Oct 11, 2026
Hukum

Ribuan Warga Demo di London Dukung Palestina, 20 Ditangkap

Gelombang solidaritas untuk Palestina kembali mengguncang jantung kota London. Sebanyak 20 orang ditangkap setelah ribuan demonstran memadati kawasan pusat

Ribuan Warga Demo di London Dukung Palestina, 20 Ditangkap

Gelombang solidaritas untuk Palestina kembali mengguncang jantung kota London. Sebanyak 20 orang ditangkap setelah ribuan demonstran memadati kawasan pusat ibu kota Inggris itu pada Sabtu siang waktu setempat, menuntut diakhirinya apa yang mereka sebut sebagai genosida yang telah berlangsung tiga tahun terakhir di Gaza.

Aksi ini menjadi pawai pertama sejak Menteri Luar Negeri Inggris, Ed Miliband, secara resmi menyatakan posisi negaranya bahwa pendudukan Israel atas Tepi Barat adalah tindakan yang melanggar hukum internasional. Pernyataan itu disebut-sebut menjadi titik balik politik yang membuat pendulum opini publik Inggris bergeser lebih jauh dari posisi sebelumnya.

Massa Banjiri Embankment Sejak Tengah Hari

Sejak pukul 12.00 siang, lautan manusia mulai berkumpul di Embankment, kawasan tepi Sungai Thames yang biasanya dipenuhi turis akhir pekan. Banyak di antara mereka mengenakan keffiyeh — syal tradisional khas Timur Tengah yang kini menjelma jadi simbol perlawanan global — sambil mengibar-ngibarkan bendera Palestina berukuran besar.

Papan-papan protes dibawa serta. Pesannya lugas dan berulang: “End the genocide” dan “Free Palestine”. Massa kemudian bergerak menyusuri rute menuju Gedung Parlemen, menutup sebagian jalur utama di pusat kota selama beberapa jam.

Yang menarik perhatian wartawan di lokasi, sepasang pengantin tampak ikut serta dalam barisan. Kehadiran mereka jadi simbol bahwa aksi ini tidak melulu diisi aktivis veteran, melainkan merembet ke kalangan masyarakat biasa yang merasa perlu hadir secara langsung.

“End the genocide” — “Free Palestine”. Dua kalimat itu terus dikumandangkan sepanjang pawai, dari Embankment hingga depan Parlemen.

Dua Menit Hening untuk Korban Gaza

Di tengah gegap gempita massa, penyelenggara meminta semua yang hadir menghentikan langkah. Selama dua menit penuh, ribuan orang yang memenuhi jalanan London membisu, menundukkan kepala untuk mengenang nyawa-nyawa yang hilang di Gaza selama tiga tahun terakhir.

Momen hening itu menjadi salah satu bagian paling membekas dari aksi hari itu. Dalam keheningan tersebut, kata sejumlah peserta, duka kolektif terasa jauh lebih keras daripada teriakan apa pun.

Konteks Politik: Setelah Pernyataan Miliband

Aksi ini berlangsung di bawah bayang-bayang perubahan peta politik Inggris. Keputusan Miliband menyatakan pendudukan Tepi Barat sebagai tindakan tidak sah secara hukum memberikan angin segar bagi gerakan solidaritas Palestina. Namun, bagi banyak demonstran, pernyataan itu masih jauh dari cukup.

Mereka menuntut langkah konkret: penghentian kerja sama militer, sanksi ekonomi, dan pengakuan penuh atas hak-hak rakyat Palestina. Puluhan tahun konflik, kata mereka, tidak bisa diselesaikan hanya dengan pernyataan sikap di atas podium parlemen.

Penangkapan dan Respons Penyelenggara

Di tengah jalannya aksi, aparat kepolisian London melakukan penangkapan terhadap 20 orang. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai alasan spesifik penangkapan tersebut maupun identitas mereka yang diamankan.

Penyelenggara menegaskan bahwa pawai berlangsung damai. Mereka menyebut aksi ini sebagai ekspresi sah warga negara untuk menyuarakan keprihatinan atas apa yang mereka nilai sebagai pelanggaran berat hak asasi manusia.

Yang jelas, gelombang solidaritas untuk Palestina di Inggris belum menunjukkan tanda-tanda surut. Justru sebaliknya — dari Embankment ke Parlemen, pesannya kian lantang dan kian sulit diabaikan.

Massa memadati Embankment sejak tengah hari, marching ke Parlemen. Ada sepasang pengantin ikut serta. Dua menit hening digelar untuk korban Gaza. Ini aksi pertama sejak Miliband sebut pendudukan Tepi Barat ilegal. Baca selengkapnya di Beritaseputar.com.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS rina-wulandari

Product Reviewer. Mengulas software, aplikasi, dan tools produktivitas.

Comments (0)

User