Ikang Fawzi Bangga Putrinya Warisi Semangat Almarhumah Marissa Haque

Di ruang tengah rumah yang dipenuhi kenangan, Ikang Fawzi duduk bersandar, matanya menerawang ke arah foto sang istri tercinta, Marissa Haque. Ada getar suara yang tertahan saat ia mulai mengisahkan t...

Jul 12, 2026 - 03:33
0 0
Ikang Fawzi Bangga Putrinya Warisi Semangat Almarhumah Marissa Haque

Di ruang tengah rumah yang dipenuhi kenangan, Ikang Fawzi duduk bersandar, matanya menerawang ke arah foto sang istri tercinta, Marissa Haque. Ada getar suara yang tertahan saat ia mulai mengisahkan tentang dua putrinya, Bella dan Chiki Fawzi.

“Mereka tumbuh bukan hanya sebagai anak-anak yang kehilangan, tapi sebagai perempuan yang justru semakin menyala,” ujarnya lirih. Dalam tiap helaan napas, tampak jelas bangga yang tak bisa disembunyikan. Dua perempuan muda itu, baginya, adalah cerminan paling jernih dari almarhumah sang bunda.

Semangat yang Tak Pernah Padam

Di balik layar kehidupan keluarga ini, kepergian Marissa Haque meninggalkan ruang kosong yang sulit diisi. Namun, alih-alih tenggelam dalam duka, Bella dan Chiki justru memilih untuk bangkit dan meneruskan apa yang dulu diperjuangkan ibunya. Ikang melihat itu semua dengan mata kepalanya sendiri.

“Saya melihat Marissa di dalam diri mereka. Cara mereka berbicara, semangatnya, bahkan keberanian untuk menyuarakan kebenaran—itu persis seperti ibunya,” ungkap Ikang dengan sorot mata penuh haru. Ia mengenang bagaimana Marissa dulu selalu lantang membela yang lemah, tak gentar meski banyak yang menentang.

Dalam keseharian, warisan semangat itu tampak sederhana: dari cara Bella dan Chiki peduli pada isu sosial, hingga keberanian mereka mengambil sikap atas sesuatu yang mereka yakini benar. Bukan sekadar mimpi atau nostalgia, melainkan aksi nyata yang lahir dari nilai-nilai yang ditanamkan ibunya selama bertahun-tahun.

Vokal Bela Palestina: Suara yang Menyatukan

Belakangan, publik kembali diingatkan pada perjalanan dua bersaudara ini saat mereka lantang menyuarakan dukungan untuk Palestina. Di media sosial, Bella dan Chiki tak henti-hentinya mengunggah konten yang menyuarakan perdamaian dan keadilan bagi rakyat Palestina. Bagi sebagian orang, ini mungkin dianggap kontroversial, tetapi bagi Ikang, ini adalah bukti bahwa anak-anaknya tidak takut berdiri di pihak yang benar.

“Mereka tahu risiko, tapi keyakinan mereka lebih besar. Itulah inspirasi yang mereka warisi dari ibunya—tidak diam ketika hati nurani memanggil,” ucap Ikang. Salah satu momen mengharukan terjadi ketika Chiki, dalam sebuah diskusi virtual, menitikkan air mata saat menceritakan penderitaan anak-anak di Gaza. Baginya, itu bukan sekadar isu politik, melainkan panggilan kemanusiaan yang dalam.

“Bella dan Chiki selalu ingat pesan ibu: ‘Kamu tak harus besar untuk berbuat baik, cukup punya hati,’” kata Ikang menirukan ucapan almarhumah.

Sikap vokal ini bukan tanpa tantangan. Beberapa warganet meragukan ketulusan mereka, tetapi Ikang justru melihatnya sebagai ujian yang membuat putrinya semakin kuat. “Justru di situlah letak perjuangannya. Mereka belajar dari ibu mereka bahwa kebenaran tak selalu populer, tapi harus tetap disuarakan,” tambahnya.

Kisah di Balik Dua Perempuan Muda

Ikang tak bisa menutupi rasa bangganya saat menceritakan bagaimana Bella dan Chiki, di usia yang masih belia, mampu menyeimbangkan karier, keluarga, dan kepedulian sosial. Bella, yang kini merintis karier di dunia kreatif dan bisnis, seringkali menyelipkan pesan-pesan kemanusiaan dalam setiap proyeknya. Sementara Chiki, yang aktif di dunia tarik suara dan konten digital, tak segan menjadikan platformnya sebagai ruang edukasi dan solidaritas.

“Mereka enggak cuma ngomong. Mereka datang langsung ke acara-acara penggalangan dana, mereka sisihkan waktu dan tenaga. Itu yang bikin saya terharu,” tutur Ikang. Dalam beberapa kesempatan, kedua bersaudara itu terlihat hadir di acara solidaritas untuk Palestina, berinteraksi dengan para aktivis, dan menyuarakan harapan mereka akan perdamaian.

Bagi Ikang, perjalanan ini seperti melihat benang merah yang tak terputus. Marissa Haque dikenal sebagai sosok yang multitalenta: politisi, aktris, akademisi, sekaligus ibu yang penuh cinta. Nilai-nilai itu kini hidup kembali dalam diri Bella dan Chiki, meski diwarnai dengan gaya dan pendekatan generasi mereka sendiri.

“Saya cuma bisa bilang terima kasih pada Allah, karena anak-anak saya punya hati seperti ibunya,” katanya dengan suara bergetar. Di tengah obrolan itu, matanya kembali basah, namun kali ini disertai senyum yang meyakinkan. Sebuah kisah tentang cinta yang melebihi kematian, dan semangat yang terus menyala dari satu generasi ke generasi berikutnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User