Militer Israel untuk pertama kalinya mengakui bahwa pasukannya menembaki kendaraan yang membawa Hind Rajab, bocah perempuan berusia lima tahun, di Jalur Gaza. Pengakuan yang disampaikan pada Rabu itu sekaligus diiringi keputusan untuk membuka penyelidikan kriminal atas insiden pembunuhan yang telah memicu kecaman dunia dan menjadi simbol penderitaan warga sipil dalam perang Gaza tersebut.
Israel Defense Forces (IDF) sebelumnya berulang kali membantah keterlibatan dalam peristiwa pembunuhan pada Januari 2024 itu. Bahkan, berbulan-bulan setelah kejadian, militer Israel menyatakan penyelidikan pendahuluan menemukan pasukannya "tidak berada di dekat kendaraan atau dalam jangkauan tembak" dari mobil yang membawa Hind bersama paman dan keluarganya. Pengakuan terbaru ini secara langsung membantah klaim-klaim sebelumnya yang dipertahankan IDF selama lebih dari dua tahun.
Kasus Hind disebut sebagai salah satu dari dua insiden berprofil tinggi yang kini tengah diselidiki secara kriminal oleh militer Israel. Langkah ini terbilang langka, mengingat minimnya kasus pelanggaran di Gaza yang berhasil berujung pada penyelidikan kriminal, apalagi penuntutan terhadap personel militer Israel.
Pengakuan yang Berubah Haluan
Perubahan sikap IDF ini datang setelah tekanan panjang dari jurnalisme investigasi dan kecaman publik global. CNN, yang pertama kali mengungkap kasus ini secara mendalam, telah lama mendokumentasikan jejak penembakan yang menurut analisis forensik berasal dari tembakan tank Israel di sekitar lokasi kejadian. Temuan tersebut menunjuk pada kendaraan yang ditumpangi Hind sebagai salah satu titik tembak paling brutal dalam perang di Gaza.
"Tidak ada pasukan kami yang berada di dekat kendaraan atau dalam jangkauan tembak," demikian pernyataan resmi IDF pada awal penyelidikan pendahuluan, sebuah klaim yang kini gugur dengan sendirinya setelah pengakuan terbaru militer Israel.
Sebelumnya, laporan investigasi CNN menunjukkan kendaraan yang ditumpangi Hind dan keluarganya ditembaki dengan puluhan hingga ratusan peluru kaliber besar dalam insiden yang terjadi pada 29 Januari 2024 di kawasan Tel al-Hawa, Kota Gaza. Analisis forensik yang dilakukan tim investigasi menemukan jejak yang konsisten dengan tembakan tank, sesuatu yang selama ini terus dibantah keras oleh militer Israel hingga akhirnya pengakuan resmi disampaikan pekan ini.
Tragedi yang Terekam dalam Panggilan Darurat
Hind Rajab menjadi simbol penderitaan warga sipil di Gaza setelah rekaman panggilan daruratnya tersebar luas ke seluruh dunia. Dalam panggilan itu, Hind terdengar ketakutan di dalam mobil bersama paman dan keluarganya yang tengah berusaha mengungsi dari Kota Gaza menyusul perintah evakuasi yang dikeluarkan militer Israel. Suara kecilnya yang meminta pertolongan menjadi salah satu rekaman paling menyayat hati dalam konflik ini.
"Aku sangat takut, tolong jemput aku," demikian permohonan Hind yang terekam dalam percakapannya dengan petugas operator layanan darurat, sebelum suaranya hilang dan tidak pernah terdengar lagi.
Setelah panggilan itu, tim penyelamat dari Bulan Sabit Merah Palestina dikirim untuk menjemput Hind, namun mereka pun ikut hilang tanpa kabar. Jasad Hind baru ditemukan hampir dua pekan kemudian, masih berada di dalam mobil bersama jenazah paman dan anggota keluarganya. Dua petugas penyelamat yang berangkat menjemputnya juga ditemukan tewas di kendaraan terpisah, menambah daftar panjang nyawa yang melayang dalam upaya penyelamatan yang tragis ini.
Jalan Panjang Menuntut Keadilan
Pembukaan penyelidikan kriminal oleh IDF sendiri merupakan langkah yang langka dan signifikan. Sepanjang konflik di Gaza, sangat sedikit insiden yang melibatkan korban sipil Palestina yang berujung pada penyelidikan kriminal, apalagi penuntutan terhadap personel militer. Keputusan ini menjadi sorotan karena menyangkut salah satu kasus yang paling banyak disaksikan publik dunia melalui rekaman dan laporan investigasi.
Para pengamat menilai pengakuan ini adalah hasil dari tekanan media dan opini publik global, namun mereka tetap skeptis terhadap hasil akhir penyelidikan. Bagi keluarga Hind, pengakuan hanyalah langkah awal dari perjalanan panjang untuk melihat apakah keadilan benar-benar bisa ditegakkan bagi seorang bocah yang hanya ingin selamat dari perang.
Hingga berita ini ditulis, belum ada rincian lebih lanjut mengenai proses dan tenggat waktu penyelidikan kriminal tersebut. Organisasi hak asasi manusia internasional terus mendesak dilakukannya penyelidikan yang independen dan transparan, mengingat kasus Hind telah menjadi salah satu simbol paling menyayat dari perang di Gaza yang menelan puluhan ribu korban jiwa.
| Waktu | Peristiwa |
|---|---|
| 29 Januari 2024 | Kendaraan keluarga Hind Rajab ditembaki di Kota Gaza; Hind meminta tolong lewat panggilan darurat |
| Februari 2024 | Jasad Hind dan keluarganya ditemukan; dua petugas penyelamat ikut tewas |
| Agustus 2026 | IDF untuk pertama kalinya mengakui penembakan dan membuka penyelidikan kriminal |
Fakta kunci: Pengakuan IDF ini merupakan yang pertama kalinya militer Israel mengakui keterlibatan dalam kematian Hind Rajab, membuka peluang bagi proses pertanggungjawaban yang selama ini dianggap mustahil.
[SOCIAL_TWEET]: IDF akhirnya akui tembaki mobil Hind Rajab, bocah 5 tahun di Gaza, dan buka penyelidikan kriminal. #HindRajab #Gaza #IDF[SOCIAL_TG]: Berita: IDF untuk pertama kalinya mengakui menembaki mobil yang membawa Hind Rajab dan membuka penyelidikan kriminal atas kematiannya di Gaza. Selengkapnya di Beritaseputar.com.
Comments (0)