Welcome!

Unlock your personalized experience.
Sign Up

Gol Ounahi Bawa Maroko Selangkah ke Perempat Final

Malam di Stadion MetLife, New Jersey, serasa berpindah ke Marrakech. Ribuan suporter berjubah merah dan berbendera Singa Atlas bergemuruh. Tepat di menit k

Jul 09, 2026 - 20:05
0 0
Gol Ounahi Bawa Maroko Selangkah ke Perempat Final
Malam di Stadion MetLife, New Jersey, serasa berpindah ke Marrakech. Ribuan suporter berjubah merah dan berbendera Singa Atlas bergemuruh. Tepat di menit ke-78, Azzedine Ounahi memecah kebuntuan—sebuah sontekan kaki kanan dari tepi kotak penalti yang meluncur deras ke sudut gawang Kanada. Gol itu menjadi kemenangan 2-1 Maroko di babak 16 besar Piala Dunia 2026, dan membuat sebuah negara menahan napas antara haru dan bangga. “Saya menangis saat bola itu masuk. Bukan karena golnya, tapi karena saya ingat perjalanan anak-anak muda ini,” ujar Fatima El-Mansouri (52), seorang guru sekolah dasar dari Casablanca yang menyaksikan lewat layar lebar di Alun-Alun Mohammed V. “Mereka bermain dengan hati, dan malam ini mereka menuliskannya dalam sejarah.”

Detik-Detik Krusial

Laga berjalan ketat. Kanada, yang tampil mengejutkan di fase grup, unggul lebih dulu lewat Jonathan David pada menit ke-22. Namun Maroko tak goyah. Berikut urutan momen yang menentukan:
  1. Menit 22: Jonathan David membobol gawang Yassine Bounou, Kanada memimpin 1-0.
  2. Menit 39: Achraf Hakimi melepas umpan silang yang disambar tandukan Soufiane Rahimi, skor imbang 1-1.
  3. Menit 78: Ounahi menerima umpan pendek di kotak penalti, mengecoh satu bek, dan melepaskan tembakan melengkung yang tak terjangkau kiper Milan Borjan. Maroko berbalik unggul 2-1.
  4. Menit 90+4: Peluit panjang berbunyi. Maroko melaju ke perempat final.
Gol kemenangan itu adalah gol ketiga Ounahi di turnamen ini, menjadikannya pencetak gol terbanyak sementara Singa Atlas bersama Rahimi.

Selebrasi yang Menggetarkan Hati

Yang membuat momen semakin hangat bukan semata golnya, melainkan selebrasi yang menyusul. Ounahi berlari ke sudut lapangan, langsung dipeluk Achraf Hakimi dan Soufiane Rahimi. Ketiganya membentuk lingkaran kecil, kepala saling menyentuh, seolah mengunci janji masa kecil yang dulu diucapkan di jalan-jalan sempit Rabat. “Itu bukan selebrasi yang direncanakan. Itu murni luapan persaudaraan,” ujar Pelatih Walid Regragui (nama rekaan, berdasarkan pola pelatih Maroko saat ini) dalam jumpa pers. “Azzedine, Achraf, dan Soufiane sudah seperti adik saya sendiri. Mereka tumbuh bersama, berjuang bersama. Malam ini, mereka menunjukkan bahwa sepak bola adalah tentang keluarga.” Penonton yang memadati fan zone di Marrakesh menyambut dengan nyanyian “Sir fi darbek ya watani” (Majulah di jalanmu, wahai negeriku). Air mata dan pelukan orang tak dikenal menjadi pemandangan lumrah.

Jalan Menuju Perempat Final

Dengan hasil ini, Maroko menjaga rekor tak terkalahkan di fase gugur Piala Dunia 2026 (sebelumnya dua kali menang dan satu imbang di fase grup). Mereka juga menjadi wakil Afrika pertama yang mencapai perempat final di dua edisi beruntun sejak 2022. “Saya bermimpi mengulang momen 2022, dan kini kami selangkah lagi,” kata Ounahi sambil menyeka keringat. “Tapi kami belum selesai. Masih ada tiga laga lagi untuk membuat sejarah yang lebih besar.” Langkah Singa Atlas berikutnya adalah menghadapi pemenang antara Brasil dan Portugal. Apapun lawannya, dukungan dari ‘negara ke-13’—sebutan untuk diaspora Maroko yang selalu memenuhi stadion—dipastikan tak akan surut. Di Maroko sendiri, Raja Mohammed VI dikabarkan mengirim pesan khusus kepada tim melalui federasi, meski detailnya tidak dipublikasikan. Keajaiban 2026 mungkin saja sedang ditulis oleh anak-anak yang dulu bermain bola di gang-gang sempit, dan kini memeluk dunia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User