Dari ha-yo ke Prambanan: Sehari Penuh Cerita dan Resep Ibu

Senja di Blok M belum sepenuhnya turun saat Rina melangkah masuk ke gerai mungil bernama ha-yo. Di antara gemuruh kendaraan dan teriakan pedagang kaki lima, sudut ini seperti oasis: wangi susu ferment...

Jul 11, 2026 - 12:50
0 0
Dari ha-yo ke Prambanan: Sehari Penuh Cerita dan Resep Ibu

Senja di Blok M belum sepenuhnya turun saat Rina melangkah masuk ke gerai mungil bernama ha-yo. Di antara gemuruh kendaraan dan teriakan pedagang kaki lima, sudut ini seperti oasis: wangi susu fermentasi, lampu gantung hangat, dan senyum ramah barista muda. Ia memesan semangkuk yogurt beku dengan topping stroberi dan mangga—menu favoritnya sejak pertama kali menemukan tempat ini Juli lalu. “Setiap kali lelah dengan urusan kantor, saya ke sini,” katanya sambil menyendok potongan buah. “Rasanya seperti pulang ke masa kecil, saat Ibu membuatkan es krim sendiri.” Di dinding gerai, terpampang foto-foto pelanggan dengan senyum merekah, seolah yogurt beku ini bukan sekadar makanan, tetapi juga pengikat kebahagiaan. Rina teringat pertama kali ia datang setelah hari yang melelahkan, dan barista dengan sabar menyusun topping berbentuk hati di atas sajiannya. “Saya langsung jatuh cinta,” ujarnya sembari tertawa kecil.

Kenangan Liburan di Bandung Timur

Sembari menikmati yogurt, Rina membuka galeri foto di ponselnya. Foto-foto itu dari perjalanan akhir pekannya ke Bandung Timur dua bulan lalu. Perjalanan dimulai dari stasiun kereta cepat; setelah sekitar 40 menit, ia tiba di kota yang sejuk. Menyusuri jalan berkelok menuju Gunung Gambir, ia disambut kabut tipis yang menyelimuti kebun teh bak permadani hijau. Di sana, ia menemukan sudut-sudut tersembunyi yang jarang dijamah turis: Kebun Teh Gunung Gambir yang berkabut, air terjun Curug Tilu yang menyegarkan, dan saung bambu di pinggir danau. “Bandung Timur itu punya pesona yang tenang, tidak seramai Lembang. Pas untuk yang ingin liburan sembari meresapi alam,” ujarnya. Di Curug Tilu, suara gemericik air seperti orkestra alam yang menenangkan. “Saya duduk di batu besar sambil mencelupkan kaki ke air dingin. Semua penat hilang,” kenangnya. Ia berkisah tentang momen saat ia duduk di tepi curug, merasakan butir air dingin menerpa wajah, dan melupakan sejenak hiruk pikuk Jakarta. “Saya ingat betul, di sana saya menulis catatan kecil: suatu hari harus kembali bersama orang-orang terkasih.”

Menyaksikan Sejarah di Candi Prambanan

Keesokan harinya, Rina harus menjalani tugas penting. Sebagai staf Kementerian Pariwisata, ia turut mendampingi Menteri Widiyanti Putri Wardhana menyambut Perdana Menteri India Narendra Modi di Candi Prambanan, Yogyakarta, 8 Juli 2026. Detik-detik menjelang kedatangan PM Modi, area candi dijaga ketat. Rina berdiri tak jauh dari Menpar Widiyanti, yang tampak tenang meski menjadi pusat perhatian. Saat PM Modi tiba, ia tersenyum lebar dan melambaikan tangan. Pembicaraan berlangsung anggun, dengan sesekali PM Modi mengangguk kagum. Ia bahkan menyempatkan diri berfoto di depan relief yang menceritakan kisah Rama dan Shinta. “PM Modi sangat mengagumi relief candi. Beliau bahkan bertanya cukup detail tentang kisah Ramayana yang terpahat di dinding,” kenang Rina dengan mata berbinar. Ia menyaksikan Menpar Widiyanti dengan anggun menjelaskan filosofi setiap sudut, dan di situlah Rina merasa bangga menjadi bagian dari negeri ini. “Tidak berlebihan jika saya sempat menitikkan air mata haru. Ini membuktikan bahwa budaya kita memiliki tempat istimewa di mata dunia,” akunya.

