Jakarta — Dewa United Banten FC harus rela pulang dengan satu poin saja setelah bermain imbang 2-2 melawan Persib Bandung pada pekan keempat BRI Super League 2026/2027. Laga yang digelar di Stadion Si Jalak Harupat, Minggu, 11 September, itu menyisakan rasa mengganjal bagi kubu tamu, terutama karena mereka sudah unggul dua gol lebih dulu sebelum akhirnya dikejar sang tuan rumah.
Bek Dewa United, Nick Kuipers, menyebut hasil tersebut bukan sekadar kehilangan dua poin, melainkan sebuah pelajaran besar bagi timnya. Bagi pemain asal Belanda itu, pertandingan di Bandung punya arti tersendiri karena ia kembali menginjakkan kaki di kota yang pernah menjadi rumahnya.
Dua Gol Cepat yang Nyari Sirna
Dewa United membuka pertandingan dengan tempo tinggi. Tim berjuluk Banten Warriors itu memecah kebuntuan lewat Egy Maulana Vikri pada menit ke-23. Keunggulan itu kemudian digandakan oleh Noah Sadaoui tepat di menit ke-45, alias beberapa detik sebelum turun minum. Skor 2-0 untuk tim tamu terlihat aman dan nyaman.
Namun sepak bola sering kali menolak skenario yang terlihat rapi. Persib yang tampil di hadapan pendukung sendiri tidak tinggal diam. Mentalitas juara yang selama ini melekat pada Maung Bandung kembali muncul di babak kedua.
Enam Menit yang Mengubah Segalanya
Persib memperkecil ketertinggalan melalui Balsa Sekulic pada menit ke-51. Hanya tiga menit berselang, Marc Klok menyamakan kedudukan menjadi 2-2 lewat tendangan keras dari luar kotak penalti. Dua gol dalam rentang enam menit itu praktis membalikkan momentum pertandingan secara total.
Sejak saat itu, Dewa United tampak kesulitan mengembalikan ritme permainan. Tekanan demi tekanan terus datang, sementara barisan pertahanan Banten Warriors harus bekerja ekstra keras untuk mencegah kekalahan.
"Pertama-tama, saya senang bisa kembali ke sini dan berjumpa dengan rekan-rekan lama. Tapi tentu hasil ini terasa menyakitkan, karena kami sudah unggul dua gol. Kehilangan kemenangan seperti ini adalah pelajaran besar bagi kami," ujar Nick Kuipers.
Pernyataan tersebut sejalan dengan gambaran pertandingan. Dewa United bermain sangat efektif di paruh pertama, tetapi kehilangan kendali saat Persib menaikkan intensitas setelah jeda.
Dampak ke Papan Klasemen
Tambahan satu poin membuat Dewa United mengoleksi 11 poin dan bertahan di posisi kedua klasemen sementara. Sementara itu, Persib berada di peringkat kedelapan dengan raihan tujuh poin.
| Tim | Poin | Posisi Klasemen |
|---|---|---|
| Dewa United Banten FC | 11 | Ke-2 |
| Persib Bandung | 7 | Ke-8 |
Bagi Persib, hasil ini menjadi modal penting untuk menjaga kepercayaan diri. Adapun bagi Dewa United, catatan ini menjadi pengingat bahwa keunggulan dua gol tidak pernah cukup aman di kompetisi seketat BRI Super League.
Pelajaran yang Harus Segera Dibenahi
Ada sejumlah hal yang tampak menonjol dari pertandingan ini dan layak menjadi bahan evaluasi Banten Warriors:
- Manajemen keunggulan. Setelah unggul dua gol, Dewa United cenderung menurunkan garis pertahanan terlalu dalam.
- Konsentrasi awal babak kedua. Dua gol Persib lahir dalam enam menit pertama paruh kedua, periode yang kerap menjadi titik lemah.
- Kontrol lini tengah. Marc Klok dan kolega berhasil mendominasi ruang tengah setelah Sekulic mencetak gol.
Meski begitu, performa Egy Maulana Vikri dan Noah Sadaoui tetap menjadi sorotan positif. Duet itu kembali membuktikan ketajamannya dan menjadi alasan utama Dewa United mampu tampil agresif di paruh pertama.
Yang jelas, hasil imbang ini meninggalkan dua cerita berbeda: Persib merayakan semangat pantang menyerahnya, sementara Dewa United harus mengunyah kekecewaan sekaligus memetik pelajaran. Di sepak bola, kadang satu poin terasa seperti kekalahan.
Unggul dua gol tak cukup! Balsa Sekulic dan Marc Klok membalikkan momentum dalam enam menit. Nick Kuipers: "Kehilangan kemenangan seperti ini adalah pelajaran besar bagi kami." Dewa United 11 poin (ke-2), Persib 7 poin (ke-8).
Comments (0)