Desta Terluka di Lapangan Padel: Kisah di Balik Bola yang Melukai Mata

Di sudut lapangan padel berlapis rumput sintetis, Desta masih semringah. Sore itu, ia dan rekan-rekannya berkumpul untuk sebuah pertandingan persahabatan, melepas penat dari rutinitas dunia hiburan. S...

Jul 12, 2026 - 11:07
0 0
Desta Terluka di Lapangan Padel: Kisah di Balik Bola yang Melukai Mata

Di sudut lapangan padel berlapis rumput sintetis, Desta masih semringah. Sore itu, ia dan rekan-rekannya berkumpul untuk sebuah pertandingan persahabatan, melepas penat dari rutinitas dunia hiburan. Suara pukulan bola dan gelak tawa memenuhi arena. Namun, dalam sekejap, suasana berubah drastis. Sebuah bola padel yang melesat cepat dari raket rekan setimnya—mungkin karena salah perhitungan atau refleks yang terlambat—menghantam wajah Desta tepat di area mata. Ia terjatuh, memegangi matanya yang langsung terasa nyeri luar biasa. “Saat itu pandanganku langsung gelap, seperti ada kilatan putih yang menyakitkan,” kenang Desta kemudian. Momen itu menandai awal dari sebuah insiden yang tak hanya menguji fisik, tetapi juga mental seorang public figure yang dikenal energik.

Detik-Detik Mencekam di Lapangan

Pertandingan tersebut sejatinya bukan ajang kompetisi serius, melainkan sekadar kegiatan rekreasi yang digemari para selebritas belakangan ini. Desta, yang sudah beberapa kali bermain padel, merasa cukup percaya diri. Rekan setimnya pun bukan pemain amatir. Namun, di tengah ritme permainan yang cepat, sebuah bola datang tanpa ampun. “Aku tidak sempat menghindar. Bola itu seperti magnet yang langsung menempel di mata kiriku,” ujarnya, masih dengan nada yang campur aduk antara syok dan syukur. Rekan-rekannya langsung menghentikan permainan, beberapa berteriak panik, sementara yang lain segera merapat untuk memberikan pertolongan pertama. Desta terduduk di pinggir lapangan, mencoba menahan rasa sakit yang semakin menusuk.

Padel, olahraga yang memadukan tenis dan squash, memang dikenal dengan tempo permainan yang tinggi. Bola yang terbuat dari karet dapat melesat dengan kecepatan yang tidak terduga, terutama jika terkena pukulan keras dari jarak dekat. Insiden seperti yang dialami Desta sebenarnya bukan yang pertama di kalangan pemain rekreasi. Data dari beberapa komunitas padel di Jakarta menunjukkan bahwa cedera ringan akibat bola, seperti memar di wajah atau tangan, cukup sering terjadi. Namun, ketika bola mengenai area sensitif seperti mata, risikonya bisa sangat serius. “Ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa meskipun olahraga ini menyenangkan, kita tetap harus waspada dan menggunakan pelindung jika perlu,” komentar seorang instruktur padel yang enggan disebut namanya.

Sambil menahan perih, Desta dibantu oleh dua orang temannya menuju bangku pinggir lapangan. Es batu segera dikompreskan ke mata yang mulai membengkak. “Aku coba meyakinkan diri bahwa ini hanya lebam biasa, tapi rasa sakitnya tidak seperti yang pernah aku alami sebelumnya,” tulisnya dalam unggahan Instagram Story yang diunggah beberapa jam setelah kejadian. Keputusan untuk segera dilarikan ke rumah sakit tak bisa ditunda. Sebuah mobil meluncur membawanya ke unit gawat darurat terdekat, meninggalkan lapangan yang mendadak senyap.

Rumah Sakit dan Harapan yang Menggantung

Di rumah sakit, Desta langsung mendapat penanganan dari dokter spesialis mata. Pemeriksaan awal menunjukkan adanya trauma pada kornea dan perdarahan ringan di bagian depan bola mata. “Dokter bilang aku beruntung karena retina tidak ikut terdampak. Tapi tetap harus pakai penutup mata dan istirahat total selama beberapa hari,” cerita Desta melalui pesan singkat kepada kerabat dekatnya. Meski lelah dan khawatir, ia masih bisa melempar guyonan kecil untuk menenangkan orang-orang di sekitarnya—gaya khas Desta yang selalu mencoba melihat sisi terang dari setiap kesulitan.

Namun, di balik canda itu, ada ketakutan yang menggerogoti. “Aku bertanya-tanya, bagaimana jika penglihatanku terganggu selamanya? Bagaimana aku bisa bekerja, membaca naskah, melihat wajah anak-anakku dengan jelas?” tulisnya dalam unggahan Instagram yang lebih panjang, disertai foto mata kirinya yang tertutup perban. Unggahan itu langsung dibanjiri lebih dari 10 ribu komentar dalam waktu singkat. Rekan-rekan artis, seperti Vincent Rompies dan Andre Taulany, turut meninggalkan pesan penyemangat. “Cepet sembuh, Dest! Mata lo masih diperlukan buat liat muka gue,” tawa Andre dalam kolom komentar, mencoba menghadirkan kelakar di tengah keprihatinan.

Pihak manajemen Desta memastikan bahwa sang artis akan menjalani masa pemulihan setidaknya dua minggu. Seluruh jadwal syuting dan acara televisi ditunda. “Kesehatan Desta adalah prioritas utama. Kami meminta doa dan dukungan dari para penggemar agar ia bisa kembali beraktivitas dengan prima,” ujar perwakilan manajemen melalui pernyataan tertulis. Desta sendiri, dalam story terbarunya, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam: “Banjir doa dan cinta dari kalian benar-benar jadi kekuatan. Aku tidak sendiri, dan itu lebih berarti dari apa pun.”

Pelajaran dari Sebuah Bola

Insiden ini membuka diskusi kecil di media sosial tentang pentingnya keselamatan dalam olahraga rekreasi. Banyak warganet yang mulai membagikan tips, seperti menggunakan kacamata pelindung khusus saat bermain padel atau olahraga sejenis. “Selama ini kita anggap remeh, padahal cedera bisa datang kapan saja. Dari Desta kita belajar untuk lebih peduli sama perlindungan diri,” tulis seorang pengguna Twitter. Desta bukan hanya seorang selebritas yang terluka; ia telah menjadi cermin bagi banyak orang untuk lebih menghargai kesehatan, khususnya mata, yang seringkali diabaikan hingga terjadi sesuatu.

Di akhir unggahannya, Desta menuliskan kalimat yang menyentuh: “Kadang, sesuatu yang kecil bisa memberi dampak yang besar. Sebuah bola, sebuah pukulan, sebuah momen—semua bisa mengubah cara kita memandang dunia.” Kalimat itu, sederhana namun dalam, seolah menjadi penutup dari sebuah babak tak terduga dalam hidupnya. Ia sedang dalam proses bangkit, dengan satu mata ditutup, namun penglihatan batinnya justru semakin tajam.

Sekarang, di tengah masa pemulihan, Desta mengaku lebih banyak merenung. “Aku jadi lebih peka. Setiap kali menatap langit, aku bersyukur masih bisa melihat birunya, meski sementara hanya dengan satu mata. Ini jadi pengingat bahwa hidup itu rapuh, dan kita harus merayakan setiap detiknya,” tulisnya di unggahan pagi tadi. Penggemar pun terus mengirimkan doa dan gambar-gambar penyemangat. Sebuah insiden di lapangan padel telah berubah menjadi pelajaran hidup yang berharga—bagi Desta, dan bagi siapa pun yang mendengar kisahnya.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User