Pulang dan Memasak Resep Ibu

Setelah perjalanan panjang, Rina kembali ke rumahnya di Jakarta. Tubuh lelah, tetapi hati penuh cerita. Malam itu, ia memutuskan untuk memasak—bukan makanan mewah, melainkan resep sederhana yang diajarkan ibunya sejak kecil: ikan kembung bumbu serai. “Ibu selalu bilang, bumbu serai itu kunci—aromanya menghidupkan ikan, membuatnya segar dan tidak amis,” ujarnya sambil menyiapkan bumbu halus bawang merah, bawang putih, kunyit, dan kemiri. Dengan gerakan cekatan, ia mengiris serai tipis-tipis, menambahkan lengkuas dan sobekan daun jeruk. Bumbu itu dilumurkan merata ke ikan kembung segar yang baru dibelinya di pasar. “Kuncinya, diamkan 15 menit agar bumbu meresap,” jelasnya. Setelah itu, ikan digoreng dalam minyak panas sedang hingga kecokelatan. Asap yang mengepul langsung menyebarkan wangi yang membuat perut keroncongan. Sambil menunggu, Rina menyiapkan nasi hangat dan sambal terasi.

“Saat gigitan pertama, saya seperti dipeluk kenangan terindah,” bisik Rina dengan suara lirih.

Bagi Rina, hari itu adalah mozaik sempurna: kenikmatan kecil di gerai frozen yogurt, kenangan akan keindahan alam Bandung, kebanggaan atas warisan budaya di panggung dunia, dan kehangatan masakan rumahan. “Ini bukan sekadar resep, tapi warisan Ibu. Setiap kali memasaknya, saya merasa beliau hadir menemani,” ucapnya. Semuanya mengingatkannya bahwa kebahagiaan tidak selalu tentang jarak yang jauh atau kemewahan, melainkan tentang rasa yang jujur, momen yang tulus, dan cerita yang terus dirajut dari hari ke hari.

[TAGS]: ha-yo, frozen yogurt, Blok M, Bandung Timur, wisata alam, Candi Prambanan, PM Modi, resep ikan kembung, bumbu serai, kuliner Indonesia, travel story, human interest [SOCIAL_TWEET]: Sepotong yogurt beku di Blok M, sejuknya Bandung Timur, kebanggaan di Candi Prambanan, dan hangatnya resep Ibu—sehari bersama Rina yang penuh rasa. Simak kisahnya di Beritaseputar. #TravelStory #KulinerIndonesia #WarisanBudaya [SOCIAL_FB]: Di balik kesibukan sebagai staf Kementerian Pariwisata, Rina menyimpan sejuta cerita. Dari gerai yogurt ha-yo di Blok M hingga menyambut PM Modi di Candi Prambanan, dan diakhiri dengan memasak ikan bumbu serai resep ibunda. Setiap langkahnya adalah mozaik kenangan dan kebanggaan akan Indonesia. Yuk, baca kisah selengkapnya. [SOCIAL_TG]: ✨ Sehari Bersama Rina: Dari Yogurt Blok M Hingga Candi Prambanan dan Resep Ikan Bumbu Serai — sebuah cerita humanis yang menggugah rasa. Baca di Beritaseputar. [SOCIAL_THREADS]: Hari itu, Rina memulai dengan yogurt beku di ha-yo, mengingat petualangan di Bandung Timur, lalu menyaksikan sejarah di Prambanan, dan ditutup dengan masakan Ibu. Indonesia itu ada di manapun kita berpijak. ✨

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User