas seorang pejabat militer Israel yang dikutip media kami.
Ketegangan antara Israel dan Hizbullah meningkat tajam sejak awal Maret lalu, ketika kelompok yang didukung Iran itu turut serta dalam konflik Timur Tengah dengan melancarkan serangan sebagai bentuk solidaritas terhadap Teheran. Serangan tersebut memicu respons militer besar-besaran dari Israel, yang melancarkan serangan udara secara intensif ke berbagai sasaran di Lebanon dan mengerahkan pasukan darat ke wilayah selatan negara tersebut.
Menurut analisis yang dirangkum Beritaseputar.com, sikap Israel yang tidak mau berkompromi soal pelucutan senjata Hizbullah menunjukkan bahwa eskalasi militer di kawasan itu masih berpotensi berlanjut. Israel tampaknya menjadikan kehadiran pasukannya di zona-zona tersebut sebagai kartu tawar sekaligus pagar pengaman untuk mencegah serangan lebih lanjut dari kelompok-kelompok yang dianggapnya sebagai ancaman langsung.
Hingga kini belum ada tanda-tanda bahwa Hizbullah akan menerima tuntutan pelucutan senjata tersebut. Sementara itu, IRGC terus melontarkan kecaman terhadap keberadaan pasukan Israel di Lebanon dan menyerukan komunitas internasional untuk menekan Tel Aviv agar segera menarik mundur seluruh pasukannya dari wilayah yang mereka anggap sebagai pelanggaran kedaulatan.
Comments (0)