Sepiring Nasi Uduk Semur Jengkol yang Menopang Mimpi...
Pukul setengah tiga dini hari, langit Condet, Jakarta Timur, masih gelap guli...
Pukul setengah tiga dini hari, langit Condet, Jakarta Timur, masih gelap guli...
Pagi belum sepenuhnya menyapa ketika Larasati Paramita sudah duduk di beranda...
Pukul empat pagi, langit masih gelap ketika kerumunan mulai memadati kawasan ...
Pukul setengah lima pagi, gang sempit di Kampung Kauman masih tenggelam dalam...
Pukul lima pagi, lampu kuning di dapur berukuran tiga kali empat meter itu su...
Aroma mentega yang meleleh perlahan menyelimuti dapur sempit rumah Ibu Ratna ...
Malam masih larut ketika lampu-lampu di ruang kerja BINhouse tetap menyala. D...
Pukul sembilan malam, lampu kamar di rumah sederhana di pinggiran Bekasi perl...
Malam itu, Ratna Prameswari berdiri cukup lama di depan cermin kamar berukura...
Di sudut ruangan latihan yang tak lebih luas dari lapangan bulu tangkis itu, ...
Pukul lima pagi, langit di atas Jakarta masih berwarna kebiruan saat ribuan o...
Pukul setengah lima pagi, gang sempit di Kampung Laweyan, Solo, masih diselim...
Aroma kayu ulin masih tertinggal di udara pagi itu ketika seorang perempuan l...
Pukul sembilan malam, kamar kos Rani yang hanya berukuran 3x4 meter itu disel...
Pukul lima pagi, ruang kru di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta masih tenggel...
Pagi itu langit Jakarta masih menyimpan sisa warna jingga. Di pelataran tempa...