Israel Bom Terowongan Isi Ratusan Senjata di Lebanon, Hizbullah Murka!
Ketegangan di perbatasan utara Israel kembali memanas setelah militer negara itu mengklaim telah menghancurkan sebuah terowongan bawah tanah raksasa di Lebanon selatan. Penghancuran infrastruktur mil
Ketegangan di perbatasan utara Israel kembali memanas setelah militer negara itu mengklaim telah menghancurkan sebuah terowongan bawah tanah raksasa di Lebanon selatan. Penghancuran infrastruktur militer ini sontak memicu kemarahan kelompok Hizbullah yang langsung mengancam akan melancarkan aksi balasan yang setimpal. Insiden ini menandai eskalasi signifikan dalam konflik intensitas rendah yang telah berlangsung di kawasan tersebut.
Klaim Israel: Gudang Senjata Bawah Tanah
Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, klaim penghancuran ini disampaikan langsung melalui pernyataan bersama tingkat tinggi. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, bersama Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, memberikan keterangan resmi yang menggambarkan skala megah dari proyek terowongan tersebut. Menurut mereka, struktur ini bukanlah sekadar lubang perlindungan biasa, melainkan sebuah instalasi militer canggih yang dirancang untuk melancarkan serangan mematikan.
Dalam keterangannya, kedua pejabat tinggi Israel itu merinci bahwa terowongan tersebut membentang sejauh lebih dari 200 meter. Lebih mencengangkan lagi, fasilitas bawah tanah ini digali hingga mencapai kedalaman lebih dari 25 meter, menjadikannya sasaran yang sangat sulit dideteksi dan dihancurkan tanpa operasi intelijen dan militer yang presisi. Operasi ini diklaim berhasil menetralisir potensi ancaman langsung terhadap warga sipil Israel.
"Terowongan itu, yang membentang lebih dari 200 meter dan mencapai kedalaman lebih dari 25 meter, berisi ratusan senjata serta beberapa lubang peluncur yang dimaksudkan untuk menargetkan Negara Israel dan warga sipilnya," demikian pernyataan resmi Netanyahu dan Katz yang dikutip media kami dari keterangan pers, Senin (29/6/2026).
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa di dalam terowongan ditemukan ratusan unit persenjataan. Lebih spesifik, terdapat beberapa lubang peluncur rudal yang telah disiapkan. Temuan ini memperkuat narasi Tel Aviv bahwa Hizbullah, yang didukung oleh Iran, secara aktif membangun jaringan terowongan ofensif untuk menyusup dan melancarkan serangan mendadak ke wilayah Galilea. Israel telah lama menuding Hizbullah menggunakan infrastruktur sipil di Lebanon sebagai tameng untuk aktivitas militer seperti ini.
Respon Hizbullah dan Ancaman Pembalasan
Tak butuh waktu lama bagi Hizbullah untuk merespons aksi militer ini. Kelompok yang sangat berpengaruh di Lebanon itu langsung menyatakan kemurkaannya atas operasi penghancuran tersebut. Sumber-sumber di kawasan melaporkan bahwa suasana di Lebanon selatan memanas dengan cepat, dengan para komandan Hizbullah mengadakan pertemuan darurat untuk membahas langkah selanjutnya. Meskipun belum ada detail spesifik mengenai waktu dan bentuk balasannya, narasi "aksi balasan yang akan datang" telah digaungkan melalui saluran media yang terafiliasi dengan kelompok tersebut.
Penghancuran terowongan ini memukul telak doktrin pertahanan dan penyerangan Hizbullah. Sejak Perang Lebanon 2006, Hizbullah telah membangun jaringan terowongan bawah tanah yang luas, yang sering disebut sebagai "Terowongan Pertahanan" oleh pendukungnya. Infrastruktur ini tidak hanya berfungsi untuk melindungi persenjataan dari serangan udara Israel, tetapi juga menjadi alat kejutan untuk mengangkut pasukan dan senjata secara tersembunyi.
Para analis militer yang dimintai pandangan oleh media kami menyatakan bahwa hilangnya aset strategis sebesar ini merupakan tamparan telak bagi citra kemampuan pertahanan Hizbullah. Meski demikian, potensi eskalasi konflik terbuka masih dinilai kecil. Kedua belah pihak, baik Israel maupun Hizbullah, diprediksi masih akan menampilkan kekuatan mereka melalui operasi-operasi terbatas dan perang psikologis untuk menghindari pecahnya konflik berskala penuh yang berpotensi menghancurkan secara masif. Situasi di perbatasan kini dijaga super ketat dengan pasukan penjaga perdamaian PBB (UNIFIL) meningkatkan patroli mereka untuk meredam gesekan langsung antara kedua musuh bebuyutan ini.
Comments (0)