Haaland Gemilang, Norwegia Bungkam Irak 3-0 di Piala Dunia 2026

Stadion Boston di Foxborough, Massachusetts, sore itu terasa seperti sudut kecil Skandinavia. Ribuan pendukung Norwegia, dengan kostum merah-biru dan helm Viking tiruan, memadati tribun. Mereka bernya...

Jul 12, 2026 - 15:05
0 0
Haaland Gemilang, Norwegia Bungkam Irak 3-0 di Piala Dunia 2026

Stadion Boston di Foxborough, Massachusetts, sore itu terasa seperti sudut kecil Skandinavia. Ribuan pendukung Norwegia, dengan kostum merah-biru dan helm Viking tiruan, memadati tribun. Mereka bernyanyi, melambaikan bendera, dan menanti keajaiban dari seorang pemuda tinggi berambut pirang. Nama itu: Erling Haaland. Laga perdana Grup I Piala Dunia 2026 antara Norwegia dan Irak akan segera dimulai.

Ini bukan sekadar pertandingan pembuka. Bagi Norwegia, ini adalah panggung yang sudah dinanti lebih dari dua dekade. Terakhir kali mereka tampil di Piala Dunia adalah pada tahun 1998. Kini, dengan generasi emas yang dipimpin Haaland dan Martin Ødegaard, bangsa Viking kembali menggebrak panggung dunia.

Gol Cepat yang Mengoyak Pertahanan Irak

Babak pertama bergulir dengan tempo tinggi. Norwegia langsung mendominasi penguasaan bola. Lini depan mereka yang digerakkan oleh Ødegaard terus mengirim ancaman. Tidak butuh waktu lama bagi pendukung setia untuk bersorak. Menit ke-23, sebuah serangan mematikan terjadi. Ødegaard, dari lini tengah, mengirimkan umpan terobosan terukur ke area pertahanan lawan. Haaland yang berada di posisi tepat, berlari melepaskan diri dari kawalan. Dengan satu sentuhan, ia mengontrol bola dan kemudian melepaskan tembakan mendatar yang menghujam gawang Irak. Kiper Jalal Hassan hanya bisa memandang bola melintasi garis gawang.

Suasana mendadak meledak. Haaland berlari ke sudut lapangan, melompat tinggi, kedua tangannya terangkat ke langit. Rekannya, Alexander Sørloth dan Ola Solbakken, segera memeluknya. Di tribun, nyanyian “Haaland, Haaland” menggema. Itu adalah gol pertama Norwegia di Piala Dunia 2026, dan tentu saja menjadi momen emosional bagi sang bintang.

Gol pembuka ini seakan menghilangkan beban psikologis tim. Permainan Norwegia kian cair. Serangan demi serangan terus dilancarkan. Haaland nyaris menggandakan keunggulan pada menit ke-36 saat ia menyambut umpan silang dengan sundulan tajam, tetapi bola masih sedikit melebar dari tiang. Irak berusaha bangkit melalui skema serangan balik, tetapi solidnya duet bek tengah Leo Østigård dan Kristoffer Ajer membuat gawang Norwegia tetap perawan.

Badai di Babak Kedua

Memasuki babak kedua, pelatih Ståle Solbakken tidak mengubah strategi. Norwegia tetap menekan. Hasilnya, pada menit ke-49, sebuah insiden di kotak penalti Irak membuat wasit menunjuk titik putih. Ødegaard dilanggar saat hendak melepaskan tembakan. Haaland, sang eksekutor utama, mengambil bola. Dengan ketenangan khasnya, ia mengeksekusi penalti ke sisi kiri, sementara kiper bergerak ke arah berlawanan. Skor 2-0.

Duet Haaland-Ødegaard benar-benar menjadi mimpi buruk bagi pertahanan Irak. Keduanya saling memahami gerakan dengan sempurna. Haaland, yang kerap turun menjemput bola, membuka ruang bagi pemain sayap. Sementara Ødegaard menjadi arsitek yang mengatur ritme permainan. Pada menit ke-66, kombinasi apik mereka kembali membuahkan hasil. Kali ini, Ødegaard yang mencatatkan namanya di papan skor. Menerima umpan tarik dari kanan, ia melepaskan tendangan voli mendatar yang gagal dihalau kiper. Gol ketiga Norwegia pun tercipta.

Stadion Boston berubah menjadi lautan merah-biru. Sorak-sorai menggema, genderang perang ditabuh, dan nyanyian “Viking, Viking” berkumandang. Para pemain Irak terlihat lesu. Meski terus berusaha mempersempit kedudukan, rapatnya lini belakang Norwegia dan kecemerlangan kiper Mathias Dyngeland membuat setiap peluang mereka pupus.

Awal Sempurna, Mimpi Melaju Jauh

Skor 3-0 bertahan hingga peluit panjang. Norwegia sukses mengamankan tiga poin pertamanya. Kemenangan ini menegaskan status mereka sebagai tim yang patut diperhitungkan di grup ini. Meski tidak diunggulkan seperti raksasa tradisional, skuad Solbakken menunjukkan potensi besar.

Usai laga, Haaland menyampaikan rasa syukurnya. “Saya sangat bahagia. Gol pertama di Piala Dunia adalah mimpi sejak kecil. Tapi yang terpenting adalah tim menang. Kami bekerja keras, dan ini baru permulaan,” tuturnya dengan senyum lebar. Pelatih Solbakken memuji kontribusi seluruh pemain, terutama sang kapten. “Erling dan Martin adalah pemain spesial. Namun yang saya suka adalah semangat juang kolektif. Kami belum mencapai apa-apa, tapi saya yakin perjalanan ini akan indah,” katanya.

Bagi Norwegia, kemenangan di Foxborough ini menjadi pondasi untuk melangkah lebih jauh. Di tengah persaingan Grup I yang masih panjang, satu pesan telah terkirim: jangan remehkan Negeri Viking. Dan bagi Erling Haaland, panggung Piala Dunia adalah tempatnya bersinar.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User